• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Untuk Memulai Tahapan Pilgub Tahun Ini Butuh Rp 70 M

by BontangPost
3 Maret 2017, 13:01
in Breaking News
Reading Time: 3 mins read
0
Divisi Kreatif Bontang POst

Divisi Kreatif Bontang POst

Share on FacebookShare on Twitter

 

Badai defisit menimbulkan prahara. Semua sektor terdampak. Bahkan, kenduri demokrasi terbesar di Benua Etam kena getahnya.

Pemungutan suara Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur (Pilgub Kaltim) memang baru akan digelar 2018 mendatang. Kendati demikian, penganggarannya mirip-mirip multiyears contract (MYC). Di mana, kegiatannya tidak bisa dirampungkan dalam setahun. Melainkan dua tahun anggaran (TA). Sehingga, duitnya dicairkan bertahap.

Selaku “operator” pelaksana, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim membutuhkan anggaran yang lumayan besar. Awalnya sekitar Rp 526 miliar. Namun, karena alasan defisit, dipangkas beberapa kali hingga mentok di kisaran Rp 367 miliar.

Dana sebesar itu dikucurkan bertahap melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim 2017 dan 2018. Untuk tahun ini, KPU mengklaim kebutuhan dana sekitar Rp 70 miliar untuk memulai tahapan pilgub. Namun, Pemprov Kaltim hanya setuju Rp 20 miliaran.

Komisioner KPU Kaltim, Syamsul Hadi menuturkan, tahapan pilgub dimulai September tahun ini. Yaitu perekrutan tenaga ad hoc, pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), serta Panitia Pemungutan Suara (PPS). Selain itu, KPU juga akan mulai mendata pemilih.

“Semua kegiatan tersebut (tahapan, Red.) tentunya membutuhkan anggaran. Termasuk di akhir tahun nanti kami juga akan mulai melakukan pembukaan pendaftaran calon perseorangan. Sekalipun nantinya tidak ada yang mendaftar, kami tetap membuka pendaftarannya,” kata Syamsul, ditemui Metro Samarinda–bagian dari Bontang Post (Kaltim Post Group)–di Kantor KPU Kaltim, Kamis (2/3) kemarin.

Baca Juga:  Masih Perlu Sinkronisasi, Pansus Revisi RPJMD Diperpanjang

Dia menerangkan, penghitungan anggaran sebesar Rp 70 miliar tersebut sudah termasuk dalam total anggaran yang diajukan KPU ke pemprov. Sementara untuk tahun ini, baru sekitar Rp 20 miliar saja yang dianggarkan pemprov melalui APBD.

“Nantinya kami harapkan, sisa anggaran untuk tahun ini bisa dianggarkan di APBD Perubahan,” tambah Syamsul.

Namun begitu, KPU saat ini masih menunggu Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dari pemprov. Tujuannya sebagai bukti kepastian anggaran. Termasuk anggaran untuk tahapan di tahun ini.

Bahkan, kata dia, KPU telah berkoordinasi dengan Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak dalam proses penganggarannya. Gubernur menyatakan bakal membicarakannya kembali dengan DPRD Kaltim. KPU berharap NPHD ini bisa diberikan sebelum tahapan pilgub dimulai.

“Kalau bisa jauh hari sebelum tahapannya dimulai, NPHD sudah diberikan. Sehingga tidak mengganggu pelaksanaan tahapan pilgub. Jangan sampai nanti tahapannya berhenti karena anggarannya belum turun,” tandasnya.

Sementara itu, Faroek menggaransi akan memberi prioritas pendanaan kepada KPU Kaltim untuk mendukung pelaksanaan tahapan-tahapan pilgub.

“Bagi saya, dana untuk Pilgub Kaltim 2018 itu sangat prioritas. Namun pembahasanya tidak dilakukan di pemprov, tetapi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim. Namun pada prinsipnya saya mendukung usulan anggaran untuk KPU Kaltim,” kata Faroek usai menerima kunjungan KPU Kaltim, Rabu (1/3) lalu.

