• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Alasan Penolakan UAS di Singapura, Dianggap Sebarkan Ajaran Ekstremis

by Redaksi Bontang Post
20 Mei 2022, 10:30
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Ustaz Abdul Somad

Ustaz Abdul Somad

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Pemerintah Singapura akhirnya angkat bicara mengenai penolakan masuk Ustadz Abdul Somad (UAS) ke negaranya. Melalui Kementerian Dalam Negeri Singapura, pemerintah memaparkan alasan penolakan tersebut. Kementerian Dalam Negeri Singapura (MHA) menyebut, UAS dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi. Di mana, hal ini tidak bisa diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura.

MHA pun mencontohkan beberapa pernyataan UAS yang dianggap ekstremis. Misalnya, UAS pernah mengatakan jika bom bunuh diri itu sah dalam konteks konflik Israel-Palestina. Dan hal tersebut dianggap sebagai operasi sahid.

Kemudian, UAS juga disebut pernah berkomentar yang dinilai merendahkan agama lain. Seperti, Agama Kristen. Pasalnya, dia menggambarkan salib Kristen sebagai tempat tinggal jin kafir (roh/setan). Selain itu, UAS secara terbuka menyebut nonmuslim sebagai kafir.

”Pemerintah Singapura memandang serius siapa pun yang menganjurkan kekerasan dan atau mendukung ajaran ekstremis dan segregasi. Somad dan teman perjalanannya ditolak masuk ke Singapura,” tulis MHA dalam laman resminya.

Baca Juga:  Amankan Tablig Akbar Ustad Abdul Somad, Polres Bontang Terjunkan 200 Aparat

Dari berbagai informasi yang dihimpun, Singapura ternyata bukan negara pertama yang menolak UAS masuk ke negaranya. Sejumlah negara diketahui pernah melakukan hal yang sama. UAS pernah ditolak masuk Hongkong pada 2017 lalu saat akan memberikan ceramah di sana. Kemudian, pada 2018, ia juga ditolak masuk ke Timor Leste dan pada 2020, sejumlah negara di Eropa tak mengizinkan ia masuk ke negaranya. Seperti Belanda dan Inggris.

Pengamat Hubungan Internasional Teuku Rezasyah menilai, setiap negara memang memiliki kewenangan untuk menerima atau tidak seseorang masuk ke negaranya. Hal ini pun biasanya didasari oleh data intelegen yang mereka miliki. Amerika Serikat (AS) misalnya. Mereka sudah mengetahui siapa dan latarbelakang seseorang yang hendak masuk ke negaranya saat pengajuan visa.

Baca Juga:  Catat Tanggalnya! Ustaz Abdul Somad Bakal Ceramah di Bontang

”Hal ini yang harus dimengerti. Pemerintah Singapura sudah menjelaskan dan menetapkan. Jadi harus dihormati,” ujarnya saat dihubungi, (18/5).  Menurutnya, kasus ini tak perlu diperpanjang. Upaya diplomatik pun sejatinya telah dilakukan dengan mengirimkan nota diplomatic untuk meminta penjelasan. ”Dan ini sudah diberikan,” katanya.

Justru, lanjut dia, ini menjadi momentum bagi UAS untuk menjelaskan apa yang sejatinya terjadi. Apakah tudingan-tudingan yang disampaikan itu benar atau hanya potongan-potongan video saja yang dijadikan referensi. Sehingga nantinya, kasus serupa tak terjadi lagi ketika dirinya akan berkunjung ke negara-negara lain.

Disinggung soal dampak kasus ini pada hubungan diplomatik kedua negara, Reza menilai, hal ini tidak akan berdampak nyata. Mengingat kedua negara sudah memiliki hubungan erat yang mendalam sejak lama. Namun, ia menggaris bawahi bahwa hal ini tetap akan berimbas pada Singapura. Salah satunya, bila ada upaya boikot oleh masyarakat yang membela UAS. Mengingat, UAS merupakan salah satu orang yang dikenal. Misal, dengan tidak lagi mengunjungi Singapura hingga tidak menggunakan maskapai dari negara tersebut. ”Jadi bisa saja ketika misalnya UAS mengimbau tak perlu ke Singapura. Tentu Singapura akan terdampak,” ungkapnya. Belum lagi, anggapan bila Singapura merupakan negara Islamophobia.

Baca Juga:  Ceramah di Bontang, Ustaz Abdul Somad Serukan Jangan Golput

UAS sendiri telah menyerukan hal tersebut melalui akun media sosialnya. Dia mengajak masyarakat mengalihkan uang belanja ke Singapura untuk wakaf pembangunan pesantren. Hingga berita ini ditulis, belum ada jawaban langsung dari UAS mengenai alasan penolakan dirinya masuk Singapura saat coba dihubungi, kemarin. Termasuk, soal mengalihkan uang belanja ke Singapura. (mia)

Tags: uasUstaz abdul somad
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Akhirnya, Wali Kota Bontang Cabut “Surat Sakti” untuk Perusahaan Kutim

Next Post

Tingkatkan SDM Nelayan Binaan, PKT Gelar Pelatihan Servis Mesin Ketinting dan Dongfeng

Related Posts

Rekomendasi Masjid di Bontang yang Menyelenggarakan Itikaf Lengkap dengan Fasilitasnya
Bontang

Amankan Tablig Akbar Ustad Abdul Somad, Polres Bontang Terjunkan 200 Aparat

30 Juli 2023, 16:32
UAS Dikabarkan Dideportasi dari Singapura
Bontang

UAS Dikabarkan Dideportasi dari Singapura

17 Mei 2022, 14:07
Ceramah di Bontang, Ustaz Abdul Somad Serukan Jangan Golput
Nasional

Klarifikasi Lengkap Ustaz Abdul Somad soal Dugaan Hina Salib

22 Agustus 2019, 10:30
Ditanya Kriteria Memilih Pemimpin Negara, Ini Jawaban Ustaz Abdul Somad
Bontang

Ditanya Kriteria Memilih Pemimpin Negara, Ini Jawaban Ustaz Abdul Somad

24 Februari 2019, 19:00
Ceramah di Bontang, Ustaz Abdul Somad Serukan Jangan Golput
Bontang

Ceramah di Bontang, Ustaz Abdul Somad Serukan Jangan Golput

24 Februari 2019, 18:04
Mau Datang ke Tablig Akbar Ustaz Abdul Somad? Perhatikan Dahulu Rekayasa Lalu Lintasnya
Bontang

Mau Datang ke Tablig Akbar Ustaz Abdul Somad? Perhatikan Dahulu Rekayasa Lalu Lintasnya

23 Februari 2019, 18:44

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.