BONTANGPOST.ID, Bontang – Kematian ikan secara mendadak terjadi di sejumlah wilayah perairan Kota Bontang. Fenomena ini dilaporkan nelayan di Selambai, Kelurahan Loktuan, Tanjung Limau hingga Gusung sejak Selasa (3/11/2026) petang.
Ardi, salah seorang pemilik keramba di perairan Selambai, mengatakan kejadian tersebut telah berlangsung selama tiga hari. Sedikitnya 17 keramba milik nelayan setempat terdampak. Bahkan, ikan di laut lepas juga ditemukan mati mengapung.
“Ratusan ikan sudah mengapung dan diserok warga. Kejadian ini tidak hanya di Selambai, tetapi juga di Tanjung Limau dan Gusung,” ungkapnya, Kamis (5/11/2026).
Hingga kini, penyebab kematian ikan tersebut belum diketahui. Nelayan telah melaporkan kejadian itu kepada Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang untuk dilakukan pengambilan sampel air.
Ardi menyebut, DKP3 telah mengambil sampel air pada Rabu (4/11/2026). Nelayan berharap hasil pemeriksaan dapat mengungkap penyebab ikan mengalami kondisi lemas sebelum akhirnya mati.
“Ini yang belum kita ketahui. Sampling sudah diambil Rabu kemarin, kami ingin tahu penyebabnya. Soalnya kalau faktornya cuaca, di Bontang Kuala tidak ada ikan yang mati,” terangnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Perikanan DKP3 Bontang, Syamsu Wardi, mengatakan pihaknya telah mengambil sampel air di tiga titik lokasi keramba. Pengambilan sampel dilakukan menindaklanjuti laporan kematian ikan di perairan Selambai dan Tanjung Limau.
Menurutnya, sampel tersebut akan diperiksa dan diidentifikasi lebih lanjut. Hasilnya kemudian akan disampaikan kepada Kepala DKP3 Bontang, Ahmad Aznem.
“Kalau hasil sudah keluar, kami akan identifikasi dan nanti diinformasikan,” pungkasnya. (*)

