• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Abrasi Ancam Delapan Rumah di RT 26 Api-Api Bontang, Warga Desak Penurapan Dilanjutkan

by Dwi Kurniawan Nugroho
17 Juni 2026, 15:19
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Kondisi bantaran sungai di RT 26 Kelurahan Api-Api yang belum diturap. Abrasi di lokasi tersebut mulai mengikis dinding sungai dan mengancam permukiman warga. (Nasrullah/Bontang Post)

Kondisi bantaran sungai di RT 26 Kelurahan Api-Api yang belum diturap. Abrasi di lokasi tersebut mulai mengikis dinding sungai dan mengancam permukiman warga. (Nasrullah/Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Warga RT 26 Kelurahan Api-Api meminta Pemerintah Kota Bontang melanjutkan pembangunan turap di sepanjang aliran sungai yang melintasi wilayah mereka. Abrasi yang terus terjadi di bantaran sungai kini mulai mengancam permukiman warga.

Ketua RT 26 Kelurahan Api-Api, Harmin Taji, mengatakan masih terdapat sekitar 500 meter bantaran sungai yang belum diturap. Lokasinya berada di sepanjang aliran sungai mulai dari jembatan penghubung RT 26 dan RT 33 hingga jembatan di RT 27.

Menurut Harmin, Pemkot Bontang telah melakukan pembangunan turap di kawasan tersebut pada 2024 lalu. Namun, pengerjaan baru mencakup beberapa titik sehingga masih menyisakan area yang rentan terdampak abrasi.

Baca Juga:  Abrasi Tenggelamkan Jembatan dan 15 Rumah di Minahasa Selatan

“Masih ada sekitar 100 meter di salah satu titik yang belum diturap. Di kawasan itu terdapat delapan rumah yang kami khawatir terdampak pengikisan bantaran sungai dan banjir,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat banjir pada awal tahun lalu, luapan air sungai lebih banyak terjadi di area yang belum memiliki turap. Kondisi itu membuat warga semakin waswas, terlebih memasuki periode meningkatnya curah hujan.

Selain meningkatkan risiko banjir, abrasi juga terus menggerus bantaran sungai. Dampaknya mulai terlihat pada sejumlah fasilitas dan lahan warga. Salah satunya bangunan toilet Musala RT 26 yang berada di tepi sungai dan kini tampak mulai miring.

Tak hanya itu, lahan di belakang beberapa rumah warga juga mengalami pengikisan akibat derasnya arus air saat debit sungai meningkat.

Baca Juga:  Abrasi Tenggelamkan Jembatan dan 15 Rumah di Minahasa Selatan

“Dulu sungainya kecil. Setelah dinormalisasi menjadi lebih lebar dan ditambah limpahan air dari wilayah hulu, bantaran sungai semakin terkikis,” katanya.

Harmin berharap pemerintah dapat menuntaskan pembangunan turap, khususnya di wilayah hilir sungai yang masih rawan abrasi. Menurutnya, penanganan yang telah dilakukan di kawasan hulu perlu dilanjutkan agar pengikisan bantaran dan luapan air tidak semakin mengancam permukiman warga.

Usulan tersebut, kata dia, telah disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026. Namun hingga kini belum ada informasi terkait tindak lanjutnya.

“Sudah saya sampaikan dan usulkan melalui Musrenbang 2026, tetapi sampai sekarang belum ada kabar,” pungkasnya. (*)

Tags: Abrasi
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Penerbangan Perdana Wings Air Rute Samarinda–Melak Resmi Beroperasi, Konektivitas Kutai Barat Meningkat

Next Post

Harga LPG 3 Kg di Bontang Tembus Rp40 Ribu, DPRD Desak Pangkalan Nakal Ditindak

Related Posts

Abrasi Tenggelamkan Jembatan dan 15 Rumah di Minahasa Selatan
Nasional

Abrasi Tenggelamkan Jembatan dan 15 Rumah di Minahasa Selatan

16 Juni 2022, 12:33

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.