bontangpost.id – PT Alesco Putera Infanteri Energi dipastikan akan melaksanakan groundbreaking filling station iso tank pada pertengahan tahun ini, usai mengantongi enam jenis perizinan. Yakni izin prinsip (tata ruang), izin site plant, izin Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), Izin Mendirikan Bangunan (IMB), izin Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) dan izin lokasi.
Hal itu dibenarkan oleh Kuasa Direktur PT Alesco Putera Infantri Energi Nurbaya. “Iya, benar,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (17/4/2022).
Kata Nurbaya pihaknya sangat siap untuk memulai proyek pembangunan industri iso tank tahun ini. Hanya saja untuk memulai proyek tersebut, saat ini pihaknya tengah menunggu surat kerja sama antara PT Alesco dengan PLN dalam hal pemanfaatan terminal.
“Tinggal itu saja. Sekarang dalam proses. Ketika PLN bersedia maka kami langsung start,” tuturnya.
Sambil menunggu surat kerja sama dengan PLN, Nurbaya mengungkapkan PT Alesco juga tengah menggarap laporan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL).
“Dalam pelaporannya itu dilakukan selama dua semester. Pertama pada 2021 kemarin dan semester kedua di lakukan pada Juni mendatang,” bebernya.
Pembangunan proyek senilai Rp 2,2 triliun ini rencananya akan dibangun di atas tanah seluas 19,75 hektare di daerah Pagung, Kelurahan Bontang Lestari.
“Tentu kami prioritaskan pekerja lokal. Apalagi sudah ada Perda yang mengatur terkait itu. Terkait berapa jumlah tenaga kerja yang akan dibutuhkan kami belum bisa pastikan angkanya. Segara kami informasikan,” tutupnya. (*)







