• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Hujan Interupsi Warnai Laporan Akhir Pansus RSI, Pemprov Tetap Banding, Pemkot Tunggu Jaang

by BontangPost
16 Maret 2017, 13:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
HASIL KERJA: Ketua Pansus RSI, Rita Artaty Barito (kanan) menyerahkan laporan kepada ketua DPRD Kaltim, Syahrun dalam rapat paripurna, Rabu (15/3) kemarin. (IST)

HASIL KERJA: Ketua Pansus RSI, Rita Artaty Barito (kanan) menyerahkan laporan kepada ketua DPRD Kaltim, Syahrun dalam rapat paripurna, Rabu (15/3) kemarin. (IST)

Share on FacebookShare on Twitter

 

SAMARINDA – Setelah empat bulan bekerja, Panitia Khusus Rumah Sakit Islam (Pansus RSI) DPRD Kaltim akhirnya menyampaikan laporan akhirnya. Laporan akhir ini dibacakan ketua pansus Rita Artaty Barito dalam Rapat Paripurna ke-4 DPRD Kaltim, Rabu (15/3) kemarin.

Dalam paripurna terbuka tersebut, pansus mengeluarkan beberapa rekomendasi dalam upaya menyelesaikan konflik antara Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) dengan Pemprov Kaltim.

Rita mengatakan, pansus mengapresiasi keinginan Pemprov Kaltim dalam mendirikan rumah sakit tipe C. Di satu sisi, pansus memberikan penghargaan kepada Yarsi yang selama 30 tahun dianggap telah mengelola rumah sakit dengan baik. Salah satu rekomendasi yang dikeluarkan pansus, yaitu agar Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda dapat memberikan izin perpanjangan penggunaan lahan yang kepada Yarsi dalam mengelola RSI.

“Sehingga sesuai dengan Undang-undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, jangan sampai pelayanan kesehatan kepada masyarakat terganggu,” kata Rita.

Laporan pansus tersebut ditanggapi beragam oleh anggota-anggota DPRD Kaltim yang hadir dalam sidang. Hujan interupsi pun terjadi sebelum ketua DPRD Kaltim Syahrun membacakan keputusan akhir.

Baca Juga:  ANNUR Bantah Lakukan Intimidasi

Interupsi pertama datang dari Fraksi Golkar, Mursidi Muslim. Dia mengatakan, permasalahan antara Yarsi dengan pemprov ini telah banyak mengorbankan masyarakat. Sehingga dia berharap pemprov dapat berlapang dada demi mengedepankan kepentingan umat.

“Kami minta banding yang dilakukan pemprov ke PTUN agar dapat dihentikan. Kasihan pegawai RSI yang terpecah. Ada yang masuk RSI, ada yang masuk ke BLUD,” kata Mursidi.

Senada, ketua Fraksi PKS Kaltim Masykur Sarmian. Dia meminta pemprov bisa legawa meninjau ulang banding yang tengah dilakukan. Tujuannya untuk menurunkan tensi memanas yang tengah terjadi di Kaltim. Apalagi di tengah gejolak kondisi ekonomi yang serba sulit seperti sekarang ini, dia menilai lebih bijak bila saat ini pengelolaan RSI dipercayakan pada Yarsi.

“Dengan demikian Yarsi bisa menaikkan taraf pelayanan dan RSI bisa naik level. Bukan hanya tipe C, tapi naik ke level B bahkan kalau bisa ke level A,” ujar Masykur.

Baca Juga:  Jelang Perayaan Iduladha 1439 H, Harga Sembako Diprediksi Melambung 

Terkait rekomendasi yang dikeluarkan pansus, ketua Fraksi Demokrat Wibowo Handoko menyatakan pihaknya mendukung hasil kerja pansus. Dalam hal ini, dia mendorong agar pemprov melaksanakan semua rekomendasi yang dikeluarkan oleh pansus.

“Bahkan kalau perlu dilakukan revisi pada perda untuk memperkuat posisi RSI,” sebut Bowo, sapaan karibnya.

Sementara itu Jahidin dari Fraksi PKB menuturkan, langkah hukum yang dilakukan pemprov patut untuk dihormati. Namun sampai keputusan berkekuatan hukum tetap atau inkracht keluar, rekomendasi-rekomendasi yang menjadi keputusan DPRD Kaltim perlu untuk dilaksanakan.

“Kembali ke posisi hukum yang sebenarnya. Ada hak yayasan yang melekat, sehingga tidak bisa serta merta dihentikan perizinannya. Tidak boleh serta merta dipindahalihkan. Pansus telah melakukan konsultasi ke Kemendagri dan hasilnya jelas, tidak boleh mengesampingkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” kata Jahidin.

Baca Juga:  Perusahaan Belum Bertanggung Jawab?

Menanggapi keputusan DPRD Kaltim ini, Asisten III Pemprov Kaltim, Bere Ali menyatakan tetap melakukan proses banding. Menurutnya, keputusan DPRD adalah ranah politik. Sementara untuk administrasi perizinan adalah ranah hukum. Sehingga Pemprov tetap mengupayakan langkah banding. Dalam hal ini pihaknya menunggu keputusan hukum tetap atau inkracht.

“Harus inkracht. Hasil inkracht-nya seperti apa, itu yang kami ikuti. Sebelum ada inkracht tidak bisa, karena kami berpegang pada aturan,” papar Bere Ali.

Sedangkan Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Samarinda Hermanto menyebut, sementara ini akan menerima dan menampung terlebih dahulu hasil rekomendasi dari DPRD Kaltim. Laporan pansus ini akan disampaikan kepada Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang sebelum nantinya diputuskan langkah apa yang akan diambil Pemkot Samarinda.

“Keputusan ini akan dirapatkan dengan Pak Wali Kota. Otoritasnya kan ada di beliau. Saat ini beliau sedang ada di luar kota,” tandas Hermanto. (luk)

Tags: konflik RSIMetro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Posisi Hadi Terancam

Next Post

PGRI Berharap Kualitas Pendidikan Tak Menurun

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.