bontangpost.id – Bangunan baru Pasar Taman Rawa Indah bakal beroperasi sebelum Iduladha. Tepatnya pada 15 Juli mendatang. Sekretaris Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Rita Atin Widiarti mengatakan saat ini pedagang masih melakukan proses persiapan dan pemindahan barang.
“Untuk peresmiannya belum pasti. Nanti kami informasikan lebih lanjut,” kata Rita.
Jadwal tersebut pun dibenarkan oleh Asosiasi Pedagang pasar Rawa Indah. Ketua asosiasi, Nurdin menepis rumor yang menyatakan asosiasi meminta pengoperasian pasar di bangunan baru dimulai 17 Juli.
Ia mengatakan, asosiasi mengikuti aturan dari Pemkot Bontang. Bahkan, pedagang kebanyakan menginginkan transaksi jual-beli di bangunan baru pasar dimulai sebelum Iduladha.
“Supaya pelanggan sudah mengetahui letak pedagang langganannya setelah Iduladha,” ucapnya.
Di sisi lain, perpindahan cepat ini diharapkan karena kondisi sebagian petak di bangunan sementara pasar kurang nyaman. Jika air laut pasang, kios serta lapak pedagang sayuran, ikan, dan ayam lantainya tergenang.
Menurutnya progres pengangkutan barang ke bangunan baru mencapai 50 persen. Malam hari pun pedagang mulai menyicil persiapan petak dan pengangkutan barang dagangan.
“Malam hari bangunan pasar baru dibuka untuk akses pengangkutan barang dagangan,” sebut dia.
Nantinya, tepat tanggal 15 Juli seluruh lapak dan kios di pasar sementara wajib kosong. Pasalnya sehari kemudian Pemkot Bontang akan memutus suplai aliran listrik di lokasi tersebut.
Awak media Kaltim Post (induk Bontangpost.id) langsung menuju bangunan baru pasar. Kondisinya beberapa pedagang tampak sibuk menyiapkan sarana penunjang untuk berjualan. Pedagang sembako Asnaeni berujar baru mulai membuat rak tempat jualan, Jumat (10/7/2020). Rak itu terbuat dari kayu yang disusun secara vertikal. Menempel di dinding kiosnya.
“Masih 40 persen persiapan saya ini. Toh juga masih ada lima hari,” ucapnya.
Ia mengaku mendapatkan delapan petak di bangunan baru. Sayangnya letaknya saling berjauhan. Dua petak di lantai satu dengan barang jualan yakni kelapa. Di lantai dua mendapat dua petak. Tepatnya di blok barang jualan sayuran dan ikan asin. Lantai ketiga berupa sembako mendapatkan empat petak.
“Nanti ada yang jaga karena lokasinya berjauhan,” sebut dia.
Sebelumnya, Tim Kota telah melakukan pengundian 1.366 petak. Mekanisme pengundian ini menggunakan sistem digital. Pedagang yang telah menerima undangan hasil verifikasi pendataan sebelumnya menekan tombol untuk mendapatkan nomor petak. Sesuai dengan klasifikasi barang dagangannya. Pengundian berlangsung selama delapan hari. Mulai 16 hingga 23 Juni lalu. (*/ak/kpg)







