• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Awang Enggan Beberkan Bukti? 

by BontangPost
7 Juli 2018, 11:35
in Breaking News
Reading Time: 4 mins read
0
BERI KLARIFIKASI: Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menjawab sejumlah pertanyaan wartawan usai memberikan klarifikasi kepada Bawaslu Kaltim.(FOTO/SAIPUL ANWAR/KALTIM POST)

BERI KLARIFIKASI: Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menjawab sejumlah pertanyaan wartawan usai memberikan klarifikasi kepada Bawaslu Kaltim.(FOTO/SAIPUL ANWAR/KALTIM POST)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Polemik dugaan politik uang atau money politic yang dilontarkan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak kepada salah satu pasangan calon (paslon) masih akan terus menyisakan tanya. Sebab, saat menghadiri undangan pemeriksaan oleh Bawaslu Kaltim, Jumat (6/7) kemarin, Awang nyatanya tak berani membeberkan data atau bukti yang konkrit terkait pernyataannya.

Pantauan media ini, pemeriksaan Awang kemarin berlangsung sekitar dua setengah jam. Awang hadir di kantor Bawaslu sekira pukul 08.49 Wita. Mantan Bupati Kutim ini hadir menggunakan mobil Alphard dengan nomor polisi B 317 AFI. Awang turun dari mobil berwarna hitam itu ditemani sejumlah ajudannya.

Proses pemeriksaan Awang baru selesai sekira pukul 10.36 Wita. Kehadiran orang nomor satu di lingkungan Pemprov Kaltim itu kemarin mendapatkan pengamanan ketat dari pihak kepolisian. Puluhan personel disiagakan di kantor Bawaslu Kaltim di Jalan MT Haryono kemarin.

Pasifnya Awang dalam membuka tabir politik uang di Pilgub Kaltim, tentu saja membuat Bawaslu selaku pengawas pemilu harus putar otak untuk menelusuri dugaan praktik kecurangan itu. Apalagi Awang mengaku enggan melaporkan masalah tersebut.

Kepada awak media, Awang berdalih, dirinya enggan melaporkan maupun membeberkan bukti dugaan adanya politik uang, lantaran itu bukan menjadi kewenangan dirinya sebagai guebrnur. Pada kesempatan itu, Awang justru melemparkan masalah tersebut kepada para paslon untuk melaporkannya.

Namun ia meyakinkan, bahwa dugaan adanya politik uang yang dilakukan salah satu paslon, dalam hal ini pasangan Isran Noor dan Hadi Mulyadi, benar adanya. Karenanya, menurut dia, sekarang tinggal bagaimana Bawaslu menindaklanjuti hal itu.

“Itu bukan hoax. Tadi sudah saya buktikan ada uang rupiah yang berbeda seri. Yang satu warna hitam. Yang satunya lagi warna merah. Itu didapat dari masyarakat. Ada Rp 100 ribu, Rp 200 ribu, ada yang sampai Rp 500 ribu,” sebut Awang membeberkan bukti yang ia yakini sebagai bukti temuan politik uang.

Baca Juga:  Mutakhirkan Data, KPU “Door to Door”

Selain, saat memberikan klarifikasi kemarin, Awang juga ternyata enggan menyerahkan barang bukti dugaan politik uang yang dia miliki. Kepada Bawaslu Kaltim, Awang mengaku hanya menunjukan beberapa barang bukti yang kini sudah di kantongi dirinya.

“Enggak ada bukti saya serahkan. Bukti uang hanya saya tunjukkan kepada Bawaslu. Tidak diserahkan. Itu bukti awal yang bisa ditelusuri. Soal dia masuk lewat kargo, siapa yang bisa mengontrol. Kalau pesawat dari luar negeri, dia tidak lewat sistem di bandara,” tuturnya.

Seakan membantah pernyataan yang ia lontarkan sebelumnya, Awang menyebut, bantuan keuangan miliaran rupiah yang masuk sebagai biaya kampanye salah satu paslon di pilgub, kemungkinan besar dikirim lewat pesawat. Pasalnya, jika ditransfer lewat bank maupun melalui pengiriman di Bea Cukai tidak mungkin dilakukan.

“Lewat bank kan enggak boleh. Pasti ketahuan. Bea Cukai juga enggak boleh. Satu-satunya lewat pesawat. Uang yang datang dari Singapura bukan dalam pecahan dolar, tetapi dalam pecahan rupiah. Uang asing kan enggak boleh masuk. Jadi dalam bentuk rupiah,” sebutnya.

Terkait informasi yang ia peroleh dari intelijen, apakah ikut disampaikan kepada Bawaslu Kaltim, lagi-lagi Awang hanya mengaku, bahwa itu cukup menjadi urusan pemerintah. “Itu urusan kami pemerintah. Kami kan punya intelijen sendiri. Polisi juga punya sendiri. Polisi lapornya ke Kapolda,” tukasnya.

Baca Juga:  Harga Beras Merangkak Naik

Secara tersirat, gubernur terkesan masih enggan mengakui Isran-Hadi sebagai gubernur dan wakil gubernur Kaltim. Menurutnya, penentuan siapa yang menjadi gubernur dan wakil gubernur, tidaklah berdasarkan hasil quick count. Tetapi diputuskan setelah adanya hasil rekapitulasi KPU Kaltim pada 9 Juli mendatang.

“Saya mengakui pemilihan gubernur berdasarkan ketentuan perundangan. Nanti saya menunggu hasil perhitungan KPU. Siapapun yang menang, itulah yang saya akui. Dan akan langsung saya telepon memberikan ucapan selamat. Apakah nomor 1, 2, 3, dan 4, kita tunggu,” ujarnya.

