• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Polisi-Teroris Duel di Tengah Waduk

by M Zulfikar Akbar
26 Desember 2016, 18:07
in Breaking News
Reading Time: 3 mins read
0
Salah satu terduga teroris yang ditangkap di Waduk Jati Luhur menjalani perawatan khusus di RS Polri, Jakarta, Minggu (25/12/2016). (Imam Husein/Jawa Pos)

Salah satu terduga teroris yang ditangkap di Waduk Jati Luhur menjalani perawatan khusus di RS Polri, Jakarta, Minggu (25/12/2016). (Imam Husein/Jawa Pos)

Share on FacebookShare on Twitter

Hendak Lakukan Teror Natal dan Tahun Baru

JAKARTA – Kewaspadaan polisi dalam mengamankan Natal dan tahun baru, dengan status siaga satu, bukan tanpa alasan. Sebab, ancaman teror memang masih membayangi.

Kemarin (25/12) Densus 88/Antiteror membekuk empat terduga teroris yang diidentifikasi merupakan jaringan Jamaah Anshar Daulah, Tasikmalaya, Jabar. Dua orang ditangkap dan dua lainnya tewas karena nekat melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam. Mereka diduga hendak melakukan teror saat Natal dan pergantian tahun pekan depan.

Kemarin pukul 09.00 Densus 88/Antiteror membekuk Ivan Rahmat Syarif, 28, dan Rijal alias Abu Arham, 29, di Jalan Ubrug, Cibinong, Jatiluhur, Purwakarta, Jabar. Dua orang tersebut berasal dari daerah yang sama, yakni Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Sebelum ditangkap, keduanya sempat melakukan perlawanan dengan pisau. Namun, tak lama, mereka menyerah. Dari keterangan keduanya, ternyata masih ada anggota komplotan lain yang bersembunyi di rumah apung di tengah-tengah Waduk Jatiluhur. Jumlahnya juga dua orang.

Tim Densus 88 mendatangi tempat tersebut. Karena sasaran berada di tengah waduk, dilibatkan pula polisi dari Polair Polda Jabar. Maka, bergeraklah tim gabungan tersebut dengan kapal polair.

Sampai di sasaran, polisi disambut perlawanan dua orang yang akan disergap tersebut. Mereka keluar dari rumah apung dengan golok teracung. Maka, terjadilah duel antara polisi dan dua terduga teroris di rumah apung itu. Karena perlawanan keduanya membahayakan nyawa, polisi menghujani mereka dengan tembakan. Tak butuh waktu lama, keduanya roboh dan tewas.

Baca Juga:  Terlibat Narkoba, Polisi Dipecat 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Mabes Polri Brigjen Rikwanto mengungkapkan, saat polisi akan menangkap, ternyata keduanya membawa golok. Mereka melawan dan berusaha melukai petugas. ’’Nama kedua pelaku yang tewas adalah Abu Sofi dan Abu Fais,’’ jelasnya. Abu Sofi juga dikenal dengan nama Abu Azis alias Mas Brow, warga Jalan Tipar, Kecamatan Kotawaringin, Kabupaten Bandung. Sedangkan Abu Fais merupakan warga Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Dalam penangkapan tersebut, diamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, senjata tajam dan sejumlah dokumen. Saat ini pemeriksaan masih berlangsung terhadap pelaku teror dan analisis dilakukan pada berbagai barang bukti tersebut. ’’Kami masih dalami,’’ ujar Rikwanto.

Sementara itu, seorang sumber yang mengetahui rangkaian penangkapan di Jatiluhur menyebutkan, empat terduga teroris itu terhubung dengan kelompok Jamaah Anshar Daulah (JAD) Tasikmalaya. Anggota lain jaringan JAD Tasikmalaya itu beberapa waktu lalu sudah ditangkap di Kampung Curug, RT 2, RW 1, Babakan, Setu, Tangerang Selatan. Jumlahnya juga empat orang. Yang ditangkap hidup-hidup bernama Adam, sedangkan tiga lainnya tewas setelah melawan dengan melemparkan bom. ’’Ini rangkaian penangkapan dengan jaringan yang dibekuk di Tangsel,’’ tutur sumber tersebut.

Baca Juga:  Polisi Masih Cari Pengeroyok Pegawai KPK

Soal perlawanan menggunakan pisau, dia mengatakan bahwa penggunaan pisau itu mirip dengan kasus teroris di Pos Polisi Cikokol, Jakarta, beberapa waktu lalu. ’’Mereka berusaha melukai petugas,’’ jelasnya.

