bontangpost.id – Khazanah keislaman di pesisir Kota Taman kian menarik untuk diperbincangkan. Terutama karena keberadaan Masjid Terapung Darul Irsyad. Pesona masjid di Kampung Selambai, Loktuan, Bontang Utara ini sungguh tak terbantahkan.
Gaya arsitekturnya menggambarkan khas pesisir. Dipadukan dengan sentuhan gaya Kesultanan Turki, lengkap dengan ukiran-ukirannya yang indah.
Pelancong bakal disuguhkan dengan keindahan pemandangan kapal kayu berukuran besar yang berada di sekitar masjid. Di samping berfungsi sebagai rumah ibadah dan tempat syiar Islam, masjid yang berdiri di atas perkampungan air ini juga menjadi objek wisata religi yang banyak dikunjungi.
Kubah, menara, dinding, hingga pagar dibuat mewah dengan corak berwarna coklat keemasan. Salah satu ciri khas Masjid Terapung Darul Irsyad memang kubah besarnya yang berwarna emas. Terdapat pula empat kubah berukuran sedang serta belasan kubah kecil berwarna coklat keemasan yang mengitari masjid. Dua menara di sisi masjid yang menjulang tinggi, turut dibalut dengan seni kaligrafi.
Bergerak masuk ke area masjid, pengunjung akan berhadapan dengan gerbang tinggi yang berdiri kokoh. Di lantai pertama, terdapat keindahan seni dengan motif bintang dan sejumlah ornamen di tiap sisi bangunan. Yang tak kalah mengundang decak kagum, di ujung bangunan lantai yang sama, terdapat anjungan menyerupai moncong kapal beralas lantai kaca.
Ruang masjid ini didominasi warga monokram dengan perpaduan krem. Warna tersebut dinilai memberi karakter yang tenang dan hangat. Sehingga diharapkan bisa membuat jemaah dan pelancong merasa nyaman, ketika berada di dalam masjid. Belum lagi, tempat wudhu dan toilet didesain kekinian.

Beranjak ke lantai dua. Dari balkon, pelancong disambut pemandangan laut serta kapal yang berjejer di pinggi dermaga. Tak ayal, banyak masyarakat yang datang ke masjid terapung, terutama di bulan Ramadan ini.
Aktivitas yang dilakukan di masjid selama bulan puasa, yakni salat tarawih berjamaah. Sementara sore jelang berbuka puasa, terdapat sejumlah warga sekitar yang menjajakan takjil tepat di halaman masjid.
Kepala Bidang Tata Ruang dan Tata Bangunan dinas PUPRK Bontang Robysai Manassa Mallisa mengatakan, masjid ini mampu menampung 1000 jemaah dalam kondisi normal. Dengan artian jika salat dilakukan tanpa adanya jarak.
Sedangkan bagian dalam tepat di depan mihrab imam mampu menampung 300 jemaah. “Normalnya sekitar segitu kalau kondisi tidak pandemi,” ujar Roby.
Diketahui, ikon wisata religi ini dibangun menggunakan APBD Bontang senilai Rp 60 miliar. Pembangunannya dilakukan bertahap sejak 2019. Masjid ini diberi nama Darul Irsyad. Darul yang berarti rumah, sedangkan Irsyad memiliki arti petunjuk. Darul Irsyad memiliki makna tempat yang memiliki petunjuk. (*)







