bontangpost.id – Kelangkaan elpiji subsidi 3 kilogram rupanya disalahgunakan oleh AR (54). AR memanfaatkan peluang mencari keuntungan di tengah melambungnya harga dan sulitnya mencari tabung melon. Pria asal Surabaya itu memanfaatkan situasi dengan menipu orang.
Dia menawarkan elpiji subsidi kepada pelaku usaha agar bisa menjadi pengecer, dan dijual ke masyarakat di tengah kelangkaan. Untuk memperkuat modusnya, AR mengaku sebagai agen dari perusahaan pelat merah. Lengkap dengan baju berlambang Pertamina. Termasuk kartu identitas, brosur, serta kwitansi berlogo Pertamina.
Aksinya tersebut akhirnya terhenti setelah menawarkan ke salah satu pelaku usaha di Jalan DI Pandjaitan, Kecamatan Samarinda Utara, Kamis (5/5). AR pun harus berurusan dengan Polsek Sungai Pinang.
Jony, korban yang turut melaporkan AR menyebut, awalnya dia sempat percaya. Karena tersangka menyebut, tawaran yang diberikan merupakan program dari Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang merupakan komisaris utama di PT Pertamina. “Dijanjikan 100 tabung 3 kilogram, katanya akan datang pada Sabtu (7/5) nanti. Harganya Rp 18 ribu per tabung,” ungkapnya.
Untuk mengikuti program tersebut, Jony diminta membayar uang administrasi sebesar Rp 250 ribu. Namun, akhirnya dia mengurungkan niat untuk mengeluarkan uang tersebut. “Ya karena banyak yang bilang AR itu penipu. Sudah ada korbannya,” sambung Jony. Dia bersama beberapa warga mendatangi kontrakan tersangka. Beruntung mereka tak main hakim sendiri, dan menyerahkan AR ke polisi demi mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut.
Sementara itu, Kapolsek Sungai Pinang AKP Noordhianto mengatakan, AR baru tiba di Samarinda sekitar awal April lalu. “Dari pengakuannya sudah beraksi sejak sebulan belakangan,” jelas perwira berpangkat balok tiga tersebut. Perwira pertama polisi itu meminta bagi masyarakat yang merasa menjadi korban AR, agar segera melapor. “Kami masih mendalami kasus ini. Bagi yang sudah menjadi korban, segera melapor ke kantor polisi terdekat,” tutupnya. (dra)






