BONTANGPOST.ID, Samarinda – Alokasi anggaran Rp10 ribu per porsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) diprediksi tak akan mencukupi jika diterapkan di Kaltim. Pemerintah Provinsi lewat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memasang ancang-ancang menyubsidi pelaksanaan program pemerintahan Prabowo Subianto di tanah Etam.
“Untuk di wilayah terpencil, angka itu enggak cukup,” ungkap pelaksana teknis Kepala Disdikbud Kaltim, Irhamsyah, beberapa waktu lalu. Harga penyediaan MBG di setiap kabupaten/kota di Kaltim jelas berbeda dengan Pulau Jawa.
Bahkan harga di Samarinda atau Balikpapan dengan Kutai Barat (Kubar), Kutai Timur (Kutim), atau Mahakam Ulu (Mahulu) memiliki terbilang domplang. Karena itu, menurut dia, subsidi pembiayaan dari daerah sangat diperlukan agar memastikan setiap porsi makanan yang diberikan ke para siswa memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG).
“Kalau di sini (Samarinda) Rp 10 ribu bisa beli telur 3-4 butir. Di Mahulu atau Kubar enggak. Makanya Pemprov berencana memastikan anggaran dari pusat dibantu daerah sehingga memastikan AKG-nya per porsi cukup,” jelasnya.
Pemprov memang sudah beberapa kali menyimulasikan MBG ke sejumlah sekolah se-Kaltim. Namun pelaksanaannya belum terkoneksi dengan program pusat itu. “Tapi dari simulasi yang sudah ada, Pemprov sudah mendapat gambaran kasar kendala apa saja yang muncul dari pelaksanaannya,” sambung Irham.
Subsidi lewat APBD Kaltim pun baru bisa dipastikan mengalir selepas pusat menerbitkan petunjuk teknis peran pemerintah daerah dalam program nasional itu.
“Jadi menunggu aturannya dulu. Kalau sudah ada, langsung bergerak,” singkatnya. (*)






