• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Penerapan PPKM Dinilai Tak Tegas, DPRD Usul Rapid Antigen Massal

by BontangPost
2 Februari 2021, 08:55
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Tren kasus paparan Covid-19 belum mengalami penurunan signifikan. Legislator mendorong agar pemutusan mata rantai penyebaran virus korona dapat maksimal. Sehingga status Kota Taman agar segera menjadi zona hijau.

Anggota DPRD Bakhtiar Wakkang meminta kepada Pemkot Bontang untuk memberlakukan rapid antigen massal. Khususnya bagi pendatang yang baru saja dari luar daerah. Sejatinya dilakukan di akses masuk Kota Bontang. Skema pemeriksaan itu dipandang dapat mempercepat pendeteksian paparan. Tujuannya agar penyebaran tidak lebih luas.

“Saya sepakat jika ada langkah itu (rapid antigen massal),” kata wakil rakyat yang akrab disapa Tiar.

Politisi Partai NasDem ini menilai kebutuhan anggaran tidak melulu dibebankan kepada kas daerah. Namun kepala daerah dapat berkoordinasi dengan beberapa perusahaan. Diambil dari bantuan dana corporate social responbility (CSR). Dikarenakan anggaran kas daerah pun terbatas.

Baca Juga:  Bontang Terapkan PPKM, Dewan Merasa Tak Dilibatkan

“Permasalahan covid itu bukan semata tugas pemerintah. Tetapi butuh peran semua pihak. Termasuk pimpinan perusahaan yang ada di Bontang,” ucapnya.

Mengingat dua aspek yakni kesehatan dan ekonomi ibarat dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Terutama di masa pandemi kali ini. Kelonggaran ini menyebabkan salah satu pemantik angka kasus meningkat drastis. Terlebih dinobatkan sebagai kota industri, umumnya warga memanfaatkan waktu libur untuk menuju daerah lain. Seperti Balikpapan atau Samarinda.

“Kondisi itu yang menyebabkan potensi penyebaran virus. Tentunya, perusahaan juga tergantung stabilitas kesehatan di sini,” tutur dia.

Tak hanya itu, pria yang akrab disapa BW ini juga menyoroti peneggakan penerapan PPKM pada periode pertama. Pasalnya, masih ada ketidaktegasan petugas ketika menindak pelanggar protokol kesehatan.

Baca Juga:  PPKM Bontang, Prakla Tutup

“Aturan sudah jelas tetapi masih banyak pelanggaran yang dibiarkan. Saya melihat banyak anak muda yang nonkrong malam hari tanpa masker masih dibiarkan,” sebutnya.

Jangan dijadikan regulasi hanya sebatas formalitas mengacu ketentuan pusat. Karena akan menumbuhkan sikap apatis di kalangan masyarakat. Akibatnya ketidakpedulian ini berefek pada lonjakan kasus.

“Covid ini bukan main-main. Kalau mau jalankan regulasi ya jalankan. Tetapi jika tidak bisa baiknya dicabut saja,” tegasnya.

Bagi pelaku usaha kuliner maupun pusat perbelanjaan bila mengindahkan durasi pembatasan harus diberi surat teguran. Hingga pencabutan izin usaha saat masih melakukan pelanggaran berulang.

Diketahui pemilik usaha kuliner hanya wajib mengakomodasi 25 persen pengunjung dari kapasitas semula. Saat hendak makan di tempat. Hingga pukul 20.00 Wita. Selebihnya skema yang diberlakukan ialah pesan-bawa pulang. Sementara untuk pusat perbelanjaan operasional harus tutup ketika melampui durasi itu.

Baca Juga:  PPKM, Akses Tugu Selamat Datang Tak Diperketat

Pengamat kebijakan publik dan kesehatan dr Etha Rimba Paembonan juga berpendapat Pemkot belum serius menerapkan PPKM. Akibatnya penyebaran angkanya masih hebat. Poin utama uialah edukasi kepada masyarakat untuk menerapkan prokes.

“Kuncinya di disiplin masyarakat. Caranya edukasi dan aturan oleh pemerintah. Sejauh ini penerapan aturan belum serius,” urainya.

Menurutnya tiap daerah dapat menentukan sendiri detail kebijakan untuk menurunkan angka kasus. Bila angkanya tidak turun selama PPKM perlu dilakukan pengecekan. “Apa benar sesuai dan sudah dilaksanakan demikian (ketentuannya),” pungkasnya. (*/ak)

 

Print Friendly, PDF & Email
Tags: ppkm
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pembatas Simpang Jalan Pattimura Dibongkar, Kajian Pemkot Bontang Dipertanyakan

Next Post

Dukung Program Kemanusiaan dan Dakwah, UPZ Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan Rp 186 Juta

Related Posts

PPKM Resmi Dicabut, Kemenkes Anjurkan Tetap Pakai Masker
Nasional

PPKM Resmi Dicabut, Kemenkes Anjurkan Tetap Pakai Masker

31 Desember 2022, 15:28
PPKM Level 4 Diperpanjang sampai 9 Agustus
Kesehatan

PPKM Segera Diakhiri, Jokowi Tunggu Kajian Kemenkes

23 Desember 2022, 11:00
Pemkot Bontang Siapkan Langkah Antisipasi Sebelum Masuk PPKM Level Empat
Bontang

Pemkot Bontang Siapkan Langkah Antisipasi Sebelum Masuk PPKM Level Empat

18 Februari 2022, 15:00
Ada Sinyal Penerapan PPKM Level 3 di Bontang
Bontang

Ada Sinyal Penerapan PPKM Level 3 di Bontang

15 Februari 2022, 07:00
Sembilan Kelurahan Zona Merah, Pemkot Bontang Wacanakan Pembatasan
Bontang

Sembilan Kelurahan Zona Merah, Pemkot Bontang Wacanakan Pembatasan

14 Februari 2022, 13:09
Berharap Bontang Turun ke PPKM Level 2
Bontang

Berharap Bontang Turun ke PPKM Level 2

2 Oktober 2021, 16:49

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.