• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Neni: Pencegahan Lebih Penting

by BontangPost
22 Maret 2017, 12:55
in Bontang
Reading Time: 1 min read
0
Wali Kota Bontang(Dok)

Wali Kota Bontang(Dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MARAKNYA kasus kenakalan remaja hingga kasus kekerasan pada anak dan perempuan membuat Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meminta agar tindakan preventif alias pencegahan lebih ditingkatkan. Karena menurutnya, mencegah lebih mudah daripada mengobati.

“Yang paling penting tindakan preventif supaya tidak terkena seks bebas, napza serta HIV/AIDS,” tegasnya di acara Pengukuhan P2TP2A Tingkat Kecamatan, Forum Anak Tingkat Kecamatan Bontang Selatan dan Forum Anak Tingkat Kelurahan Berbas Pantai, serta Penyerahan Tenaga Sosial Kecamatan di Auditorium Wali Kota lama, Selasa (21/3) kemarin.

Neni mengucapkan terima kasih karena P2TP2A telah membantu Pemkot Bontang. Data-data yang dipaparkan merupakan gambaran bahwa para korban kekerasan sudah berani melapor dan tidak ditutup-tutupi.

Baca Juga:  Masyarakat Sidrap Pertanyakan Penolakan Pemkab Kutim

Ia berharap di Bontang bisa membuat Unit Layanan Pengaduan (ULP) serta Satuan Tugas (Satgas) P2TP2A. “ULP untuk rujukan supaya program tetap berjalan,” ujarnya.

Sementara untuk hasil survei TRIAD KRR Forum Anak Bontang, Neni menyarankan agar bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) sehingga hasilnya lebih ilmiah.

Sementara itu, Ketua P2TP2A Kaltim, Eka Komariah Kuncoro menyampaikan bahwa memang akhir-akhir ini banyak pemberitaan bahwa kelompok yang rentan terhadap tindakan kekerasan adalah anak dan perempuan.

Baru-baru ini di Samarinda baru menetapkan hukuman tertinggi yakni 15 tahun tambah 6 tahun untuk pelaku sodomi yang telah beraksi sejak tahun 2004 dengan jumlah korban 400 anak.

Awalnya, tersangka sulit untuk ditahan karena memiliki kartu kuning (kartu rawat Rumah Sakit Jiwa). Namun, penyidik berhasil mengumpulkan bukti-bukti dan bisa menyeretnya ke jalur hukum.

Baca Juga:  Rencanakan Pembelian ATCS

“Di RSJ itu dia dianggap stres karena punya kelainan seksual. Jadi hati-hati, pengidap gangguan jiwa juga tetap bisa diproses hukum,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut dia, di mana saja tidak aman, oleh karena itu, diimbau agar para orang tua lebih waspada. “Semua elemen masyarakat tidak boleh cuek, dan harus peduli pada anak-anak serta jangan pernah lengah sedikitpun,” pintanya.(mga)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: bontangkenakalan remajaPencegahan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Angka Pernikahan Dini di Bontang Tinggi, Waspadai Bahaya Pornografi Pada Anak

Next Post

“Pantang Pulang Sebelum Api Padam”

Related Posts

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Viral Video Pengeroyokan Remaja di Gunung Sari Bontang, 1 vs 4
Kriminal

Viral Video Pengeroyokan Remaja di Gunung Sari Bontang, 1 vs 4

2 November 2025, 20:20
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes
Kriminal

Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes

20 Desember 2023, 12:00
Memastikan Pendidikan Anak Kaltim Tetap Berjalan di Balik Penjara
Kaltim

Memastikan Pendidikan Anak Kaltim Tetap Berjalan di Balik Penjara

25 Juli 2022, 20:00
Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot
Bontang

Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot

23 Januari 2022, 17:23

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.