BONTANGPOST.ID, Bontang – Realisasi pajak parkir di Kota Bontang pada triwulan pertama 2026 menunjukkan tren positif. Hingga Maret, capaian telah menyentuh 17,45 persen dari target tahunan.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang, Natalia Trisnawati, menyebut angka tersebut melampaui target triwulan pertama yang dipatok sekitar 15 persen.
“Alhamdulillah, capaian triwulan pertama sudah 17 persen. Ini dua persen di atas target dan menunjukkan tren yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Secara nominal, realisasi pajak parkir hingga Maret mencapai Rp76.705.000 dari total target tahunan sebesar Rp439.609.000.
Natalia menjelaskan, pajak parkir berbeda dengan retribusi parkir. Pajak parkir dikenakan kepada pelaku usaha yang menyediakan lahan parkir sendiri, seperti pusat perbelanjaan, kafe, dan toko modern. Sementara retribusi parkir berlaku untuk parkir di tepi jalan umum yang dikelola pemerintah.
“Kalau parkir di area milik usaha, itu masuk pajak. Sedangkan parkir di tepi jalan umum termasuk retribusi,” jelasnya.
Untuk mengoptimalkan pendapatan, Bapenda menerapkan sejumlah strategi. Salah satunya penggunaan sistem cash register untuk memantau transaksi parkir secara lebih transparan.
Selain itu, Bapenda juga melakukan pendataan ulang bersama Dinas Perhubungan (Dishub) guna memetakan objek pajak dan retribusi, sehingga tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.
“Kami berkolaborasi dengan Dishub untuk memastikan klasifikasi objek parkir sesuai aturan,” tambahnya.
Sejumlah lokasi yang menjadi penyumbang pajak parkir antara lain Bontang City Mall (BCM), ruko di depan Mapolres, eks Bontang Plaza, serta sejumlah toko di Jalan Ahmad Yani.
Bapenda juga menggencarkan sosialisasi melalui videotron dan mengimbau masyarakat agar tidak membayar parkir tanpa karcis resmi guna menekan praktik parkir liar.
Tak hanya itu, pendekatan langsung kepada pelaku usaha turut dilakukan. Surat edaran telah disampaikan kepada wajib pajak potensial, khususnya kafe dan toko yang menyediakan lahan parkir.
“Ini bentuk jemput bola agar seluruh potensi pajak dapat tergarap optimal,” tegas Natalia.
Dengan berbagai langkah tersebut, Bapenda optimistis realisasi pajak parkir tahun ini dapat melampaui capaian sebelumnya dan berkontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bontang. (ak)







