bontangpost.id – Akhir-akhir ini santer tersiar kabar soal wisuda yang dilakukan oleh murid jenjang TK hingga SMA. Hal itu menimbulkan kontra di masyarakat. Pasalnya beban biaya yang harus dibayar pun menjadi lebih besar.
Menanggapi itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bontang Agus Haris mengatakan wisuda untuk jenjang tersebut sebenarnya tidak terlalu diperlukan. Sebab memaknai kelulusan bisa dilakukan dengan cara lain.
Menurutnya, kelulusan merupakan simbol keberhasilan menyelesaikan pendidikan. Sehingga fokus yang harus dilakukan sebenarnya ialah bagaimana mempersiapkan anak didik ke jenjang yang lebih tinggi.
“Memang wisuda itu sebagai bentuk kebanggaan. Tetapi lebih baik jika melaksanakan sesuatu yang manfaatnya lebih banyak. Atau bisa dengan mengundang tokoh agama, berdoa bersama dan syukuran. Itu juga wujud rasa syukur atas semua yang sudah dilewati,” katanya.
Baca juga; Ramai Soal Wisuda Murid TK sampai SMA, Disdikbud Bontang; Bukan Urusan Kami
Jika memang ada sekolah-sekolah yang mengadakan wisuda, sebaiknya terdapat kesepakatan antara pihak sekolah dan seluruh orang tuamurid.
Politikus Partai Gerindra itu menuturkan, kemampuan rata-rata wali murid harus diukur terlebih dahulu. Agar tidak ada yang merasa dibebankan. Jika ada murid yang tidak mampu memenuhi biaya wisuda atau perayaan kelulusan lain, hal itu dapat menimbulkan kecemburuan sosial.
“Yang penting ada kesepakatan saja. Kalau ada yang enggak mampu dan dia (murid) merasa dikucilkan, malah kasihan,” tutur politikus yang akrab disapa AH.
Selain itu, AH turut menyinggung soal perjalanan ke luar daerah yang dilakukan pasca kelulusan. Banyak hal yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan. Salah satunya faktor keamanan dan keselamatan.
“Sudah banyak terjadi. Ya, jangan sampai kejadian lah. Maka dari itu lebih baik tidak dilakukan. Buat yang sederhana saja,” ujarnya.
Dengan demikian, alangkah lebih baik jika biaya perayaan kelulusan digunakan untuk keperluan sekolah di jenjang berikutnya. Sebab kebutuhan pasti akan terus meningkat. (*)







