MARAKNYA kasus kenakalan remaja hingga kasus kekerasan pada anak dan perempuan membuat Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meminta agar tindakan preventif alias pencegahan lebih ditingkatkan. Karena menurutnya, mencegah lebih mudah daripada mengobati.
“Yang paling penting tindakan preventif supaya tidak terkena seks bebas, napza serta HIV/AIDS,” tegasnya di acara Pengukuhan P2TP2A Tingkat Kecamatan, Forum Anak Tingkat Kecamatan Bontang Selatan dan Forum Anak Tingkat Kelurahan Berbas Pantai, serta Penyerahan Tenaga Sosial Kecamatan di Auditorium Wali Kota lama, Selasa (21/3) kemarin.
Neni mengucapkan terima kasih karena P2TP2A telah membantu Pemkot Bontang. Data-data yang dipaparkan merupakan gambaran bahwa para korban kekerasan sudah berani melapor dan tidak ditutup-tutupi.
Ia berharap di Bontang bisa membuat Unit Layanan Pengaduan (ULP) serta Satuan Tugas (Satgas) P2TP2A. “ULP untuk rujukan supaya program tetap berjalan,” ujarnya.
Sementara untuk hasil survei TRIAD KRR Forum Anak Bontang, Neni menyarankan agar bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) sehingga hasilnya lebih ilmiah.
Sementara itu, Ketua P2TP2A Kaltim, Eka Komariah Kuncoro menyampaikan bahwa memang akhir-akhir ini banyak pemberitaan bahwa kelompok yang rentan terhadap tindakan kekerasan adalah anak dan perempuan.
Baru-baru ini di Samarinda baru menetapkan hukuman tertinggi yakni 15 tahun tambah 6 tahun untuk pelaku sodomi yang telah beraksi sejak tahun 2004 dengan jumlah korban 400 anak.
Awalnya, tersangka sulit untuk ditahan karena memiliki kartu kuning (kartu rawat Rumah Sakit Jiwa). Namun, penyidik berhasil mengumpulkan bukti-bukti dan bisa menyeretnya ke jalur hukum.
“Di RSJ itu dia dianggap stres karena punya kelainan seksual. Jadi hati-hati, pengidap gangguan jiwa juga tetap bisa diproses hukum,” ungkapnya.
Saat ini, lanjut dia, di mana saja tidak aman, oleh karena itu, diimbau agar para orang tua lebih waspada. “Semua elemen masyarakat tidak boleh cuek, dan harus peduli pada anak-anak serta jangan pernah lengah sedikitpun,” pintanya.(mga)







