bontangpost.id – Angka kesembuhan dari Covid-19 terus meningkat dalam dua hari belakangan. Besarannya di atas jumlah terkonfirmasi baru. Kondisi ini tentu merupakan kabar gembira. Namun demikian, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang drg Toetoek Ekowati Pribadi belum bisa mengatakan Bontang telah melewati puncak Covid-19.
“Karena masih dalam hitungan beberapa hari maka belum bisa dinyatakan puncak paparan telah terlewati,” kata drg Toetoek.
Diketahui peningkatan kasus kesembuhan terjadi sejak tiga hari belakangan. Pada 5 Maret penambahan kasus kesembuhan sebanyak 173 sedangkan kasus terkonfirmasi baru kala itu 81. Sehari berselang angka kesembuhan menggapai 249. Kemarin besarannya bertambah 98. Sehingga kasus aktif kini tinggal 1.374. Dari puncak tertinggi enam hari sebelumnya yakni 1.811.
Pasalnya saat ini petugas kesehatan tetap melakukan tracing. Terhadap kontak erat dengan pasien terkonfirmasi baru. Berdasarkan pakar mikrobiologi varian omicron ini memang gejalanya lebih ringan dibandingkan delta. Gejalanya seperti flu biasa. Kebanyakan pasien yang meninggal lantaran komorbidnya.
“Jadi karena diabetes misalnya, adanya paparan ini jadi memperburuk penyakit penyertanya,” ucapnya.
Meski demikian, ia berharap tren kesembuhan ini terus tinggi. Jika dalam sepekan lebih peningkatan kasus menurun maka dinyatakan pandemi ini akan berubah menjadi endemi. Oleh sebab itu masyarakat tidak boleh lengah. Terutama menyangkut kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan (prokes).
“Jangan sampai bebas dengan kondisi ini dan mengabaikan pemakaian masker,” tutur dia.
Saat ini Diskes terus menggencarkan langkah vaksinasi. Utamanya vaksinasi booster. Dalam beberapa hari belakangan sasaran pelajar juga mulai dijangkau. Terbukti ada peningkatan capaian dari 11 menjadi 12 persen. Sementara ia menyatakan untuk dosis pertama dan kedua sudah mencapai target.
“Sekarang booster masih di bawah target. Makanya kami genjot,” terangnya.
Diskes pun telah berkoordinasi dengan RT, kelurahan, kecamatan, dan perusahaan agar mereka terlibat mengenai langkah ini. Bahkan ada mobil keliling dari Diskes yang siap untuk memberikan layanan vaksinasi. “Sifatnya jemput bola. Kami sediakan vaksin satu, dua, dan tiga,” sebutnya.
Tak hanya itu, Diskes juga membuka gerai vaksinasi saat pendistribusian minyak goreng murah dari perusahaan. Momen itu dimanfaatkan agar capaian vaksinasi lebih tinggi. (*/ak)





