• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Dinas PUPRK Sering Tegur Kontraktor, Karel: Respons Mereka Selalu Siap

by M Zulfikar Akbar
3 Januari 2020, 08:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Komisi III DPRD Bontang meninjau proyek pemasangan pipa PDAM.(prokal)

Komisi III DPRD Bontang meninjau proyek pemasangan pipa PDAM.(prokal)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG–Proyek pengerjaan penggalian pipa PDAM Tirta Taman juga menuai sorotan. Wakil rakyat pun ikut bersuara dengan mengkritik teknis pengerjaan yang dilakukan pihak kontraktor.

Ketua Komisi III Amir Tosina menyebut teknik pengerjaan yang dilakukan oleh kontraktor salah. Sebab, pengerukan tepi jalan untuk lokasi pemasangan pipa seharusnya secara bertahap. “Ini tidak seluruhnya digali terus baru dilakukan pemasangan,” kata Amir.

Menurut dia, sebelum digali pun material pipa wajib telah ada. Kemudian, penggalian dilakukan sekitar 50 meter. Dengan pemberian jeda untuk proses penyambungan selanjutnya.

“Setelah pasang langsung timbun dan rapikan supaya terlihat rapi. Ini tidak seperti itu justru merusak keindahan kota,” ucapnya.

Penggalian panjang ini mengakibatkan pengguna jalan terganggu. Sebab, ruas jalan menjadi sempit. Belum lagi, beberapa warga mengeluhkan kendaraannya sempat terperosok dalam lubang galian. Mengingat, cuaca di Kota Taman akhir-akhir ini turun hujan.

“Ada warga yang roda kendaraannya masuk lubang galian dan terselip. Ini imbas dari teknik pengerjaan kontraktor yang kurang tepat,” keluhnya.

Baca Juga:  Warga Keluhkan Keramik Trotoar

Selain itu, pemotongan aspal yang dilakukan dengan ekskavator dianggap kurang tepat. Sebab, kendaraan alat berat itu justru membuat bekas pemotongan tidak rapi. Politikus Partai Gerindra ini menuturkan seharusnya kontraktor menggunakan mesin concrete cutter (pemotong aspal).

“Saya lihat galian harus pakai cutter supaya ada pembatas terbongkarnya aspal ini. Cutter itu merapikan. Kalau pipa hanya berdiameter 6 inci itu sudah punya batas untuk dipotong. Sehingga aspal tidak hancur,” ujarnya.

Kepala Bidang Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Karel berujar telah sekira 5–10 kali melakukan teguran kepada pihak kontraktor. Sehubungan dengan teknis pengerjaan yang dipandang kurang tepat. Namun, langkah itu tampaknya tidak digubris.

“Respons mereka selalu siap tetapi buktinya realisasinya tidak ada (sesuai),” kata Karel.

Salah satu contohnya terkait pembersihan bahu jalan. Ketika hujan tentunya material tanah liat akan terbawa aliran air. Tidak menutup kemungkinan melintas bahu jalan. Dampaknya, ruas jalan menjadi licin.

Baca Juga:  Anggaran Renovasi Masjid Al-Ittihad Kena Rasionalisasi

“Sudah saya ingatkan kontraktor. Coba setelah digali itu dibelikan dua tangki air agar disiram jalannya. Supaya tidak terjadi kecelakaan lalu lintas. Tetapi hasilnya tidak juga disiram. Seharusnya mereka harus berkorban,” pintanya.

Karel juga berujar kerap melihat kontraktor menggali sementara kondisi pipa belum tersambung. Hal ini pun telah diimbau kepada pihak kontraktor saat rapat tahap awal pra konstruksi. “Digali kalau pipa sudah ada di lapangan dengan kondisi pipa tersambung. Minimal 3–5 sambungan. Ini tidak kenyataannya,” ungkap dia.

Sementara itu, perwakilan dari pemenang proyek CV Panorama Nol Tujuh Totok mengungkapkan telah menggunakan concrete cutter sebelumnya untuk memotong aspal. Namun, usaha ini tidak berhasil akibat aspal telah beberapa kali mengalami overlay. Total tiga unit ekskavator disiagakan oleh kontraktor.

Baca Juga:  Overlay Jalan Soekarno Hatta Dikucurkan Rp 6,8 Miliar Lewat Bankeu

“Tidak bisa tembus. Kedalaman 5 sentimeter sudah tidak mau goyang. Karena kalau garuk dari atas tidak bakalan selesai. Maka harus dari bawah,” kata Totok.

Sementara terkait panjang penggalian yang dinilai oleh dewan kurang tepat, langsung diluruskannya. Langkah penggalian dengan jarak panjang dipilih untuk mempersingkat waktu pengerjaan.

“Kapan selesai kalau pengerjaannya seperti itu,” tegasnya.

Disinggung mengenai ketidakprofesionalan pengerjaan, Totok membantahnya. Menurut dia, yang telah dikerjakan itu telah maksimal. Toh, ini demi kepentingan banyak. “Memang benar ada warga komplain. Tetapi air di daerah ini 2–3 hari baru mengalir. Dengan pemasangan ini nantinya air mengalir tiap hari,” timpalnya.

Untuk diketahui, proyek ini senilai Rp 3,9 miliar. Bersumber dari bantuan keuangan (bankeu) Pemprov Kaltim. Dengan panjang galian pemasangan pipa yakni 3,7 kilometer. Tujuan dari proyek ini untuk mengganti pipa distribusi sebelumnya. Dari ukuran 2 dan 4 inci menjadi 4–6 inci. (*/ak/kri/k8/kpg)

Print Friendly, PDF & Email
Source: Prokal
Tags: Dinas PUPRKproyek pipa pdam
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Hasil Pengaspalan Jalan Bergelombang, Ini Permintaan Komisi III

Next Post

Pemasangan Pipa PDAM Bermasalah, Ini Alasannya Kontraktor

Related Posts

Dinas PUPRK Bontang Mangkir pada Pembahasan RKPD
Bontang

Dinas PUPRK Bontang Mangkir pada Pembahasan RKPD

6 Februari 2023, 10:50
Pembangunan Masjid Terapung Dilanjutkan, Tahap Kedua Lelang Konsultan
Bontang

Pembangunan Masjid Terapung Dilanjutkan, Tahap Kedua Lelang Konsultan

22 Maret 2020, 14:00
Hasil Pengaspalan Jalan Bergelombang, Ini Permintaan Komisi III
Bontang

Lelang Bermasalah, Kualitas Jalan MT Haryono Mengecewakan

23 Februari 2020, 13:30
Halangi Akses Jalan, Katup Air PDAM Dikeluhkan
Bontang

Halangi Akses Jalan, Katup Air PDAM Dikeluhkan

22 Januari 2020, 21:00
Septic Tank Komunal Dikucurkan Rp 2,3 M
Bontang

Septic Tank Komunal Dikucurkan Rp 2,3 M

16 Januari 2020, 16:00
Waduh, Penopang Jembatan Jalan Pontianak Longsor
Bontang

Waduh, Penopang Jembatan Jalan Pontianak Longsor

15 Januari 2020, 15:30

Terpopuler

  • Penjual Air Kesehatan Sebar Hoax

    Penjual Air Kesehatan Sebar Hoax

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Demo 21 April, DPRD Kaltim Sepakati Tuntutan Mahasiswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.