SAMARINDA – Universitas Mulawarman (Unmul) berencana membangun kampus utama seluas 2.000 hektar di Taman Hutan Raya Bukit Soeharto Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan dikabarkan sudah menyetujui usulan ini. Lokasinya diperkirakan masih berada dalam hutan penelitian Unmul Bukit Soeharto yang berdekatan dengan jalan tol dan Ibu Kota Negara (IKN).
“Kemarin kami sudah bertemu Menteri KLHK Siti Nurbaya. Saya minta 1.000 hektar kira-kira dekat IKN 20 kilometer. Tetapi, dari Ibu Menteri, menyetujui 2000 hektar buat kampus. Kampus Utama ini untuk mendukung IKN,” kata Rektor Unmul Prof Masjaya, Kamis (24/10/2019) usai hadiri acara Forum Kebangsaan di Hotel Senyiur.
Adapun, pembiayaan pembangunan kampus bisa berasal dari PNBP Badan Layanan Umum (BLU) Unmul dengan dimulai tahun 2020. Selain itu, dana pembangunan dapat diperoleh dari pembiayaan lunak luar negeri seperti Bank Dunia maupun bantuan dari APBN dan APBD.
“Kita tinggal mencari pendanaan dan ini sekarang sedang dirancang. Membentuk tim sedemikian rupa sehingga mendapat pendanaan,” kata Masjaya.
Disinggung, dampak kerusakan hutan ditimbulkan dari pembangunan kampus utama ini. Prof Masjaya tak khawatir. Karena, kegiatan aktivitas pembangunan hingga nantinya perkuliahan, demi kepentingan umum dan justru melindungi hutan.
“Ini bagian membangun anak bangsa. Sehingga, kita minta perubahan fungsinya dari hutan konservasi (Bukit Soeharto) menjadi areal penggunaan lain,” kata Prof Masjaya.
“Di UU atau Peraturan Pemerintah Lingkungan Hidup dan Kehutanan, diisyaratkan pengelola hutan pendidikan dapat dimanfaatkan 10 persen total luas lahan. Unmul punya 20 ribu hektar, kita minta 1.000 hektar tapi diberi 2.000 hektar oleh Ibu Menteri supaya cocok 10 persen,” kata Prof Masjaya. (mym/prokal)







