• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Bangun Kesadaran Publik Soal Isu Lingkungan Lewat Film

by Fitri Wahyuningsih
13 Januari 2021, 07:50
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Nobar dan diskusi dua film dokumenter karya Watc Doc, Anak Santan dan RT 24.

Nobar dan diskusi dua film dokumenter karya Watc Doc, Anak Santan dan RT 24.

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Keberadaan industri ekstraktif mengumbar janji, bahwa keberadaanya memberi manfaat bagi masyarakat. Namun nyatanya, eksplorasi besar-besaran dan nyaris tak terkontrol hanya menghasilkan kerusakan lingkungan. Demikian pesan yang ingin disampaikan dalam kegiatan nonton bareng (Nobar) dan diskusi (Nobardisk) dua film dokumenter karya Watc Doc, Anak Santan dan RT 24.

Kegiatan tersebut digelar Sabtu (9/1/2021) lalu. Nobardisk yang diinisiasi lintas organisasi dan komunitas di Bontang itu dihadirkan untuk mendorong kesadaran publik akan isu-isu yang terjadi di sekitar. Dalam agenda perdana ini, dua narasumber dihadirkan. Yakni dosen Sosiologi Universitas Mulawarman, Sri Mulyanti. Serta salah satu pendiri, Tani Muda Santan, Taufik yang juga bertugas memantik jalannya diskusi.

Taufik, yang juga terlibat dalam film dokumenter Anak Santan, menjelaskan film tersebut menggambarkan bagaimana keadaan warga Santan sebelum dan sesudah bersinggungan langsung dengan industri ekstraktif (Tambang).

“Ini hanya sedikit dari banyaknya gambaran dampak yang kami rasakan,” jelasnya memancing diskusi.

Sungai santan, lanjut Taufik menjadi salah satu subjek yang menjadi bagian penting dalam film. Sungai tersebut disebutkan menjadi saksi perubahan sosial dan ekonomi yang terjadi di desa Santan karena pertambangan.

“Bagaimana sungai yang awalnya menjadi urat nadi kehidupan desa, kini bahkan hampir tidak bisa digunakan. Belum lagi, satwa buas yang liar (Buaya) sudah berkeliaran karena kegiatan pertambangan di hilir,” lanjutnya.

Bahkan dalam film itu diketahui, sejak tahun 2007 telah terdapat 10 orang korban tewas diterkam buaya. Menurut Taufik itu merupakan dampak kegiatan salah satu perusahaan pertambangan, yang masuk dan beroperasi sejak 1997 lalu.

“Alur sungai yang berubah, tentu membuat satwa-satwa liar termasuk buaya, juga terusik. Dan ini kami duga menjadi faktor kenapa buaya mulai masuk ke sungai kami. Padahal dulunya, sungai ini menjadi tempat minum, berenang dan interaksi sosial masyarakat desa,” terangnya.

Tak hanya itu, perekonomian warga, yang awalnya memanfaatkan sektor pertanian, perlahan mulai berubah. Hal itu, karena banyak masyarakat yang banting stir untuk bekerja di perusahaan.

“Tapi taraf kesejahteraan warga desa juga tidak berubah,” terangnya.

Berangkat dari kondisi ini, ia bersama pemuda santan lainnya, membangun organisasi Tani Muda Santan. Dia mulai menata kembali dan mengorganisir warga desa. Hal itu, untuk mengajak masyarakat memulihkan kondisi perekonomian, tanpa ketergantungan industri yang ia sebut menghadirkan kesejahteraan ilusi.

“Kami mencoba untuk kembali menghidupkan kepercayaan diri masyarakat. Caranya, dengan kembali mengajak masyarakat menghidupkan sektor pertanian,” terangnya.

Sri Mulyanti, sebagai Dosen Sosiologi, melihat hal ini, sebagai potensi yang harusnya juga di terapkan oleh daerah lain. Bontang, ia sebut bisa mulai mengambil langkah serupa.

“Seperti pemanfaatan ikan bawis. Jika diolah dengan baik, ini bisa menjadi industri yang menjanjikan,” katanya.

Menurutnya, Bontang perlu mempersiapkan sumber ekonomi yang terlepas dari industri ekstraktif. Kota Bontang, yang disebut besar karena migas ia nilai bukan sumber ekonomi daerah yang menjanjikan.

“Ini sumber daya terbatas, dan suatu saat nanti kita harus bersiap untuk lepas dari itu,” sebutnya

“Apa yang dilakukan masyarakat di dua film ini, perlu menjadi perhatian,” tandasnya.

Kegiatan ini, diinisiasi oleh delapan Stakeholder yang ada di kota Bontang. Mulai dari organisasi, Forum Jurnalis Bontang (FJB), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan Satuan Pelajar Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP).

Selain itu, Komunitas Berbuat Saja (Kombes) Komunitas Belajar (Kobar), Burasa Id, Helas Shoes Clean, Burasa Shoes Clean, juga ikut mendukung kelancaran kegiatan. (*)

Tags: Watc Doc
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Klaster OPD Meningkat

Next Post

Ancam Pakai Sajam, Maling Ayam Digebuki Warga

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.