• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Internasional

Efek Lockdown di India, Himalaya terlihat Setelah 30 Tahun

by M Zulfikar Akbar
9 April 2020, 11:00
in Internasional
Reading Time: 2 mins read
0
Gunung Himalaya terlihat dari jarak 200km untuk pertama kalinya dalam 30 tahun pada 4 April 2020, bersamaan dengan lockdown di India yang menurunkan tingkat polusi udara. (ANTARA/Twitter/@khawajaks)

Gunung Himalaya terlihat dari jarak 200km untuk pertama kalinya dalam 30 tahun pada 4 April 2020, bersamaan dengan lockdown di India yang menurunkan tingkat polusi udara. (ANTARA/Twitter/@khawajaks)

Share on FacebookShare on Twitter

Penutupan akses wilayah alias lockdown di India untuk memutus penyebaran virus korona telah menurunkan polusi udara ke tingkat terendah. Salah satu dampaknya beberapa penduduk bisa melihat Gunung Himalaya dari jarak 20 kilometer untuk pertama kalinya dalam 30 tahun.

Memukau, luar biasa, besar, mengejutkan, tidak pernah terjadi sebelumnya, fenomena langka, begitu lah yang didiskusikan di media sosial terutama oleh orang-orang yang tinggal di distrik Jalandhar Punjab di India.

Dewan Polusi Pusat India Sant Balbir Singh Seechewal mengatakan ada peningkatan kualitas udara yang signifikan. Dia belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya seperti dikutip SBS Hindi pada Rabu 8 April 2020.

“Kita bisa melihat gunung yang tertutup salju dengan jelas dari atap (rumah) kita. Dan bukan hanya itu, bintang terlihat di malam hari. Saya belum pernah melihat yang seperti ini belakangan ini,” kata Seechewal, yang telah bekerja untuk meningkatkan kesadaran akan pencemaran lingkungan selama lebih dari 30 tahun.

Baca Juga:  Deepika Padukone Pecahkan Rekor

Mantan pemain kriket India Harbhajan Singh mengatakan itu adalah pengalaman yang tidak pernah ada sebelumnya.

“Sebuah indikasi yang jelas tentang dampak pencemaran yang telah kami lakukan terhadap ibu bumi,” kata Singh memposting di Twitter.

India, negara berpenduduk hampir 1,4 miliar orang, telah memberlakukan lockdown karena pandemi COVID-19 sejak 22 Maret.

“Bukan hanya lalu lintas normal yang pergi dari jalan, tetapi sebagian besar industri juga ditutup. Lockdown telah membantu membawa tingkat polusi ke tingkat yang luar biasa rendah,” kata Seechewal.

Dewan Polusi Pusat India mengatakan jam malam nasional pada 22 Maret, dan penutupan wilayah sejak 22 Maret, telah menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam kualitas udara di negara itu.

Baca Juga:  Dana Swadaya, Kompas Bontang Rakit Bilik Sterilisasi

Di Delhi saja, secara keseluruhan, ada pengurangan hingga 44 persen pada PM10 tanggal 22-23 Maret 2020 dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Menurut India Today, Data Intelligence Unit (DIU) dari 16-27 Maret menunjukkan indeks kualitas udara meningkat 33 persen rata-rata di negara ini.

“Data menunjukkan bahwa rata-rata, kota-kota di India memiliki AQI 115 antara 16 dan 24 Maret. Kualitas udara mulai menunjukkan peningkatan dari hari pertama lockdown tanggal 21. Rata-rata AQI turun menjadi 75 dalam tiga hari pertama lockdown,” tulis laporan itu.

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan batas aman untuk kualitas udara adalah menjaga partikel PM2.5 di bawah 20mg/m3. Angka resmi menunjukkan lockdown sejauh ini membantu menjaga penyebaran virus korona tetap terkendali.

Baca Juga:  Bukan 10, Pasien Positif Korona di Kaltim Berjumlah 9 Orang, 6 dari Balikpapan

Menurut angka terbaru dari kementerian kesehatan India, jumlah total kasus COVID-19 di negara ini telah melewati angka 4.000 dengan lebih dari 100 orang meninggal sejauh ini. Tidak hanya di India, di sebagian besar wilayah lain, termasuk Amerika Serikat dan Eropa juga melaporkan kualitas udara yang membaik selama imbauan tinggal di rumah karena COVID-19. (tempo)

Print Friendly, PDF & Email
Source: Tempo
Tags: himalayaindialockdownvirus korona
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kemenkominfo Klaim Temukan 1.000 Hoaks Covid-19

Next Post

Pemkot Data Masyarakat Terdampak Covid-19

Related Posts

Isran Minta Maaf; Mau Tidak Mau 6-17 Mei Lockdown Dulu
Kaltim

Isran Minta Maaf; Mau Tidak Mau 6-17 Mei Lockdown Dulu

7 Mei 2021, 14:00
Dinkes Bontang Bantah Dua Rumah Sakit Tutup, Masa Isolasi Diperpanjang
Bontang

Hasil Rapid Test, 55 Pegawai RSIB Negatif Corona

26 April 2020, 19:36
RSUD Tetap Layani Pasien Gawat Darurat, Buka IGD Sementara
Bontang

Breaking News!!! Satu Pasien Lagi Positif Covid-19

25 April 2020, 17:57
PDP Meninggal Pasca Dirujuk dari RSIB, Ini Penjelasan Manajemen
Bontang

Ini Kronologi Meninggalnya PDP Usia 8 Tahun di Bontang

24 April 2020, 20:25
PDP Meninggal Pasca Dirujuk dari RSIB, Ini Penjelasan Manajemen
Bontang

PDP Meninggal Pasca Dirujuk dari RSIB, Ini Penjelasan Manajemen

24 April 2020, 19:30
Cemas Terhadap Covid-19, Polda Kaltim dan Pemkot Bontang Buka Layanan Konseling
Bontang

Cemas Terhadap Covid-19, Polda Kaltim dan Pemkot Bontang Buka Layanan Konseling

24 April 2020, 08:00

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.