• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Angka Pernikahan Dini di Bontang Tinggi, Waspadai Bahaya Pornografi Pada Anak

by BontangPost
22 Maret 2017, 12:53
in Bontang
Reading Time: 3 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Jumlah pernikahan dini di Bontang terbilang cukup tinggi. Datanya mencapai 82 pasangan yang menikah dini akibat hamil duluan di tahun 2016. Hal tersebut disampaikan Psikolog Bontang Laela Shidiqqah di acara Pengukuhan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Tingkat Kecamatan se-Kota Bontang di Auditorium Wali Kota Lama, Selasa (21/3) kemarin.

Dikatakan dia, banyaknya pasangan menikah dini akibat dari seringnya menonton film porno. Karena pornografi termasuk ke dalam narkotika lewat mata (narkolema). Narkolema ini dapat merusak 5 bagian otak, lebih parah dari narkotika yang dapat merusak 3 bagian otak.

“Ini jelas membuat saya syok dan harus menjadi perhatian bersama, mengapa hal ini muncul beragam kekerasan seksual terhadap anak,”  jelas Laela, Selasa (21/3) kemarin.

Kekerasan seksual memang cukup tinggi. Tetapi ini harus menjadi perhatian agar jangan sampai terjadi lagi. Pernikahan yang disebabkan kehamilan duluan yang mencapai 82 pasang ini, artinya hubungan seksual di luar nikah cukup banyak. Mereka yang menyebabkan kehamilan lantas diselesaikan dengan pernikahan dan dilaporkan ke KUA. “Yang tidak dilaporkan tentu tak bisa terhitung,” ujarnya.

Laela menyatakan, data tersebut bukan hanya sekadar data, tetapi suatu hal yang perlu diwaspadai bersama. Pasalnya, perilaku seksual anak-anak remaja sudah cukup tinggi dengan hal-hal yang dilakukan.

Baca Juga:  1.360 Rumah Tak Laik Huni

Pihak P2TP2A juga telah melakukan beberapa upaya pencegahan berupa sosialisasi, penyuluhan di pengajian dan sekolah-sekolah.

Selain itu, dengan membentuknya P2TP2A di tingkat kecamatan, diharapkan kinerjanya bisa lebih intensif dan lebih sinergi. “Sehingga diharapkan bisa menjangkau daerah yang tak terjangkau oleh P2TP2A kota,” harapnya.

Pembuatan poster, iklan, serta informasi di layanan televisi juga diharapkan dapat membantu sebagai bentuk pencegahan. “Itu belum seberapa, karena perlu perhatian dan sinergitas dari berbagai pihak,” imbuhnya.

Tak hanya itu, data dari BP2KB Bontang tahun 2014 sampai tahun 2016 terdata bahwa jumlah kasus kekerasan pada perempuan dan anak di Bontang ada peningkatan.

Untuk tahun 2014 kasusnya mencapai 84, tahun 2015 sebanyak 103 kasus dan tahun 2016 mencapai 121 kasus.

“Peningkatan kasus ini, bukan berarti kasusnya meningkat, tetapi menjadi referensi bahwa korban sudah berani melaporkan dan segera ditangani,” ujarnya.

Data tersebut pun, tergabung dari beberapa unit P2TP2A di Bontang. Mulai dari Polres, Polsek, Puskesmas, KUA, RSUD dan 4 rumah sakit swasta. Kasus yang ditangani P2TP2A pun mencapai 50 persen, karena sebagian telah selesai baik di Polres maupun KUA.

Baca Juga:  Teseret Kasus Pemerasan, Kajari Bontang Diganti

Kasus terbaru yang mengancam dan meresahkan masyarakat juga terkuaknya grup facebook paedofilia. Tersangkanya mulai dari usia remaja 16 tahun sampai 27 tahun.

Mereka aktif penggemar pornografi, di mana mereka melakukannya sejak SD. Data nasional tahun 2009, sebanyak 67 persen anak SD kelas 4-6 SD sudah menikmati pornografi. Tahun ini sudah mencapai 92 persen. “Ini merupakan bencana besar bagi anak-anak,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Forum Anak Kota Bontang, Muhammad Jaelani atau yang lebih dikenal dengan Fijay memaparkan hasil survei TRIAD KRR yakni 3 resiko yang dialami oleh remaja mulai dari seksualitas, HIV/AIDS dan napza.  Hasil surveinya di Bontang cukup mencengangkan. Dipaparkan dia, untuk remaja usia SMP 24 persen sudah menonton film porno, usia SMA mencapai 46 persen. “Mereka juga ada yang pernah melakukan kegiatan seksual lainnya hingga berganti pasangan,” ungkapnya.

Untuk kasus sodomi, banyak dilakukan usia remaja hingga 21 tahun. Penyebabnya, karena pelaku sodomi pernah menjadi korban sodomi. Sementara lokasi yang sering dijadikan tempat melakukan hubungan seksual ialah paling banyak di rumah, lalu tempat wisata, hotel, penginapan dan tempat umum. “Banyak yang melakukannya di rumah saat orang tua mereka sedang bekerja,” ujarnya.

Baca Juga:  Menanti Kerja Tim Saber Pungli 

Sementara untuk kasus merokok, terbilang tinggi dibanding miras, dan ngelem. Namun demikian, sudah banyak anak SD yang terlibat ngelem.

Inilah yang membuat dirinya mempertanyakan dimana peran para orang tua, saat anak-anak atau remaja melakukan hal-hal tersebut. “Pertanyaannya, di mana kita semua?” tanya Fijay.

Perlakuan kenakalan remaja tersebut, lanjut Fijay, banyak dilakukan karena ketidaktahuan mereka tentang bahaya seks di luar nikah atau penggunaan napza termasuk HIV/AIDS.

Banyak dari anak-anak yang tidak mengerti Infeksi Menular Seksual (IMS), tes VCT untuk HIV/AIDS juga mereka tidak tahu. “Sehingga ada remaja SMP dan SMA yang sudah positif HIV, bahkan ada ODHA juga,” terang dia.

Untuk jumlah pernikahan dini akibat hamil duluan memang terbilang tinggi, Fijay menyebut semua itu merupakan dampak dari seringnya menonton film porno dan perilaku seksual lainnya. “Karena pornografi merupakan awal dari perlakuan seksualitas lainnya,” pungkasnya.(mga)

Tags: Bahaya PornografibontangNikah Dini
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Atlet Voli yang Jadi Pendidik, Antar Siswanya hingga Level Nasional

Next Post

Neni: Pencegahan Lebih Penting

Related Posts

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes
Kriminal

Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes

20 Desember 2023, 12:00
Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot
Bontang

Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot

23 Januari 2022, 17:23
Padat Penduduk, Berikut Protokol Penanganan Covid-19 di Rusun Api-Api
Bontang

Penghuni Rusunawa Api-Api Diduga Terpapar Covid-19 dari Pesta Pernikahan

21 Oktober 2020, 12:18
UPZ Yabis Buka Pelayanan 24 Jam
Bontang

Zakat Fitrah Wilayah Bontang Diprediksi Naik

18 April 2020, 08:00

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.