• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Mendikbud Minta Semua Mapel Dipelajari

by M Zulfikar Akbar
27 Desember 2016, 06:00
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Mendikbud Muhadjir Effendy. (IST)

Mendikbud Muhadjir Effendy. (IST)

Share on FacebookShare on Twitter

Siswa Bebas Pilih Mapel Unas

JAKARTA – Memberi kebebasan kepada siswa SMA untuk memilih mata pelajaran (mapel) ujian nasional (unas) berpotensi memunculkan masalah. Yakni siswa akan terkonsenstrasi pada mapel yang dipilih. Mendikbud Muhadjir Effendy meminta semua mapel tetap dipelajari sampai tuntas.

Muhadjir mengatakan tidak benar jika dengan sistem baru unas itu, siswa akan pilih-pilih dalam belajar di sekolah. ’’Semua mata pelajaran kan diujikan di USBN (ujian sekolah berstandar nasional, red),’’ katanya kemarin (26/12). Sehingga tidak ada alasan bagi siswa hanya belajar mapel yang dipilih untuk unas.

Seperti diketahui Kemendikbud menerapkan regulasi baru dalam Unas 2017. Diantaranya adalah mengepras jumlah mapel ujian dari enam menjadi empat. Tiga diantaranya adalah mapel wajib; bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan matematika. Lalu satu mapel sisanya pilihan dari tiga mapel sesuai jurusan.

Baca Juga:  Natuna Jadi Tempat Karantina, Pemerintah Sebut Diputuskan Mendadak

Siswa jurusan IPA bisa memilih mapel bilogi, kimia, atau fisika untuk diujikan unas. Sedangkan anak jurusan IPS memilih mapel geografi, sosiologi, atau ekonomi. Dan anak jurusan bahasa dapat memilih mapel sastra Indonesia, antropologi, atau bahasa asing.

Muhadjir justru mengatakan, kebijakan memberikan pilihan itu dapat memberikan dampak positif kepada siswa. Dampak positifnya yaitu anak bisa lebih fokus dalam belajar menjelang unas. Selain itu kebijakan ini juga bisa mengarahkan anak kepada peminatan tertentu.

Dia mengatakan kebijakan baru ini sudah disosialisasikan kepada jajaran dinas pendidikan provinsi, kabupaten, dan kota. Saat ini tinggal dinas-dinas untuk meneruskannya ke tingkat sekolah di wilayah masing-masing. Muhadjir menjelaskan masih cukup waktu untuk sosialisasi aturan anyar penyelenggaraan unas kepada para siswa tingkat akhir.

Baca Juga:  Rencana Nadiem Buka Sekolah di Zona Kuning Tuai Kritik

Wakil Ketua Komisi X DPR (bidang pendidikan) Ferdiansyah berharap Kemendikbud tidak grusa-grusu dalam membuat kebijakan unas. Termasuk dalam pengeprasan jumlah mata pelajaran, dia berharap sudah dikaji secara mendalam.

Sayangnya Ferdiansyah sama sekali tidak tahu apakah Kemendikbud menjalankan kajian mendalam sampai akhirnya keluar kebijakan pengeprasan itu. Termasuk kebijakan memberikan kebebasan siswa untuk memilih mapel unas.

Dalam pertemuan terakhir bersama Mendikbud Muhadjir, Ferdiansyah mengatakan tidak disinggung alternatif ketika rencana moratorium Unas 2017 ditolak Presiden Joko Widodo. Sepanjang pertemuan itu, menurut Ferdi, Mendikbud memaparkan alasan-alasan kenapa moratorium unas itu penting.

Dia mengatakan setiap ada perubahan teknis pelaksanaan unas harus dilandasi oleh Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud). Sampai saat ini dia belum mendapatkan informasi apakah Mendikbud sudah mengeluarkan peraturan tersebut. Menurut dia peraturan ini penting karena terkait pelaksaan teknis unas.

Baca Juga:  Mendikbud Dukung Kepala Daerah Liburkan Sekolah Gara-Gara Korona

Mantan Mendikbud Muhammad Nuh ikut merespon pengeprasan jumlah mapel unas itu. Menurut dia eksperimen yang dilakukan oleh Kemendikbud saat ini terlalu jauh. Bagi Nuh pelaksanaan unas yang menyangkut hajat hidup 7 juta siswa, tidak bisa digarap begitu saja.

Bapak satu anak itu menjelaskan ketika rencana moratorium unas ditolak oleh Presiden Joko Widodo, Kemendikbud sebaiknya menjalankan unas yang sudah jalan seperti biasa. Kalau mau ada eksperimen harus dikaji lebih mendalam. Tidak seperti sekarang yang terkesan sebagai respon atas ditolaknya rencana moratorium unas. (wan/jpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: mendikbudmuhadjir effendyUNunas
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tanpa Lelang, Tol Bontang-Samarinda Istimewa

Next Post

Liverpool vs Stoke City, Jangan Terulang Kembali!

Related Posts

UN dan Ujian Kesetaraan di Bontang Ditiadakan, Diganti Ujian Lokal Tingkat Kota
Bontang

UN dan Ujian Kesetaraan di Bontang Ditiadakan, Diganti Ujian Lokal Tingkat Kota

6 Februari 2021, 13:00
Rencana Nadiem Buka Sekolah di Zona Kuning Tuai Kritik
Nasional

Rencana Nadiem Buka Sekolah di Zona Kuning Tuai Kritik

31 Juli 2020, 11:00
Masyarakat Diimbau Ikuti Protokol Kesehatan saat Salat Iduladha
Nasional

Masyarakat Diimbau Ikuti Protokol Kesehatan saat Salat Iduladha

10 Juli 2020, 09:00
Nadiem Tegaskan Tidak Ada Peleburan Mata Pelajaran Agama
Nasional

Nadiem Tegaskan Tidak Ada Peleburan Mata Pelajaran Agama

23 Juni 2020, 09:50
69 Orang Tunggu Hasil Swab, BTG 10 Tidak Isolasi Mandiri
Nasional

Kemendag Diminta Seragamkan Harga Alat Tes Swab

7 Juni 2020, 12:00
Pemerintah Geser Cuti Bersama Idul Fitri ke Desember
Nasional

Pemerintah Resmi Tetapkan Libur Lebaran tanpa Cuti Bersama

21 Mei 2020, 11:00

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.