• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Harga Jual Tahu dan Tempe Mulai Bergejolak

by BontangPost
8 September 2018, 11:30
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
UKURAN DIPERKECIL: Pengusaha tahu memperkecil ukuran tahu yang ia jual untuk menyiasati kenaikan harga kedelai.(DEVI/METRO SAMARINDA)

UKURAN DIPERKECIL: Pengusaha tahu memperkecil ukuran tahu yang ia jual untuk menyiasati kenaikan harga kedelai.(DEVI/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Melemahnya harga rupiah terhadap nilai tukar dolar ternyata mulai memberikan imbas terhadap harga jual berbagai komoditi di pasar. Salah satunya yakni harga jual kedelai yang diketahui selama sepekan terakhir terus merangkak naik.

Bila kondisi tersebut terus terjadi, para pedagang maupun pembeli mengkhawatirkan akan adanya kenaikan harga jual tahu dan tempe. Mengingat kedelai menjadi bahan komoditas utama dalam pembuatan tahu dan tempe.

Pantau media ini di sejumlah pasar tradisional di Samarinda, harga tempe masih di kisaran Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu per kepingnya. Sedangkan untuk tahu, masih di kisaran harga Rp 2 ribu hingga Rp 4 ribu rupiah per bungkus. Harga jualnya bergantung ukuran.

Kiki, salah satu pedagang tahu dan tempe di Pasar Pagi mengaku, sampai kemarin harga jual tahu dan tempe masih terbilang stabil. Bahkan, stok yang ia terima sehari-hari pun tergolong stabil dan tidak mengalami hambatan. “Harganya masih seperti biasa, tidak ada kenaikan,” tutur dia, saat disambangi Metro Samarinda di lapaknya di Pasar Pagi, kemarin.

Kendati demikian, disebutkan Kadiem, salah satu pengusaha tahu di Jalan Lumba-Lumba, Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, bahwa dalam beberapa pekan terakhir harga kedelai mulai merangkak naik. Menurutnya, kenaikan harga kedelai bahkan telah terjadi sejak beberapa bulan lalu.

Baca Juga:  Sokhip Mangkir Sidang BK 

“Harga kedelai mulai naik pasca lebaran. Saya kan biasanya ambil kedelai di toko, untuk satu kwintal setengah dijual seharga Rp 5,2 juta. Namun sekarang saya harus mengeluarkan uang hampir Rp 6 juta untuk membeli kedelai itu. Kenaikannya hampir Rp 800 ribu dalam beberapa bulan terakhir,” tutur dia.

Mengenai alasan kenaikan harga ini, Kadiem berkata, tidak terlalu paham. Ia hanya mengatakan, bahwa kedelai yang ia gunakan sebagai bahan utama pembuatan tahu dan tempe masih mengandalkan pasokan dari luar negeri. Sehingga, ia pun membenarkan, bahwa naiknya harga kedelai dikarenakan menguatnya dolar terhadap rupiah.

“Ya, sepertinya ada pengaruh dari dolar. Soalnya kedelai ini memang merupakan kedelai impor yang saya ambil dari salah satu toko di Samarinda,” beber dia.

Ia pun mengaku, merasa khawatir kalau harga kedelai terus merangkak naik dikarenakan penguatan dolar. Pasalnya, dengan harga yang ada sekarang, ia telah merasa kewalahan untuk mempertahankan usaha yang telah ia rintis sejak tahun 1987 itu.

Baca Juga:  Razia Gabungan Incar Para Pendatang

“Sekarang serba susah. Dulu saya bisa nabung satu hingga dua per bulan. Kalau sekarang, cukup buat makan saja alhamdulillah. Apa-apa serba mahal. Belum lagi gaji karyawan. Pusing,” ujarnya.

Meskipun kedelai mengalami kenaikan harga, wanita paruh baya ini mengaku, tidak dapat menaikkan harga tahu yang ia jual dikarenakan khawatir dengan penurunan omzet penjualan. Sehingga, salah satu alternatif yang dapat ia ambil yakni dengan mengecilkan ukurannya.

“Ukurannya dikecilkan saja untuk mengurangi kerugian. Tapi begini susah juga, soalnya banyak pembeli protes kenapa ukuran tahunya diperkecilkan,” tutur dia.

Sehingga, ia bersama pengusaha tahu dan tempe di Selili lainnya hanya dapat berharap, agar pemerintah dapat mencari solusi terkait permasalahan ini. Sebab, naiknya harga kedelai tersebut telah menyebebkan salah satu pengusaha tempe di kawasan itu terpaksa gulung tikar. “Saya lihat di televisi pengusaha tahu dan tempe di Jawa banyak yang tutup. Kalau di sini sudah ada satu yang tutup,” pungkas dia. (*/dev)

INFO HARGA PASAR

Harga Komoditi di Pasar Pagi

Sayur-Sayuran              Harga
Bawang Merah             Rp 28 ribu/kg
Bawang Putih               Rp 28 ribu/kg
Bawang Bombai           Rp 25 ribu/kg
Cabai Biasa                  Rp 30 ribu/kg
Cabai Keriting Rp 35 ribu/kg
Cabai Besar                 Rp 35 ribu/kg
Kol                              Rp 12 ribu/kg
Wortel              Rp 18 ribu/kg
Kentang                       Rp 20 ribu/kg
Daun Bawang               Rp 25 ribu/kg

Baca Juga:  Norbaiti Nyaleg Lewat PAN?

Ikan Laut          Harga
Bandeng           Rp 25 ribu
Layang             Rp 31 ribu
Patin                 Rp 20 ribu
Nila                  Rp 40 ribu
Kembung         Rp 20 ribu
Tenggiri            Rp 20 ribu
Udang              Rp 100 ribu
Cumi-cumi        Rp 75 ribu

Daging, Ayam dan Telur           Harga
Daging Sapi                              Rp 125 ribu/kg
Ayam Kecil (1,2 kg)                 Rp 40 ribu/ekor
Ayam Besar (2,5 kg)                Rp 65 ribu/ekor
Telur Puyu                                Rp 36 ribu/piring
Telur Bebek                             Rp 95 ribu/piring
Telur Biasa                               Rp 48 ribu/piring

Beras                                       Harga
Beras Merk Berlian                  Rp 13ribu/kg
Beras Merk Kura-kura             Rp 14ribu/kg
Beras Merk Kuda Balap           Rp 15 ribu/kg

Sumber Data: Pantauan Metro Samarinda

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Dollar NaikMetro SamarindaTahu Tempe
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

5 Desa Belum Laporkan DD Tahap I 

Next Post

Solusi di Balik Polemik Pelantikan Gubernur 

Related Posts

Ancam Mogok Produksi, Diskop-UKMP Bakal Kumpulkan Pengusaha Tahu Tempe
Bontang

Ancam Mogok Produksi, Diskop-UKMP Bakal Kumpulkan Pengusaha Tahu Tempe

24 Mei 2021, 09:31
Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.