• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Besok, Harga Tahu dan Tempe Naik

by Fitri Wahyuningsih
24 Mei 2021, 19:46
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskop-UKMP) menyebut akan ada pasokan kedelai impor masuk dalam pekan ini.

Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskop-UKMP) menyebut akan ada pasokan kedelai impor masuk dalam pekan ini.

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Persatuan Pengrajin Tempe dan Tahu (PPTT) Bontang menggelar pertemuan bersama Diskop-UKMP dan DKPP Bontang. Dari hasil pertemuan itu, mereka sepakat meningkatkan harga jual tahu dan tempe di pasaran. Kisaran harga bakal diumumkan ke publik mulai Selasa (25/5/2021) esok. Pertemuan dihelat di ruang rapat UPT Pasar di Lantai 4 Pasar Taman Rawa Indah, Bontang Selatan, Senin (24/5/2021) siang.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Asdar Ibrahim mengaku paham dengan keluhan mereka. Utamanya soal harga kedelai, yang merupakan bahan baku utama tahu dan tempe yang meningkat. Sebelum pandemi, sekarung kedelai dengan berat 50 kilogram dihargai Rp 375 hingga Rp 385 ribu. Sekarang Rp 580 ribu.

“Sampai kemarin sore, kami sudah koordinasi Diskop Kaltim. Menyampaikan terkait masalah di Bontang. Termasuk berkoordinasi dengan teman ODP di daerah lain di Kaltim,” beber Asdar dalam rapat.

Dia bilang, kelangkaan kedelai praktis bakal membuat harga jualnya mahal. Yang juga bakal membawa harga eceran tempe di pasaran ikutan merangkak. Kelangkaan kedelai lantaran saat ini Indonesia masih bergantung impor. Yakni dari Cina dan Amerika. Sementara produksi kedelai lokal belum sanggup memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Lanjutnya, akibat ketergantungan tersebut, praktis harga jual kedelai sangat berpengaruh terhadap kondisi internal negara eksportir. Menurut data Dinas Perdagangan RI yang disebut Asdar, belakangan ini terjadi peningkatan permintaan kedelai Cina dari negara-negara Asia. Khususnya selama pandemi. Sehingga kebutuhan kedelai Indonesia jadi berkurang akibat tingginya permintaan negara lain.

Suasana rapat PPTT dan Diskop-UKMP. (Nasrullah/bontangpost.id)

Pemasok terbesar selanjutnya, Amerika Serikat. Untuk kedelai di Bontang sebagaian besar memang didatangkan dari Negeri Paman Sam itu. Pedagang tahu dan tempe membeli kedelai itu dari importir lokal.

“Masalahnya di Amerika saat ini belum panen. Ini akibat karena ketergantungan kita terhadap kedelai impor sangat tinggi,” ungkapnya.

Keinginan PPTT menaikkan harga jual tahu dan tempe dinilai tak jadi soal. Sebab pada realitasnya, tidak ada jalan lain bisa ditempuh pengrajin tahu dan tempe untuk menutup ongkos produksi dan pengeluaran lain bila ini tak dilakukan. Tapi dia berpesan, kenaikan tak boleh lebih dari 20 persen harga bahan baku yang ditetapkan pemerintah.

Wakil PPTT Bontang, Arifin menjelaskan, pertemuan ini dilakukan agar pemerintah dan masyarakat memahami persoalan mereka. “Kalau tidak begini ongkos produksi juga tidak akan nutup,” kata Arifin dalam rapat.

Selain itu, PPTT juga meminta solusi dari pemerintah agar kondisi ini tidak berlarut. Karena bila harga kedelai tak bisa dikontrol, bukan cuma pengrajin tahu tempe yang dirugikan, pun masyarakat. Harga produk makanan idola masyarakat Indonesia itu bakalan ikutan naik.

“Kamu akan tetap akan setop produksi selama dua hari, 27-28 Mei 2021. “Besok kami umumkan kenaikan harganya,” tutupnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Halal Bihalal IKA UMM Kaltim; Alumni sebagai Agen Perubahan yang Religius dan Humanis

Next Post

Mengaku Polisi, Empat Rampok di Samarinda Ditembak

Related Posts

Pro-Kontra Rombel, Komite SMAN 1 Bontang Pilih Dukung Penambahan
Bontang

Pro-Kontra Rombel, Komite SMAN 1 Bontang Pilih Dukung Penambahan

30 April 2026, 19:20
Ganti Rugi Longsor Mandek, Warga Kanaan Bontang Tagih Janji Pemilik Lahan
Bontang

Ganti Rugi Longsor Mandek, Warga Kanaan Bontang Tagih Janji Pemilik Lahan

30 April 2026, 15:58
Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar
Kriminal

Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

30 April 2026, 14:33
Daratan Terkikis Ombak, Masa Depan Wisata Pulau Derawan Kini di Ujung Tanduk
Kaltim

Daratan Terkikis Ombak, Masa Depan Wisata Pulau Derawan Kini di Ujung Tanduk

30 April 2026, 13:44
Serapan Anggaran Rendah, Pemkot Bontang Kebut 7 Program Unggulan
Pemkot Bontang

Serapan Anggaran Rendah, Pemkot Bontang Kebut 7 Program Unggulan

30 April 2026, 11:35
RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah
Bontang

RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

30 April 2026, 10:30

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.