• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Dugaan Tambang Ilegal di Lahan Pemkot Samarinda, Jatam; Ada Pembiaran

by Redaksi Bontang Post
19 September 2021, 14:06
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Pengerukan “emas hitam” tanpa izin seakan tak pernah ada habisnya di Kota Tepian. Aktivitas terselubung itu cenderung semakin membabi buta. Bahkan, berani mengeruk lahan milik Pemkot Samarinda.

bontangpost.id –Galian kira-kira sedalam 20 meter di Jalan Padat Karya, Gang Sayur, RT 09, Sempaja Utara seolah menjadi kenangan-kenangan yang ditinggalkan penambang ilegal. Bekas pengerukan “emas hitam” tersebut ternyata berlangsung tiga tahun sebelumnya.

Aktivitas terselubung ini sempat berjalan lagi selama sepekan pada awal September, yang akhirnya dihentikan instansi terkait pada Jumat (10/9/2021), setelah masyarakat mengadu ke kelurahan setempat.

Organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkup Pemkot Samarinda telah melakukan peninjauan secara langsung, tapi langkah tegas belum terlihat. Dikonfirmasi beberapa hari lalu, Wali Kota Samarinda Andi Harun menyatakan belum mendapatkan laporan terkait tanah pemkot yang dikeruk penambang ilegal.

Baca Juga:  Gegara IUP Palsu dan Tak Patuh Kewajiban, KPK Lirik Tambang di Kaltim

Adanya indikasi kuat tambang ilegal di aset daerah tanpa adanya langkah tegas, memancing aktivis lingkungan angkat bicara. Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim Pradarma Rupang menilai pemerintah kota seakan melakukan pembiaran terhadap tambang ilegal.

Sebab, setidaknya ada dua lokasi yang diindikasi kuat terdapat pertambangan ilegal tanpa adanya tindakan tegas dari pemkot. Pertama, di kawasan Muang Dalam, Kelurahan Lempake yang merupakan kawasan tangkapan air dan hulu Waduk Benanga.

Kedua, pertambangan ilegal yang mengeruk aset daerah dan sempat mencatut nama pemkot, sebelum melakukan kegiatan pengerukan. “Seolah-olah pemkot cuci tangan terhadap tambang ilegal yang ada di wilayahnya,” jelas dia.

Harusnya, lanjut dia, pemkot lebih peka karena Samarinda ini darurat banjir. “Ya, karena persoalannya kawasan tangkapan air ini dihajar mafia tambang ilegal. Itu yang memperparah. Bagian utamanya tambang legal yang tidak melakukan pemulihan lingkungan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kejagung Kembalikan Berkas Perkara Ismail Bolong karena Belum Lengkap

Penjarahan sumber daya alam di atas aset daerah ini sebenarnya sempat terjadi medio 2017. Di mana Saripudin yang menjabat lurah saat itu, penambang menyerobot sekitar 40 hektare tanah milik warga dan Pemkot Samarinda di sekitar Makroman, Kecamatan Sambutan.

Tanah yang diklaim milik pribadi itu kabarnya disewakan ke perusahaan tambang. Berkaca dari beberapa kasus yang menyerobot lahan pemkot dan fasilitas publik, Rupang mengatakan, harusnya pemkot melakukan evaluasi. Termasuk dalam bentuk pengawasan dan pelaporan atas dugaan kasus serupa.

Sebab, menurut dia, sudah sering pemkot kecolongan. “Kalau ditanya, mereka belum dapat laporan. Itulah bentuk bahwa harusnya komponen pengawasan aparatur sampai di tingkat paling bawah itu difungsikan. Jangan untuk urusan sosialisasi kepentingan pemkot saja seperti pemilu, tapi pengawasan tambang ilegal tidak dilakukan, ini kan pembiaran,” sebutnya.

Baca Juga:  21 IUP Dipastikan Palsu, Polda Ungkap Tambang Ilegal di Kukar

Menurut dia, seharusnya pemkot juga bisa mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan penindakan terhadap aset daerah yang dijarah. Walaupun sejatinya, kegiatan pengerukan tanpa izin telah melanggar Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba.

Hal itu dapat diselidiki secara langsung. Tidak perlu menunggu laporan terlebih dahulu. “Aktivitas tambang ilegal itu bukan delik aduan. Itu sangat jelas perintah di Undang-Undang Minerba. Itu delik umum karena merugikan negara,” tandasnya.

Menurut Rupang, pemkot bisa mengintervensi Polres untuk menindaklanjuti. Sebab, aktivitas ilegal itu merusak aset negara/daerah. “Tapi ini malah pemerintah seakan masa bodoh dengan asetnya,” tegasnya. (*/dad/kri/k8)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Tambang Ilegal
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Balikpapan Siap Jadi Ibu Kota Kaltim

Next Post

Gangguan Kabel Laut Jasuka Penyebab Jaringan Internet Bermasalah

Related Posts

Skandal Lahan Transmigrasi Kukar, Izin Tambang Lawas Picu Korupsi dan Kerusakan 1.800 Hektare
Kaltim

Skandal Lahan Transmigrasi Kukar, Izin Tambang Lawas Picu Korupsi dan Kerusakan 1.800 Hektare

30 Maret 2026, 10:00
Kades Gas Alam Kembali Dipanggil, Polisi Siap Datangi Terkait Izin Tambang di Muara Badak
Kaltim

Kades Gas Alam Kembali Dipanggil, Polisi Siap Datangi Terkait Izin Tambang di Muara Badak

28 Maret 2026, 11:32
Kejati Kaltim Geledah Kantor Dinas ESDM, Selidiki Dugaan Korupsi Sektor Pertambangan
Kaltim

Kejati Kaltim Geledah Kantor Dinas ESDM, Selidiki Dugaan Korupsi Sektor Pertambangan

17 Maret 2026, 08:16
KPK Endus Aliran Dana Rutin ke Ketum PP Terkait Jasa Keamanan Tambang di Kukar
Kaltim

KPK Endus Aliran Dana Rutin ke Ketum PP Terkait Jasa Keamanan Tambang di Kukar

13 Maret 2026, 11:00
Tambang Batu Bara Beroperasi di Samping TPA Batu-Batu Muara Badak, Camat Akui Belum Cek Izin
Kaltim

Tambang Batu Bara Beroperasi di Samping TPA Batu-Batu Muara Badak, Camat Akui Belum Cek Izin

10 Maret 2026, 14:35
Kades Gas Alam Akui Kelola Tambang Galian C di Muara Badak yang Belum Berizin
Kaltim

Kades Gas Alam Akui Kelola Tambang Galian C di Muara Badak yang Belum Berizin

4 Maret 2026, 17:43

Terpopuler

  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penjual Air Kesehatan Sebar Hoax

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Demo 21 April, DPRD Kaltim Sepakati Tuntutan Mahasiswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.