• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Ancam Mogok Produksi, Diskop-UKMP Bakal Kumpulkan Pengusaha Tahu Tempe

by BontangPost
24 Mei 2021, 09:31
in Bontang
Reading Time: 5 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Kondisi pandemi Covid-19 berimbas pada sektor perekonomian. Belakangan ini harga kedelai melonjak drastis. Kondisi ini dikeluhkan oleh pengusaha pengrajin tahu dan tempe (PTT) Bontang.Mereka pun mengancam akan menyetop produksi pada 27-28 Mei mendatang.

Keputusan itu tertuang dalam SK nomor 01.004/PPTKB/5/2021 yang dikeluarkan oleh gabungan pengusaha di bidang tersebut. Tertanggal 22 Mei 2021. Salah satu pengrajin Mudawam mengatakan langkah itu diambil agar pemerintah mengambil kebijakan terhadap harga kedelai yang melonjak hampir dua kali lipat dari kondisi normal.

“Sebelum pandemi harga per karung berkisar Rp 375 sampai 385 ribu. Sekarang menjadi Rp 580 ribu. Pasokan diambil dari Samarinda, kalau Bontanglebih mahal lagi,” kata pengrajin yang berdomisili di Gang Rawa Indah, kelurahan Api-Api tersebut.

Baca Juga:  Harga Jual Tahu dan Tempe Mulai Bergejolak

Diketahui satu karung kedelai berisi 50 kilogram. Menurutnya kondisi ini sudah melampui batas standar harga. Umumnya kenaikan hanya berkisar 5-10 ribu rupiah. Skema aksi ini diambil supaya masyarakat mengetahui adanya gejolak harga di komoditas kacang kedelai.

“Masyarakat kasihan jika harga tempe dan tahu tiba-tiba kami naikkan,” ucap pria yang sudah menekuni usaha ini sejak 30 tahun belakangan ini.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Asdar Ibrahim mengatakan bakal mengadakan pertemuan dengan PTT Bontang. Kegiatan itu akan dihelat Senin (24/5)di Ruang Rapat UPT Pasar, 13.30 Wita.

“Tujuan pertemuan ini untuk memfasilitasi dan menjembatani saja. Karena persoalan kenaikan harga kedelai ini sifatnya global. Bukan hanya di Bontang,” sebut Asdar.

Baca Juga:  Dolar Menguat, Produsen Tahu Tempe Cemas

Pasalnya hampir seluruh daerah mengalami kelangkaan pasokan kedelai. Berdasarkan koordinasi dengan Pemprov Kaltim, jumlah suplai kedelai impor dari Tiongkok mengalami penurunan. Ditambah harga kedelai dari Amerika juga meningkat di pasar dunia.

Solusi yang akan ditawarkan ialah pengusaha tahu dan tempe dapat menyesuaikan harga jual. Selaras dengan kenaikan harga bahan baku produksi. Meski demikian, peningkatan harga jual tempe dan tahu diharapkan tidak naik 20 persen dari ambang batas normal. Sehingga tidak mempengaruhi daya beli konsumen.

“Karena ini situasi pandemi. Harapan kami harga kedelai segera normal. Supaya gejolak harga ini tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu,” pintanya.

Baca Juga:  Harga Jual Tahu dan Tempe Mulai Bergejolak

Mengacu koordinasi dengan pemerintah pusat, sebenarnya pasokan kedelai masih terbilang aman. Tetapi ada keterlambatan dalam pendistribusian ke daerah. Sementara kebutuhan pasca lebaran juga mengalami lonjakan. Kondisi ini menimbulkan kenaikan harga kedelai. Tak hanya itu, Diskop-UKMP akan terus intens koordinasi dengan Pemprov Kaltim.

“Kami akan menunggu arahan lebih lanjut dari pemprov seperti apa terkait hal ini,” pungkasnya. (*/ak)

Tags: Mogok produksiTahu Tempe
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Revisi Perda Iklan Rokok Dinilai Tidak Urgen

Next Post

Enam Kelurahan Masuk Zona Hijau

Related Posts

Harga Jual Tahu dan Tempe Mulai Bergejolak
Kaltim

Harga Jual Tahu dan Tempe Mulai Bergejolak

8 September 2018, 11:30
Dolar Menguat, Produsen Tahu Tempe Cemas
Bontang

Dolar Menguat, Produsen Tahu Tempe Cemas

7 September 2018, 11:55

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.