• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial

Melihat Kerja Tim PSC Covid-19 Bontang; Jemput Pasien sampai Beri Rekomendasi Resepsi

by Redaksi Bontang Post
1 Desember 2020, 15:57
in Advertorial
Reading Time: 3 mins read
0
Sejak pandemi Covid-19, Tim PSC Bontang terus bekerja. Mulai melakukan pendataan hingga penjemputan pasien. (Fitri Wahyuningsih/bontangpost.id)

Sejak pandemi Covid-19, Tim PSC Bontang terus bekerja. Mulai melakukan pendataan hingga penjemputan pasien. (Fitri Wahyuningsih/bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi bagian dari Tim Public Safety Center (PSC) Covid-19 Bontang tidak pernah mudah. Segala informasi dan pelaporan terkait Covid-19 di kota ini mereka yang mengatur sirkulasinya. Tak mengherankan, ini kemudian membuat tim PSC mesti bekerja 24 jam non-stop selama 7 hari. Semua demi melayani publik.

Fitri Wahyuningsih, Bontang

SUASANA di lantai satu gedung dua lantai itu terlihat lebih lengang. Meja rapat yang ada di sisi kiri ruangan hanya diisi dua orang. Seorang perempuan terlihat berjibaku dengan keyboard di laptop. Satu pria sibuk berbicara dengan seseorang di ujung telepon.

Sementara di sisi kanan ruangan, tepat di bawah tangga, empat perempuan nampak sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Ada yang berjibaku dengan bundelan kertas. Ada yang sibuk mengetik sesuatu di komputer. Tempat kerja mereka ini disekat menggunakan plastik transparan. Dari luar, kegiatan mereka terekam jelas, tiap percakapan pun bisa didengar. Bisa berinteraksi dengan mereka.Tapi ada batas, ada jarak. Senin (30/11/2020) siang, beginilah aktivitas yang terekam di lantai satu Gedung PSC Bontang, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara.

“Ini kelihatan sepi karena belum semua datang. Tapi kalau pekerjaan, di hari Senin-Rabu bukan main sibuknya kami,” ujar Scandianova.

Baca Juga:  Dinkes Bontang Bantah Dua Rumah Sakit Tutup, Masa Isolasi Diperpanjang

Dian, panggilannya, adalah bagian dari Tim PSC) Bontang. Dia bersama 14 rekannya yang lain bekerja di tempat ini, secara bergantian memonitor perkembangan Covid-19 di Bontang selama 24 jam non-stop selama 7 hari.

Di PSC, total 15 orang bekerja secara bergiliran. Mereka dibagi dalam 4 pergantian jadwal kerja. Jadwal pagi, pukul 08.00-15.00 Wita. Siang pukul 15.00-22.00 Wita. Malam pukul 10.00-08.00 Wita. Dan tim kerja lepas malam.

“Dalam seminggu libur kami sehari saja. Tapi pada dasarnya PSC ini tidak ada istirahatnya. Selalu melayani publik sejak dibuka akhir Maret 2020 lalu,” beber Dian.

Dalam tiap shift kerja, diisi 3-4 orang. Komposisinya, 1 bidan, 1 supir, 1 operator, dan 1 perawat, juga ada 1 dokter. Komposisi ini adalah ‘tim darurat’. Jadi, kalau-kalau ada pasien positif yang perlu dijemput di kediamannya, atau ada hal-hal mendesak lain terkait penanganan Covid-19, mereka bisa cepat bergerak.

“Harus gercep (gerak cepat), Mbak. Kami tidak tugas di Gedung PSC saja. Kami juga bertugas jemput pasien positif kalau memang diperlukan,” beber perempuan yang berposisi sebagai bidan ini.

Kata Dian, ada perbedaan ketika Covid-19 awal-awal merebak, dan sekarang masuk adaptasi kebiasaan baru (AKB). Di awal, masyarakat cukup disiplin melaporkan diri ke PSC ketika keluar kota atau baru tiba dari luar kota. Ratusan laporan masuk melalui aplikasi pesan instan (WhatsApp/WA), Google form, dan telepon diterima Tim PSC. Sekarang, tidak sampai 50 yang melapor. Dian menaksir, itu terjadi lantaran masyarakat merasa bosan dengan prokes dan mulai mengabaikan pentingnya isolasi mandiri demi kebaikan bersama.