Tak hanya itu, Awang menyayangkan sikap jemawa Isran. Menurutnya, sebelum ada hasil rekapitulasi KPU, Isran seharusnya tidak merasa dirinya adalah gubernur. Apalagi sampai mau mengevaluasi sejumlah proyek pembangunan yang kini sedang ia jalankan.

“Semua kebijakan gubernur mau dievaluasi. Bagaimana mungkin dievaluasi, jalan tol sudah jadi proyek strategis nasional. Tidak bisa dibatalkan. Membatalkan itu berurusan dengan kabinet kerja. Kawasan ekonomi khusus juga begitu,” sebutnya.

Apalagi yang berkaitan dengan kebijakan pertambangan, menurutnya, tidak bisa dibatalkan begitu saja. “Enggak boleh calon gubernur mengatakan itu CNC dan Non CNC itu akal-akalan. Itu keputusan pemerintah ESDM, gubernur, dan KPK. Belum jadi gubernur aja sudah menyampaikan aturan. Itu yang saya sayangkan,” tandasnya.

Keengganan Awang membuka bukti adanya dugaan politik uang yang telah dia sebutkan, diakui Ketua Bawaslu Kaltim, Saipul menjadi kendala bagi jajarannya menguak tabir masalah tersebut. Apalagi pernyataan Awang telah menjadi konsumsi publik.

“Dalam pemeriksaan itu, gubernur tidak menyerahkan bukti apapun kepada Bawaslu. Menurutnya, yang menindaklanjuti terkait statement beliau adalah paslon. Dan yang sudah menyampaikan laporan adalah paslon nomor 4. Itu sudah kami proses dan sudah berjalan sekitar tiga hari,” ucapnya.

Baca Juga:  Alphad Ditangkap, Gerindra Rugi?

Dia menjelaskan, pemeriksaan gubernur tidak dalam bentuk klarifikasi dengan pertanyaan terarah. “Bentuknya bukan klarifikasi dengan sekian banyak pertanyaan. Tetapi kami menggunakan diskusi terbuka. Bawaslu menginginkan bukti konkrit dari beliau sebagaimana informasi yang telah beliau sampaikan di media,” pintanya.

Mengenai politik uang, terutama terkait pernyataan Awang adanya dana yang dikirim melalui kargo dari Singapura, dikatakan Saipul, pihaknya perlu melakukan pendalaman terlebih dahulu. Seperti petunjuk perbedaan warna seri uang yang diungkapkan gubernur, apakah nantinya bisa menunjukan ke arah politik uang atau tidak, masih perlu dikaji.

“Tetapi sekali lagi, alat bukti tidak ada satupun yang diserahkan kepada Bawaslu. Dan beliau sudah menegaskan bahwa alat bukti bisa didapatkan dari paslon yang melapor,” ucapnya.

Semula, Saipul berharap, kehadiran gubernur memberikan klarifikasi bisa disertai alat bukti permulaan. Sehingga bisa membantu pihaknya memutuskan langkah konkrit selanjutnya. Sementara dari semua klarifikasi yang disampaikan gubernur, diakuinya tidak ada satupun yang konkrit.

“Sekali lagi, petunjuk konkrit tidak ada. Seperti dugaan masuknya uang dari luar negeri, paling tidak ada surat yang bisa jadi petunjuk. Namun tidak ada sedikitpun yang diserahkan terkait itu,” tegasnya.

Terpisah, Kepala BI perwakilan Kaltim, Muhammad Nur enggan berkomentar terkait seri uang kertas pecahan seratus ribu. Dia baru bisa menjelaskan saat melihat fisik uang kertas tersebut.“Kami enggak akan memberikan pendapat kalau tidak melihat langsung uang itu,” ungkapnya dikutip dari Samarinda Pos (grup Kaltim Post/Metro Samarinda). (drh)

Tags: Awang Faroek IshakMetro Samarindapilgub kaltim 2018politik uang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Isran-Hadi Belum Ingin Tanggapi Rekapitulasi 

Next Post

Isran Kukuh Evaluasi Proyek Awang 

Related Posts

Jalan Tol Samarinda-Bontang Tak Masuk Prioritas 2022, Lelang Paling Cepat 2023
Kaltim

Wakil Kaltim di Senayan Janji Bakal Perjuangkan Nama Awang Faroek Ishak Gantikan Tol Balsam

26 Desember 2024, 10:52
Sejumlah Warisan Awang Faroek, dari PON hingga Jalan Tol Pertama di Kalimantan
Kaltim

Mantan Rektor Unmul Usulkan Nama Tol Balsam Diganti Tol Awang Faroek Ishak

25 Desember 2024, 13:00
Sejumlah Warisan Awang Faroek, dari PON hingga Jalan Tol Pertama di Kalimantan
Kaltim

Sejumlah Warisan Awang Faroek, dari PON hingga Jalan Tol Pertama di Kalimantan

24 Desember 2024, 11:02
Kejujuran Calon Melaporkan Dana Kampanye Diragukan, Politik Uang di Kaltim Diprediksi Tinggi
Kaltim

Kejujuran Calon Melaporkan Dana Kampanye Diragukan, Politik Uang di Kaltim Diprediksi Tinggi

28 Agustus 2024, 12:09
Penerima dan Pemberi ‘Serangan Fajar’ Potensi Masuk Bui 4 Tahun dan Denda Rp36 Juta
Nasional

Penerima dan Pemberi ‘Serangan Fajar’ Potensi Masuk Bui 4 Tahun dan Denda Rp36 Juta

14 Februari 2024, 09:05
Bawaslu Temukan Dugaan Politik Uang di Bontang Selatan
Bontang

Bawaslu Temukan Dugaan Politik Uang di Bontang Selatan

8 Februari 2024, 16:47

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.