• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Ragam

Perut Buncit Lebih Berbahaya Dibandingkan Obesitas Biasa

by BontangPost
1 November 2020, 10:59
in Ragam
Reading Time: 1 min read
0
Ilustrasi perut buncit. (Shutterstock)

Ilustrasi perut buncit. (Shutterstock)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Efek buruk terpenting dari kondisi kelebihan berat badan pada individu dengan obesitas adalah meningkatkan berbagai risiko penyakit degeneratif akibat ketidakseimbangan tekanan darah, sekresi insulin, dan kadar kolesterol HDL dan LDL. Tentu saja hal ini tidak akan menimbulkan gejala langsung yang serius, tetapi akan bertambah parah seiring dengan berjalannya usia individu.

Sedangkan pada individu yang mengalami obesitas sentral alias perut buncit, dampak dari penimbunan lemak akan lebih cepat dialami. Berikut beberapa hal yang menyebabkan obesitas sentral lebih berbahaya.

1. Risiko kematian yang lebih tinggi

Individu dengan lemak yang menumpuk di sekitar perut memiliki risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan individu dengan obesitas biasa. Hal ini didukung dengan penelitian baru-baru ini yang menunjukkan bahwa individu dengan obesitas namun tidak memiliki obesitas sentral akan memiliki risiko kematian yang lebih rendah.

Baca Juga:  Ibu Hamil Tetap Jalankan Puasa, Waspadai 4 Kondisi ini

2. Tidak hanya berisiko terhadap penyakit kardiovaskuler

Penimbunan lemak di sekitar abdomen juga meningkatkan risiko disfungsi ereksi dan kanker. Hal ini disebabkan penimbunan lemak di dekat organ vital tubuh di sekitar perut dapat memicu kerusakan akibat inflamasi pada bagian dalam. Akibatnya individu menjadi lebih berisiko terhadap penyakit kronis.

3. Lebih berisiko menyebabkan penimbunan lemak di dalam pembuluh darah

Penelitian oleh Fan menunjukkan individu lansia dengan obesitas sentral berisiko mengalami arterosklerosis. Sedangkan individu dengan kategori obesitas berdasarkan IMT tidak meningkatkan risiko arterosklerosis. Obesitas sentral dan obesitas umum merupakan kondisi akibat penimbunan lemak.
Namun penimbunan lemak di perut atau obesitas sentral lebih berisiko untuk mengalami gangguan bahkan kematian lebih cepat dibandingkan dengan obesitas pada umumnya. (hellosehat)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kesehatan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Antisipasi Bertambahnya Pasien Covid-19, RSUD Taman Husada Ubah Fasilitas

Next Post

Alih Fungsi Ruangan RSUD, IDI: Perhatikan Akses Keluar Masuk

Related Posts

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia
Kesehatan

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia

15 Desember 2024, 20:36
Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah
Kesehatan

Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah

23 September 2024, 17:25
Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik
Kesehatan

Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik

29 Agustus 2024, 19:14
9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam
Kesehatan

9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam

14 Juli 2024, 11:51
Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita
Kesehatan

Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita

9 April 2024, 11:06
Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar
Bontang

Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar

24 Maret 2023, 13:30

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.