bontangpost.id – Pemkot Bontang mengajukan perencanaan pembangunan jalan lingkar yang menghubungkan Bontang Kuala-Tanjung Laut Indah. Anggaran yang diajukan Rp 1 miliar melalui APBD Perubahan 2021.
Kepala Bapelitbang Bontang Amiruddin mengatakan, anggaran itu diproyeksi untuk menyusun dokumen analisis dampak lingkungan (Amdal) dan Detail Engineering Design (DED). Pemerintah menyusun perencanaan ini agar pembangunan jalan lingkar bisa diusahakan melalui APBN atau bantuan keuangan (Bankeu).
‘’Iya memang diajukan melalui pergeseran ini. Bukan Loktuan-Tanjung Limau, tapi Bontang Kuala-Tanjung Laut Indah,’’ ujar Amiruddin ketika dikonfirmasi bontangpost.id, Selasa (15/6/2021) sore.
Dia tak bisa menaksir anggaran yang dibutuhkan untuk membangun jalan lingkar tersebut. Namun ini diproyeksi lebih rendah nilainya ketimbang jalan lingkar Loktuan-Tanjung Limau yang menelan anggaran Rp 700 miliar lebih.
‘’Ini ada divisi teknis yang menghitungnya,” katanya.
Sementara, rencana ini ditentang Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris. Ia menilai masih ada lebih mendesak ketimbang mengajukan perencanaan proyek pembangunan sebesar itu. Terlebih di tengah kondisi keterbatasan kas daerah. Menurutnya penanganan banjir Bontang dan pemulihan ekonomi masyarakat di tengah pandemi jauh lebih krusial.
“Ini tidak mendesak. Masih ada yang lebih penting,” kata Agus Haris kepada bontangpost.id belum lama ini.
Dijelaskan, sangat aneh Basri-Najirah mengajukan perencanaan ulang di kondisi sulit seperti ini. Kas daerah terbatas, pemerintah masih berusaha menangani penanganan Covid-19, namun justru mengajukan perencanaan proyek bernilai jumbo. Untuk masterplan jalan lingkar Tanjung Limau-Bontang Kuala saja, sebut Agus Haris, pemerintah mengajukan Rp 1,5 miliar. Dengan asumsi perencanaan Rp 1,5 miliar, fisik pengerjaan diproyeksi mencapai Rp 150 miliar.
“Dapat uang dari mana? Kecuali semua (anggaran) mau difokuskan ke sana. Tapi bagaimana dengan programnya yang lain,” bebernya.
Politikus Gerindra itu bilang, kalau pemerintahan Basri-Najirah memaksa untuk melakukan perencanaan jalan lingkar, mestinya itu dilakukan secara parsial. Tidak setengah-setengah. Bila secara menyeluruh, berarti itu dimulai dari titik nol Bontang, yakni Guntung-Loktuan, Loktuan-Tanjung Limau, Tanjung Limau-Bontang Kuala, Bontang Kuala-Tanjung Laut Indah. Kemudian Tanjung Laut Indah-Berbas Pantai, terakhir Berbas Pantai-Nyerakat Kiri.
“Harusnya parsial, jangan setengah-setengah,” katanya.
Pembangunan jalan lingkar secara parsial menurutnya bakal mendorong pembangunan di Bontang. Khususnya di kawasan pesisir yang memang kurang tersentuh pembangunan. Efek domino dari pembangunan menyeluruh ini, sebutnya, juga akan mendukung visi Basri-Najirah yang ingin mengembangkan pariwisata dan UMKM.
“Yang di Loktuan saja jelas-jelas perencanaannya sudah ada, tinggal bangun, tidak bisa direalisasikan. Ini mau ajukan baru lagi. Jangan terlalu banyak perencanaan,” tandasnya. (*)