Baca Juga:  Update Covid-19 di Bontang: Hasil Swab 13 Petugas Faskes Dikonfirmasi Negatif, Tidak Ada Tambahan ODP, PDP, dan OTG

“Padahal, namanya protokol yah tidak boleh ada kata bosan. Kan ini demi kebaikan bersama juga,” ujarnya.

Sekarang, selama AKB, Tim PSC kemudian mendapat “tugas tambahan” lain. Yakni menerbitkan segala macam dokumen yang terkait dengan Covid-19 dan prokes. Seperti keterangan positif atau negatif Covid-19, rekomendasi boleh tidaknya pelatihan atau kegiatan yang berpotensi mengumpulkan massa (terkait jaminan disiplin prokes), rekomendasi untuk menggelar hajaran (Seperti pernikahan), dan surat keterangan lainnya.

“Banyak banget mbak. Karena semuanya yang keluarkan yah kami (Tim PSC). Senin-Rabu itu bisa sampai 100 surat yang mesti diterbitkan. Agak repot, tapi namanya tugas sebisa mungkin kami bawa enjoy,” urainya sembari tertawa getir.

Jadi soal, lantaran beberapa orang yang meminta rekomendasi kerap menawar prokes yang ditetapkan Tim Satgas. Misalkan ketika ingin menggelar pernikahan. Ketentuannya, hanya akad nikah diizinkan. Dengan maksimal undangan 40 orang. Ini sudah termasuk keluarga kedua mempelai, penghulu, saksi, dan petugas lain dari KUA atau catatan sipil. Selain itu tidak boleh. Pun maksimal kegiatan ialah 4 jam dan tidak boleh ada prasmanan.

Baca Juga:  Cegah HIV/Aids, Puskesmas Imbau Masyarakat Lakukan Tes Sejak Dini

“Tapi kan ada saja warga yang ketika minta rekomendasi, masih juga nawar. Yah kami tidak boleh. Kalau ada klaster nikahan, pasti PSC yang kena (Sorot). Juga kalau ada aparat yang patroli dan prokes diabaikan, kami tidak mau tanggung jawab,” bebernya.

Dikatakan perempuan 29 tahun ini, setiap orang dapat berperan menghentikan penyebaran Covid-19. Dan sejatinya peran aktif publik sangat diperlukan. Tidak ada yang bisa menang melawan Covid-19 bila hanya kerja sendiri, dalam hal ini tenaga kesehatan (Nakes), tapi tidak didukung publik. Sebabnya Diab berharap, publik bisa ambil aksi. Mulai dari diri sendiri, disiplin prokes 3M: mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Pun sebisa mungkin, hindari tempat-tempat yang dihadiri massa.

“Juga ketika ada tim yang minta dukungan publik, misalnya diminta jujur soal riwayat perjalanan dan kontak erat, tolong jujur,” tandasnya. (adv)

Tags: dinkes bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kaltim Post Dinobatkan Pers Peduli Pendidikan

Next Post

Januari Sekolah Dibuka, Berikut Protokol Kesehatan yang Mesti Dipatuhi

Related Posts

Obat Kedaluwarsa Disimpan Sembarang Tempat, Gudang Farmasi Bontang Layaknya Penyimpanan Mi Instan
Bontang

Obat Kedaluwarsa Disimpan Sembarang Tempat, Gudang Farmasi Bontang Layaknya Penyimpanan Mi Instan

7 Februari 2023, 15:17
Jangan Takut ke Puskesmas
Advertorial

Puskesmas Dorong Sekolah Gunakan Aplikasi SIPGAR

5 Desember 2020, 09:11
Puskesmas BU I Gelar Pelatihan UKS untuk Pegawai Sekolah
Advertorial

Puskesmas BU I Gelar Pelatihan UKS untuk Pegawai Sekolah

4 Desember 2020, 17:01
Masih Pandemi, Posyandu Mutiara Tetap Semangat Layani Masyarakat
Advertorial

Masih Pandemi, Posyandu Mutiara Tetap Semangat Layani Masyarakat

3 Desember 2020, 08:44
Alhamdulillah, Hasil Swab 17 Orang di Bontang Dinyatakan Negatif
Advertorial

Ribuan Warga Bontang Idap Diabetes dan Hipetensi, Dinkes: Perhatikan Gaya Hidup

3 Desember 2020, 08:00
Cegah HIV/Aids, Puskesmas Imbau Masyarakat Lakukan Tes Sejak Dini
Advertorial

Cegah HIV/Aids, Puskesmas Imbau Masyarakat Lakukan Tes Sejak Dini

2 Desember 2020, 20:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.