• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Rencana Nadiem Buka Sekolah di Zona Kuning Tuai Kritik

by Redaksi Bontang Post
31 Juli 2020, 11:00
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayan (Mendikub) Nadiem Makarim membuka sekolah untuk mengaktifkan kembali belajar secara tatap muka munai kritik. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayan (Mendikub) Nadiem Makarim membuka sekolah untuk mengaktifkan kembali belajar secara tatap muka munai kritik. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayan (Mendikub) Nadiem Makarim membuka sekolah untuk mengaktifkan kembali belajar secara tatap muka munuai kritik. Pasalnya di luar zona hijau, pembukaan sekolah bisa membahayakan keselamatan dan kesehatan para siswa.

Kritik itu disampaikan oleh Mantan Koordinator Direktorat Hukum pada Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Hendra Setiawan Boen.

Hendra mengaku, dirinya tidak paham dengan keputusan tersebut. Karena data apa yang digunakan oleh pemerintah dan Nadiem Makarim untuk memutuskan bahwa sudah dapat dilakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah pada saat pandemi Covid-19. Faktanya di Indonesia belum menunjukan penurunan.

“Data terakhir bahkan menyatakan bahwa orang yang terinfeksi Covid-19 terus mengalami kenaikan dan per hari ini ada 104.432 kasus di luar Indonesia dan muncul 90 kluster perkantoran hanya di Jakarta saja,” ujar Hendra dalam keterangan tertulisnya, dilansir dari JawaPos.com, Kamis (30/7/2020).

Menurutnya, data di atas adalah data resmi pemerintah, yang kondisinya masih sangat terbuka kemungkinan jumlah yang tidak terdeteksi jauh lebih banyak. Misalnya pada saat data resmi pemerintah menunjukkan terdapat korban meninggal sebanyak 2.276 orang, ternyata ditemukan data dari rumah sakit yang menanggani pasien Covid-19 di seluruh Indonesia bahwa orang meninggal sebenarnya sudah berjumlah 13.885 orang atau lebih dari empat kali lipat angka kematian yang diumumkan.

Baca Juga:  Mendikbud Minta Semua Mapel Dipelajari

“Kenaikan klaster virus corona di puluhan kantor sejak PSBB dilonggarkan pada tanggal 4 Juni 2020 juga membuktikan bahwa protokol kesehatan yang diterapkan pada semua perkantoran, hanya dapat menekan angka orang yang akan terinfeksi tapi tidak dapat menghalangi kenaikan kasus infeksi Covid-19,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hendra juga menuturkan, orang-orang di kantor adalah orang-orang yang sudah dewasa dan seharusnya lebih disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan tapi mereka masih tetap kena. Bagaimana dengan anak-anak yang tentunya tidak akan sedisiplin orang dewasa.

“Di dalam sekolah mereka dapat dipaksa melakukan protokol kesehatan dengan ketat, tapi apa ada jaminan begitu mereka keluar sekolah akan juga melakukan protokol kesehatan? Orang dewasa saja tidak bisa dan hal ini merupakan salah satu sebab angka penderita Covid-19 di Indonesia terus naik,” tandasnya.

Baca Juga:  Hakim Tolak Gugatan Nadiem Makarim, Status Tersangka Korupsi Dinyatakan Sah

Belum lagi, kata dia, data dari US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menemukan bahwa virus Covid-19 ini dapat menular melalui udara dan pada ruang tertutup (ruang kelas atau ruang kantor misalnya) ternyata virus ini dapat bertahan di udara selama 16 jam.

Artinya, lanjut Hendra, protokol kesehatan berupa pembatasan kapasitas kelas menjadi 50 persen tidak akan efektif menghindari sekolah menjadi klaster baru Covid-19 apabila ada satu saja anak tanpa gejala yang bersekolah dan menyebabkan virus tersebut melayang di ruang kelas.

“Apakah Nadiem Makarim mampu bertanggung jawab secara moral apabila muncul puluhan atau ratusan klaster dari sekolah dengan kemungkinan muncul korban jiwa massal atas kebijakannya membuka sekolah di luar zona hijau?” tanya Hendra.

Baca Juga:  UN Dihapus, Selanjutnya Kelulusan Siswa Diserahkan ke Sekolah

Hendra juga kembali menegaksan, dalam hal apapun sekolah tidak boleh dibuka di luar zona hijau sampai masalah Covid-19 selesai. Dia menilai sistem belajar jarak jauh sudah benar. Bahwa ada masalah anak-anak yang tidak punya akses internet maupun gawai, maka hal tersebut harus diatasi agar memastikan mereka bisa mengakses internet dan gawai untuk belajar jarak jauh.

“Bukankah dana Program Organisasi Penggerak (POP) yang ratusan miliar tersebut dapat digunakan untuk pengadaan internet dan gawai bagi peserta didik yang tidak mampu? Kebosanan anak di rumah juga bukan alasan. Lebih baik anak bosan di rumah daripada masa depan mereka rusak atau bahkan mereka kehilangan nyawa akibat terjangkit COVID-19. Benar begitu Pak Nadiem?” tutupnya. (*)

Tags: mendikbudnadiem makarim
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Daging Kurban Dibuat Sate atau Sup, Mana yang Lebih Sehat?

Next Post

Operasi Patuh Mahakam Jaring 121 Pelanggar, Dominasi Tidak Memakai Helm

Related Posts

Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Kasus Chromebook Disebut Rugikan Negara Rp5,6 Triliun
Nasional

Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Kasus Chromebook Disebut Rugikan Negara Rp5,6 Triliun

14 Mei 2026, 07:00
Hakim Tolak Gugatan Nadiem Makarim, Status Tersangka Korupsi Dinyatakan Sah
Nasional

Hakim Tolak Gugatan Nadiem Makarim, Status Tersangka Korupsi Dinyatakan Sah

14 Oktober 2025, 08:30
Nadiem Tegaskan Tidak Ada Peleburan Mata Pelajaran Agama
Nasional

Nadiem Tegaskan Tidak Ada Peleburan Mata Pelajaran Agama

23 Juni 2020, 09:50
Mendikbud Dukung Kepala Daerah Liburkan Sekolah Gara-Gara Korona
Nasional

Kemendikbud Siapkan Program Belajar dari Rumah di TVRI

10 April 2020, 14:30
Mendikbud Dukung Kepala Daerah Liburkan Sekolah Gara-Gara Korona
Nasional

Mendikbud Dukung Kepala Daerah Liburkan Sekolah Gara-Gara Korona

15 Maret 2020, 18:30
PPDB 2020: Calon Siswa Bisa Mendaftar Lebih Satu Jalur
Nasional

PPDB 2020: Calon Siswa Bisa Mendaftar Lebih Satu Jalur

1 Januari 2020, 12:30

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.