Dalam penangkapan tersebut, ternyata petugas juga menemukan sebuah surat wasiat, sekaligus ancaman. Surat itu berisi tulisan; Wahai kalian bala tentara thogut, sesungguhnya hari ini dan seterusnya akan menjadi hari-hari yang dipenuhi ketakutan bagi kalian. Kami akan mendatangi pos-pos kalian. Sisa umur kalian berada di ujung pisau-pisau kami. Tunggulah, kami sesungguhnya juga menunggu. ’’Dalam surat itu juga tertulis pesan dari Junud Khilafah Islamiyah Nusantara,’’ paparnya.

Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Chaliyan mengaku heran mengapa para teroris tersebut bersembunyi di rumah apung Waduk Jatiluhur. ’’Kami bisa pastikan bahwa mereka teroris karena ditemukan surat pernyataan yang isinya siap menjadi pengantin. Juga pernyataan pamit akan melakukan jihad. Lokasi dan targetnya siapa, kami belum tahu, masih dalam penyidikan,’’ papar Anton.

Pengamat terorisme Indonesia Al Chaidar mengatakan, jaringan JAD sebenarnya sudah melebur dengan Mujahidin Indonesia Barat (MIB) dengan aksi berbaiat kepada ISIS sejak 2014. JAD sendiri sebenarnya pecahan dari orang-orang dari jaringan Jamaah Islamiyah (JI) yang dulu berkaitan dengan organisasi teroris asal Afghanistan Al Qaedah.

Baca Juga:  Rumah Terduga Teroris di Tasik Digeledah

’’Namun, seiring waktu, pentolan JI sudah berguguran dan ISIS muncul ke permukaan. Akhirnya, JAD menyatakan berbaiat kepada ISIS pada 2014,’’ jelasnya.

Jaringan JAD yang terungkap akhir-akhir ini diawali dari penggerebekan laboratorium bahan peledak di Majalengka pada 23 November 2016. Dari tempat tersebut, ditangkap seorang pria bernama Rio. Dari Rio itulah polisi merunut jaringan mereka. Mulai yang di Tangsel hingga yang Purwakarta kemarin.

Purwakarta, lanjut Chaidar, memang menjadi asal mula komplotan JAD. Menurut dia, jaringan tersebut diciptakan Abu Roban pada 2006 setelah Noordin M. Top mulai bersembunyi pada tahun yang sama. Namun, saat Abu Roban tertangkap, jaringan itu mulai bergeser ke ISIS dan ditangani langsung oleh Bahrun Naim.

’’Memang, persebaran jaringan satu ini hampir sama seperti MIB, tetapi juga secara rahasia. Jadi, belum tentu jaringan di Majalengka tahu banyak soal yang di Purwakarta,’’ jelasnya.

Karena itu, Chaidar mengapresiasi upaya kepolisian yang bisa mengusut jaringan dari temuan di Majalengka. Menurut dia, polisi memang perlu upaya keras untuk mengungkap jaringan MIB yang masih kukuh. ’’Kalau MIT (Mujahidin Indonesia Timur) kan sudah melemah sejak Santoso gugur,’’ ucapnya. (idr/bil/gan/JPG/c17/nw/jpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: densus 88polisiteroris
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Akom Gugat Putusan MKD

Next Post

Wings Air Overshoot di Semarang

Related Posts

Siap-siap! KPK Dalami Dugaan Pemerasan Libatkan 43 Anggota Polri, Nilainya Capai Rp26,2 Miliar
Nasional

Siap-siap! KPK Dalami Dugaan Pemerasan Libatkan 43 Anggota Polri, Nilainya Capai Rp26,2 Miliar

29 Desember 2025, 16:12
AKBP Dody Surya Putra Dicopot dari Kapolres Kukar setelah Berseteru dengan Anggota DPD RI
Bontang

AKBP Dody Surya Putra Dicopot dari Kapolres Kukar setelah Berseteru dengan Anggota DPD RI

21 Agustus 2025, 00:18
Kapolri Copot 24 Polisi Kaki Tangan Irjen Ferdy Sambo
Nasional

Kapolri Minta Jajaran Berani Tolak Perintah Atasan yang Salah

2 Maret 2023, 13:00
Polisi Pangkat Kombes Ditangkap saat Nyabu di Hotel
Kriminal

Polisi Pangkat Kombes Ditangkap saat Nyabu di Hotel

7 Januari 2023, 16:30
Jabat Kapolsek, Dewan Pers Bakal Cabut Status Wartawan Iptu Umbaran
Nasional

Jabat Kapolsek, Dewan Pers Bakal Cabut Status Wartawan Iptu Umbaran

14 Desember 2022, 15:03
14 Tahun Jadi Kontributor TV, Tiba-tiba Jadi Kapolsek
Nasional

14 Tahun Jadi Kontributor TV, Tiba-tiba Jadi Kapolsek

13 Desember 2022, 18:20

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.