• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

DPRD Ingin Rp 800 per KM, Rincian Tarif Tol Balsam Dibahas Pekan Depan

by M Zulfikar Akbar
8 Januari 2020, 12:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Kawasan gerbang tol Balikpapan-Samarinda di Samboja, Kukar. Ruas tol akan menyambung ke Bontang. (DOK. FUAD MUHAMMAD/KALTIM POST/JPG)

Kawasan gerbang tol Balikpapan-Samarinda di Samboja, Kukar. Ruas tol akan menyambung ke Bontang. (DOK. FUAD MUHAMMAD/KALTIM POST/JPG)

Share on FacebookShare on Twitter

Jelang penetapan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), elite DPRD dan Pemprov Kaltim beda suara terkait tarif Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam). Diketahui, sejak dibuka akhir Desember lalu, Tol Balsam belum berbayar. Alias gratis hingga kemarin (7/1/2020). Penentuan tarif masih menunggu surat keputusan (SK) dari kementerian.

Meski begitu, telah beredar besaran tarif tol. Diperkirakan Rp 1.000 hingga Rp 3.000 ribu per kilometernya. Oleh legislator Karang Paci (sebutan DPRD Kaltim), angka ini diharapkan bisa turun. Mengingat ongkos pembangunan tol bukan 100 persen investasi swasta. Melainkan ada juga kucuran APBD.

Ketua Komisi II DPRD Kaltim Veridiana Huraq Wang mengatakan, untuk kendaraan pribadi yang semula Rp 1.000, bisa turun Rp 200 hingga Rp 300 per kilometernya. “Kalau kami maunya lebih turun lagi sekitar Rp 700-800 per kilometernya. Kita melihat dari kemampuan masyarakat Kaltim,” ucap dia seperti dikutip Kaltim Post (induk Bontangpost.id), Rabu (8/1).

Baca Juga:  Molor Lagi? Tol Balikpapan-Samarinda Baru Selesai April 2020, Ini Kata Gubernur

Veridiana melanjutkan, dirinya intens memantau isu terkait tarif tol ini melalui media. Pihaknya pun akan memanggil pengelola Tol Balsam pekan depan untuk meminta rinciannya tarif tol. “Kita akan melihat kepentingan masyarakat yang sangat besar. Kalau prospeknya sih saya lihat sudah bagus. Baru dibuka saja, sudah mencapai sepuluh ribuan kendaraan yang lalu lalang di sana (Tol Balsam). Kita optimistislah enggak merugi,” sambungnya.

Memang, diakui Veridiana, tarif tol Balsam berbeda dengan di Pulau Jawa. Di sana, lebih murah. Namun, pihaknya memastikan saat ini masih uji coba dan bakal dievaluasi setelah satu bulan berjalan. Evaluasi menyangkut prospeknya ke depan, target, dan relevansi dengan tarif seribu rupiah. DPRD, ucap dia, harus menganalisis dan bertemu dengan badan pengelola.

Soal pemberlakuan tarif, informasi yang didapat Veridiana, SK akan turun pada Januari ini. “Saya rasa Januari akhir ini sudah ada. Sebab, kerja kan perlu payung hukum,” kata politisi PDIP ini. Sementara itu, terkait peluang Kaltim mendapatkan dividen dari jalan tol ini, Veridiana mengaku masih mempelajari peluang Benua Etam. “Itu akan kita lihat aturannya, soal peluang Kaltim bisa mendapatkan,” ujar dia.

Baca Juga:  Sudah Mulus Dipakai, Peresmian Tol Balsam Tunggu Jadwal Presiden

Diungkapkan sebelumnya oleh pelaksana tugas (Plt) Sekprov Kaltim, M Sa’bani, dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), tarif dasar Tol Balsam yang ditentukan adalah Rp 1.000 per kilometer untuk kendaraan golongan I yang meliputi sedan, jip, pikap, atau truk kecil, dan bus. Sedangkan, Rp 1.500 per kilometer untuk kendaraan golongan II, yaitu truk dengan dua gandar. Kemudian, Rp 2.000 untuk golongan III, yaitu truk tiga gandar, lalu golongan IV Rp 2.500 untuk truk empat gandar.

Terakhir, golongan V untuk truk di atas empat gandar tarifnya Rp 3.000 per kilometer. Sementara itu, Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan, SK soal tarif tol belum selesai dan masih dalam proses. Menurutnya, tarif Tol Balsam Rp 1.000 itu relevan saja dengan kondisi kiwari. “Standarnya nasional. Kalau yang 300 (rupiah) itu yang dibangun zaman kuda makan tembaga dulu. Sekarang semua jalan tol seribu (rupiah) per kilometer,” sebut Isran, kemarin (7/1/2020).

Baca Juga:  Isu KKN Goyang Kursi Ketua DPRD Kaltim: Antara Tekanan Publik dan Hak Prerogatif Partai

Diketahui, tarif tol di Pulau Jawa saat ini memang bervariasi. Seperti Tol Semarang ABC yang dibangun pada 1983, tarifnya hanya di kisaran Rp 200 per kilometer. Pun begitu dengan Tol Jakarta-Cikampek yang dibangun pada 1988, tarifnya kisaran Rp 200 kilometer. Namun, kisah berbeda di Tol Solo – Ngawi yang dibangun pada 2018 tarifnya di kisaran Rp 1.000 atau Tol Kertosono – Mojokerto yang didirikan sejak 2014 dan tarif tolnya mencapai Rp 1.100. (jpc)

Source: Jawa Pos
Tags: dprd kaltimtol balikpapan-samarindatol balsam
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sampah Plastik Berserakan, Ketua RT Ajukan Cabut Listrik dan Air Bersih

Next Post

HUT Ke-1, Wawali Apresiasi Pemberitaan Bontangpost.id

Related Posts

Konflik Pokir Memanas, DPRD Kaltim Tuding Gubernur Hambat Aspirasi Rakyat
Kaltim

Anggaran Operasional DPRD Kaltim Tembus Rp500 Miliar, Pengamat: Kinerja Tumpul dan Lukai Rasa Keadilan

5 Agustus 2026, 17:29
Keampuhan Pansus Tambang DPRD Kaltim Diragukan
Kaltim

Pengamat Unmul Desak DPRD Kaltim Segera Gulirkan Hak Angket, Singgung APBD ‘Bocor Duluan’ ke Pusat

13 Juli 2026, 10:00
Kaltim

Legislator Golkar Kritik Pemprov Kaltim, Minta Minta APBD Fokus ke Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

31 Mei 2026, 12:14
Anggota DPRD Kaltim Kamaruddin Ibrahim Meninggal Dunia, Sempat Terseret Kasus Korupsi PT Telkom
Kaltim

Anggota DPRD Kaltim Kamaruddin Ibrahim Meninggal Dunia, Sempat Terseret Kasus Korupsi PT Telkom

15 Mei 2026, 15:08
DPRD Kaltim Ancam Boikot Anggaran, Protes Kebijakan Gubernur Rudy Mas’ud ‘Amputasi’ Bankeu dan Pokir
Kaltim

DPRD Kaltim Ancam Boikot Anggaran, Protes Kebijakan Gubernur Rudy Mas’ud ‘Amputasi’ Bankeu dan Pokir

7 Mei 2026, 12:04
Konflik Pokir Memanas, DPRD Kaltim Tuding Gubernur Hambat Aspirasi Rakyat
Kaltim

Isu KKN Goyang Kursi Ketua DPRD Kaltim: Antara Tekanan Publik dan Hak Prerogatif Partai

30 April 2026, 09:20

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • (1) Madura United vs Borneo FC (1)  Penuhi Target

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.