bontangpost.id – Bendungan pengendali (Bendali) Suka Rahmat menjadi salah satu upaya untuk mengantisipasi banjir Bontang. Namun hingga saat ini, pembangunannya belum bisa terealisasi.
Kendati begitu, dikatakan Kepala Bapelitbang Bontang Amiruddin, pihaknya kian gencar melakukan koordinasi dengan Pemprov Kaltim. Bendali Suka Rahmat diketahui belum bisa dibangun lantaran berada di kawasan peta indikatif penundaan pemberian izin baru.
“Tapi alhamdulillah sudah dikeluarkan izin dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, jadi tindak lanjutnya nanti sistemnya pinjam pakai,” ungkapnya kepada bontangpost.id.
Sebelum pemberian pinjam pakai lahan, terlebih dahulu mesti membuat Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Amdal). “Kami harap Desember nanti sudah selesai (Amdal),” ujarnya.
Sehingga, pemberian izin pembebasan lahan sekaligus penunjukkan titik pembangunan Bendali Suka Rahmat bisa dilakukan pada 2022 mendatang. Adapun pembangunan diharapkan bisa terwujud setelah seluruh perizinan rampung. “Kemungkinan ya 2023, tapi kalau 2022 semua selesai, bisa langsung pembangunan. Durasinya bisa satu atau dua tahun,” jelasnya.
Lebih lanjut Amiruddin mengatakan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim, untuk percepatan pembangunan bendali tersebut. Mengingat kian hari, permasalahan banjir semakin mengkhawatirkan. Adapun pembangunan bendali, sepenuhnya menjadi kewenangan provinsi dan masuk dalam RPJMD Gubernur Kaltim. “Kami sifatnya memberikan dukungan percepatan, apa yang dibutuhkan kami berupaya membantu,” ujarnya.
Diketahui, Bendali Suka Rahmat memiliki luasan 200 hektar dengan kapasitas 2 juta kubik. Tak hanya diharapkan bisa mengatasi banjir, tetapi juga sebagai sumber air baku untuk Kota Taman. Diprediksi keberadaan Bendali Suka Rahmat nantinya bisa menyumbangkan air baku sebanyak 150 liter/detik untuk Bontang. (*)







