• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Air Sungai di Tanjung Laut Memerah, Pemilik Tandon Akui Lengah

by Fitri Wahyuningsih
14 Agustus 2020, 16:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Penampakan air sungai yang berubah warna menjadi merah. (Nasrullah/Bontangpost.id)

Penampakan air sungai yang berubah warna menjadi merah. (Nasrullah/Bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Aliran sungai yang melintas di Tanjung Laut memerah, pekat. Membuat heboh warga, Rabu (12/8/2020) sekitar pukul 18.00 Wita hingga dini hari. Peristiwa yang sama pada 2018 itu terjadi lagi. Bontangpost.id menyusuri aliran sungai, Kamis (13/8/2020) dini hari. Mencari titik awal yang membuat air menjadi merah. Mulai samping Gedung Ainia Rasyifa. Berujung pada pencucian mobil di Jalan Beringin, Berebas Tengah.

Di lokasi, awak media ini menemui Kamarullah, pemilik pencucian. Dia mengaku bahwa dari tempatnya semua berasal. Berawal dari aktivitas mencuci tandon kotak berisi cairan merah.

“Ada orang yang membawa empat tandon untuk dicuci. Baru satu yang sudah dicuci. Setelah saya melihat aliran air jadi merah, saya minta berhenti,” terangnya.

Baca Juga:  Korban Kebakaran Hanya Tersisa Sarung Melilit di Tubuh

Dia kemudian menunjuk salah satu rumah yang diduga tempat tandon itu berasal. Benar saja, rumah itu hanya selemparan batu dari tempat pencucian. Awak media ini menemui Sri Susanto, akrab disapa Sentot, pemilik tandon. Dia tidak membantah bahwa dialah biang yang membuat air menjadi merah.

“Iya, benar memang kemarin ada tandon dibersihkan,” bebernya.

Dijelaskan, warna merah yang mencemari sungai warga bukan berasal dari cat. Namun pewarna pupuk subsidi yang menempel di tandon. Warnanya memang cukup pekat. Jadi, ketika tandon dicuci, seketika mengubah air yang dilalui sisa pencucian. Sisa cucian itulah yang mengambang di permukaan sungai, dan mengubahnya jadi merah pekat.

Pemilik tandon kala diwawancarai bontangpost.id. (Nasrullah/bontangpost.id)

Sentot mafhum benar bila tandon sisa pupuk, apalagi yang berwarna seperti itu tak boleh sembarang dicuci. Mestinya dibersihkan di tanah lapang. Sehingga air bekas pencucian bisa langsung meresap. Bukan membuangnya di parit atau aliran sungai aktif. Dia sudah tak melakukan ini sejak 2018.

Baca Juga:  Berebas Tengah dan Tanjung Laut Penyumbang Kasus DBD Terbanyak

“Kalau ada mau beli, saya bawa ke tempat yang lebar biar airnya terserap,” ujarnya.

Hanya kala kejadian itu, dia tak berada di rumah. Pemilik pencucian pun tak di lokasi. Cuma ada pegawai pencucian.

“Sudah tahu soal itu. Bahkan sejak 2018 sudah tidak dilakukan,” ungkapnya.

Kejadian yang terjadi kali ini disebutnya kebobolan. Mereka tak tahu-menahu konsekuensi mencuci tandon itu bisa mencemari sungai.

“Yang punya tandon memang saya. Kebetulan pas dicuci saya enggak ada. Bosnya pencucian juga tidak. Makanya, itu kebobolan saja. Kalau tahu pasti dilarang,” urainya.

Atas kejadian ini, Sentot berjanji lebih hati-hati. Agar kejadian serupa tidak terulang. Hingga membuat masyarakat resah. Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang bertindak cepat saat mendapat laporan. Mereka mengambil sampel air, Kamis dini hari. Hasilnya akan keluar satu atau dua hari ke depan.

Baca Juga:  Malam Buta, Tumpukan Besi Tua di Tanjung Laut Dilalap Si Jago Merah

“Kami akan memeriksa pH (derajat keasaman) dan suhu. Kami juga ambil sampel air yang tidak tercemar sebagai pembanding,” kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran DLH Bontang, Safriansyah. (*)

Tags: air sungai merahTanjung Laut
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pemkot Bontang Belum Rencana Punya Alat PCR Sendiri

Next Post

Empat Nakes RSUD Bontang Reaktif, Diskes Panggil para Pemimpin RS

Related Posts

Dishub Bontang Siapkan Penataan Parkir Kafe di Tanjung Laut Bontang
Bontang

Dishub Bontang Siapkan Penataan Parkir Kafe di Tanjung Laut Bontang

17 April 2026, 08:00
Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup
Bontang

Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

16 April 2026, 16:24
Enam Pemuda di Tanjung Laut Kedapatan Minum Tuak, Ada yang Masih Sekolah
Bontang

Enam Pemuda di Tanjung Laut Kedapatan Minum Tuak, Ada yang Masih Sekolah

20 Desember 2024, 15:36
Pembangunan Mal Disebut Jadi Biang Banjir
Bontang

Pembangunan Mal Disebut Jadi Biang Banjir

28 Juli 2020, 10:15
Semalam Hujan Deras, Siangnya Tanah Longsor Hantam Rumah Warga Tanjung Laut
Bontang

Semalam Hujan Deras, Siangnya Tanah Longsor Hantam Rumah Warga Tanjung Laut

3 Juni 2020, 16:30
Tiang Miring
Bontang

Waduh, Tiang Lampu Jalan Ini Miring

11 Februari 2020, 14:00

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Medis Tak Catat Persalinan, Polisi Dalami Kabar Jasad Bayi di Bontang Ditukar Bantal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.