Pajak perhotelan mengalami peningkatan. Hal ini dipicu semakin baiknya sektor pariwisata di Kota Bontang.
BONTANG – Sektor pariwisata menjadi andalan Pemkot Bontang untuk menghadapi pasca migas ke depan. Perlahan pendapatan daerah dari sektor kunjungan wisatawan mengalami peningkatan. Salah satunya bersumber dari pajak perhotelan.
Kepala Bidang Perencanaan, Pembukuan, dan Pengendalian Operasional Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang Moch Arif Rochman memaparkan realisasi anggaran 2019 dari pajak perhotelan mencapai Rp 1,3 miliar. Angka tersebut telah melampui target Bapenda yakni Rp 925 juta.
“Pendapatan pajak perhotelan melampui target yang kami patok. Capaiannya 142,6 persen,” kata Arif.
Perinciannya, untuk hotel kategori melati satu Rp 60 juta, hotel melati tiga Rp 170,3 juta, hotel bintang dua Rp 57,7 juta, dan hotel bintang tiga Rp 982,1 juta. Bapenda menilai, animo wisatawan berkunjung ke Bontang semakin menggeliat.
“Pendapatan daerah harus didukung berbagai pihak. Ketika pendapatan naik, perekonomian akan sebanding,” ucapnya.
Diketahui, capaian pada 2018 mencapai Rp 1 miliar. Adapun target saat itu sebesar Rp 715 juta. Arif menilai, penetapan target melihat realisasi sebelumnya. Mengingat database potensi pendapatan belum tergarap hingga kini.
Ia berharap, dalam waktu dekat, segera terealisasikan, sehingga angka target langsung tertera dalam sistem elektronik. “Seharusnya penetapan target itu dari capaian terakhir, tingkat inflasi, dan pertumbuhan ekonomi,” beber dia.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bontang Rustam mengatakan, telah menggenjot sektor pajak hotel. Sebab, Kota Bontang tidak bisa bergantung dari dana bagi hasil (DBH) migas.
“Ini menjadi keseriusan kami untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan kota,” kata Rustam.
Besaran setoran yang dimasukan ke kas daerah yakni 10 persen dari total omzet tiap bulan. Ia optimistis dalam tahun ini angkanya dapat bertambah seiring bantuan pengadaan alat transaksi pembayaran. Dengan demikian, pemilik hotel tidak dapat berkelit terhadap angka kunjungan.
Mengingat ketika transaksi sudah terkunci angkanya. Dengan pengadaan ini, diprediksi angka pendapatan dari sektor pajak perhotelan semakin meningkat.
“Saya optimistis tapi yang sesungguhnya kaget nantinya bukan pemilik tetapi para tamu hotel. Sebab, nominal itu akan tertuang pada tanda bukti pembayaran,” pungkasnya. (*/ak/kri/k16/kpg)







