BPBD Sebut Tidak berdampak Tsunami
SANGATTA – Sekira pukul 19.21 wita, kemarin (31/3), Kutim di goyang gempa sebanyak dua kali. Menurut laporan, gempa menyasar Sangatta dan kawasan Sangkulirang. Umumnya, di daerah pesisir laut. Meskipun tidak secara langsung, derasnya getaran turut membuat rumah bergoyang. Hal ini karena, gempa yang menuju titik sasar di Sulawesi Tengah tersebut sebesar 5,6 SR.
Dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Syafruddin Syam, didampingi Kasi Penanggulangan Bencana, Romi, dari informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa yang menimpa Sulteng itu memiliki kedalaman 71 Kilometer dengan jarak gempa di Kutim 400.77 KM. Maka wajar, dampaknya sangat terasa di Kutim.
“Jangankan Kutim, di Berau saja juga kena dampaknya. Bahkan, disana lebih ribut dari pada kita,” ujar Romi saat diminta keterangan, Sabtu subuh (1/40) kemarin.
Meskipun begitu, Romi, mengaku gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Baik daerah utama maupun yang terdampak seperti Kutim dan Berau. Hanya saja, warga Kutim yang jarang merasakan gempa turut was-was dengan kejadian singkat tersebut. “Jadi belum berpotensi tsunami. Juga tidak berdampak besar bagi daerah kita,” kata Romi.
Meskipun begitu, dirinya mengaku akan terus melakukan komunikasi dengan BMKG untuk memastikan hal ini. Karena jangan sampai gempa susulan gembali menggoyang Kutim. Terlebih, saat ini keadaan cuaca kurang membaik. Mulai dari angin kencang hingga hujan deras berguntur dan berpetir. “Terus kami lakukan pemantauan. Mudahan saja, daerah kita aman dari bencana apapun,” katanya.
Sementara itu, salah seorang warga, Gang Taruna, Syafranuddin, mengaku merasakan gempa secara nyata dirumahnya. Sontak dirinya langsung meninggalkan rumah sejenak untuk melihat keadaan luar. “Ya saya merasakannya. Setelah itu, saya langsung informasikan kepada masyarakat melalui media sosial,” ujar mantan pejabat BPBD itu. (dy)





