BONTANG – Warga RT 26, Kelurahan Bontang Baru mengeluhkan aspek infrastruktur Jalan Bakau Indah 3. Pasalnya, kondisi struktur jalan rendah dan terlihat seperti cekungan. Sementara kawasan tersebut terkena dampak langsung jika air laut pasang. Akibatnya jalan sepanjang 60×4 meter itu kerap tergenang air. Dengan ketinggian 50 sentimeter.
Ketua RT 26 Bontang Baru Mustapa mengatakan awalnya terdapat proyek pengerasan jalan di lokasi itu. Tepatnya empat tahun lalu. Ia pun tidak mengetahui kontraktor yang mengerjakan saat itu. Namun, pengerjaannya terbilang mengecewakan.
“Tiba-tiba kontraktor itu masuk tanpa sepengetahuan saya. Struktur ini begini kemungkinan karena dana mereka tidak cukup untuk mengerjakan penimbunan seluruh jalan. Hanya 40 meter saja yang kelihatan,” kata Mustapa.
Jika banjir rob datang, akses tersebut tidak bisa dilalui menggunakan kendaraan. Baik roda dua maupun empat. Akibatnya warga meletakkan begitu saja kendaraannya di lokasi yang lebih tinggi. Namun demikian, hingga kini belum ada kejadian kendaraan terjebak saat rob berlangsung.
Kini, warga meminta perbaikan infrastruktur tersebut. Sebab pasca 2016 usulan penimbunan jalan selalu tidak terealisasi. Pengajuan pun disodorkan saat musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang). Akan tetapi warga telah menyiapkan alternatif jika usulan itu mental. Melalui Program Rp 200 Juta Per RT (Produta). Sayangnya bila melalui Produta maka pembangunan dilakukan secara bertahap. Sebab estimasi perbaikan jalan ini membutuhkan anggaran Rp 300 juta.
“Tentu kalau melalui Produta tidak cukup satu kali bantuan. Sebab kami juga membutuhkan bantuan dalam hal lainnya,” ucapnya.
Perbaikan berwujud penimbunan jalan setinggi 80 sentimeter. Ukuran ini telah diperhitungkan warga. Selaras dengan ukuran bantuan pembangunan drainase di lokasi yang sama. Selain pengerasan jalan, warga pun meminta semenisasi jalan. Supaya warga menjadi nyaman saat melintas di akses tersebut.
Dijelaskan Mustapa, jalan Bakau Indah merupakan akses satu-satunya bagi warga yang tinggal di lokasi tersebut. Sehingga keberadaan infrastrutur ini sangatlah vital. “Terdapat lima kepala keluarga yang kerap menggunakan akses ini,” pungkasnya. (*/ak/kpg)







