bontangpost.id – Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2020 di Bontang dilangsungkan di tengah pandemi. Dua hari lepas agenda tahunan itu digelar, venue utama HKAN, Bontang Mangrove Park (BMP) sementara ditutup.
Kepala TNK Bontang Nur Patria menjelaskan penutupan ini dilakukan sementara. Setidaknya hingga Senin (21/9/2020) mendatang. Ini dilakukan lantaran pihaknya mesti membersihkan seluruh areal Bontang Mangrove Park dari sisa-sisa kegiatan.
Melakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan. Mengingat pada 15-16 September, lalu, Bontang Mangrove Park dibanjiri ratusan orang dari penjuru Indonesia. “Teman-teman juga perlu istirahat. Karena seminggu penuh energi terkuras untuk persiapan HKAN 2020,” beber Nur Patria.
Dijelaskan, berdasarkan surat keputusan (SK) Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan surat edaran Wali Kota Bontang terkait adaptasi kebiasaan baru, maka Bontang Mangrove Park dibuka tapi dengan menerapkan standar protokol. Ada 11 aturan, tapi paling utama ialah pakai masker berstandar, jaga jarak, cuci tangan, dan suhu tubuh di bawah 37 derajat celsius. “Boleh masuk tapi dengan protokol. Tanpa itu dilarang,” tegasnya.
Dari pantauan bontangpost.id di lokasi, nyaris tak ada lagi sisa-sisa HKAN 2020 di BMP. Bersih, tak ada sampah. Yang tersisa hanya spanduk berdiri dekat pelataran parkir sayap kanan.
Wahana Baru
Selama pandemi ini, TNK Bontang gencar melakukan perbaikan dan peningkatan wahana. Untuk menunjang kenyamanan pengunjung kala menyambangi taman mangrove yang mengusung konsep pendidikan dan petualangan itu.
Misalnya, tak jauh dari gerbang utama memasuki BMP, terdapat kursi-kursi panjang dijejer menghadap alam terbuka. Untuk membuat suasana semakin manis, di atasnya terdapat lampu fiting gantung. Terbaru, BMP kini menyediakan fasilitas camping. Posisinya tepat di sisi kiri muka BMP.
Kata Nur Patria, area camping itu didirikan akhir Agustus 2020 lalu. Balai TNK menggandeng dan memberdayakan masyarakat setempat, dalam mengembangkan BMP.
“Ini kerja sama antara kami dan masyarakat. Jadi mereka ikut kami berdayakan,” ujarnya bersemangat.
Area Camping itu mengusung konsep glamping. Sangat kekinian. Total ada 10 tenda besar berdiri di BMP.
Adapun glamping adalah singkatan dari kata glamorous camping. Kemah tapi tetap glamor. Glamping menawarkan konsep berkemah dan menikmati alam sambil dikelilingi fasilitas nyaman. Walaupun tidur di tenda, kemudahan yang biasa didapat saat menginap di penginapan seperti kasur, lemari, hingga kamar mandi tetap tersedia.
“Bisa menginap. Nanti ada paketannya itu,” beber Nur Patria.
Tapi karena posisi Bontang masih zona merah, maka area camping sementara belum dibuka untuk pubik. Pun sejatinya fasilitas terbaru itu belum di-launching.
“Nanti kami lihat kondisi dulu. Kalau membaik, pasti dibuka,” bebernya.