Baca Juga:  Yusran Tambah Suara

Lebih lanjut, kata dia, sudah menjadi kewajiban gubernur untuk mendukung dan memenuhi besaran anggaran yang diajukan KPU.

“Oleh karena itu, usulan penganggaran dana untuk tahapan dan pelaksanaan Pilgub Kaltim 2018 dari KPU, kami tunggu hasilnya. Semoga jumlah yang diusulkan tidak mengalami perubahan,” katanya.

Anggaran untuk pilgub memang mengalami pemangkasan, sebagai akibat dari defisit. Kembali ke Syamsul Hadi, pihaknya telah beberapa kali melakukan pengajuan anggaran ke pemprov.

Dia berharap, angka Rp 367 miliar tersebut final dan tidak lagi dipangkas. Pasalnya, KPU telah mengurangi banyak kegiatan. Salah satunya untuk sewa gudang selama proses pilgub berlangsung. Konsekuensinya, pemprov mesti menyediakan gudang untuk kebutuhan KPU dalam mengawal Pilpres nantinya.

“Sudah menjadi kewajiban pemprov untuk menyediakan gudang di setiap daerah. Karena anggaran KPU untuk itu (sewa gudang, Red.) sudah dihilangkan. Makanya kami minta perkiraan anggaran yang ada saat ini jangan dikurangi lagi,” tambahnya.

Sebelumnya, pertengahan Februari lalu, Komisi I DPRD Kaltim bertandang ke KPU RI di Jakarta. Hasilnya, tak ada bantuan dari pusat. Sehingga, APBD Kaltim yang mendanai. Dasarnya adalah Undang-undang (UU) Nomor 8 Tahun 2015 tentang Perubahan atas UU 1/2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) 1/2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Menjadi UU. Selain itu juga dari Peraturan KPU (PKPU).

Baca Juga:  Ratusan Pelamar Gagal Ikuti Seleksi CPNS

Ketua Komisi I DPRD Kaltim, Josep mengungkapkan, kepastian itu diperoleh dari hasil konsultasi komisi I dengan KPU. “Hasil konsultasi komisi I ke pusat, pembiayaan pilkada (pemilihan kepala daerah) dibiayai APBD daerah. Kalau pilkada provinsi dari APBD provinsi, pilkada kabupaten/kota dari APBD kabupaten/kota,” kata Josep saat itu.

Namun, dalam klausul disebutkan, jika anggaran tidak mencukupi atau tidak ada, pilkada tersebut bisa ditunda. Namun Josep menegaskan, untuk Pilgub Kaltim, pihaknya sudah menyiapkan.

Makanya, Josep mengimbau agar semua pihak tidak membesar-besarkan. Menurutnya, isu anggaran pilgub itu terlalu dikembangkan.

“Memang ada NPHD dari pemprov kepada KPU. Mengingat defisit anggaran, tahun ini (2017, Red.) diberikan Rp 20 miliar. Kan pilgub digelar tahun 2018. Kemudian, kami anggarkan di APBD murni tahun depan. Dari Rp 428 miliar yang diajukan, setelah dibahas bersama, menjadi Rp 367 miliar,” bebernya.

Untuk itulah, imbau Josep, KPU sebagai penyelenggara diharapkan tidak pesimistis. “Jangan terlalu pesimistis. Kami (Komisi I DPRD Kaltim, Red.) sudah konsultasi ke KPU pusat. Kan ada tahapan, ada proses sosialisasi. Jadi anggaran diturunkan secara bertahap,” katanya.

Sementara, sekretaris komisi I, Jahidin menambahkan, pemerintah pusat bisa saja memberikan bantuan untuk dana pilkada. “Tapi nanti, saat pengesahan APBD dipotong. Karena itu bantuan pinjaman. Dikhususkan bagi daerah yang tidak atau kekurangan dana pilkada, yang tidak jadi dilaksanakan,” papar Jahidin. (luk/gun)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Metro Samarindapilgub kaltim 2018
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

MTQ Bontang Barat Resmi Ditutup 

Next Post

Rusmadi-Nusyirwan Berjuang ke Puncak 

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.