• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Belanja Modal Lampaui Standar Nasional, APBD Perubahan Kaltim Dievaluasi

by BontangPost
27 Oktober 2017, 11:32
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Bere Ali(LUKMAN/METRO SAMARINDA)

Bere Ali(LUKMAN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kaltim tahun anggaran 2017 mendapat evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Salah satunya  karena akun belanja modal melampaui standar nasional. Tahun ini standar yang ditetapkan mencapai 22,66 persen. Sementara, setelah semua akun belanja modal Kaltim disatukan, mencapai 23,57 persen.

“Dalam APBD Perubahan, yang betul-betul masuk akun belanja modal itu sebenarnya 11,5 persen. Tetapi ada kegiatan-kegiatan pengadaan barang dan jasa yang berdimensi belanja modal. Setelah semua digabungkan, melebihi standar nasional,” terang Bere Ali, Asisten Adminsistrasi Umum Pemprov Kaltim kepada Metro Samarinda.

Kata dia, ada pengadaan barang dan jasa serta bantuan keuangan yang bernuansa belanja modal. Padahal akunnya berbeda. Dalam hal ini misalnya pemprov memberikan bantuan keuangan kepada kabupaten/kota untuk membangun sebuah proyek. Hal tersebut menurutnya merupakan belanja bantuan keuangan yang berdimensi belanja modal.

Baca Juga:  Nikah Siri Bikin Resah Kaum Ibu

“Sama dengan anggaran untuk BSB (Bandara Samarinda Baru). Bangunan BSB itu kan nantinya akan kami serahkan untuk dikelola pemerintah pusat atau kementerian. Itu tidak masuk belanja barang dan jasa,” ungkapnya.

Sehingga sesuai aturan yang ada, anggaran tersebut tidak masuk dalam kode rekening belanja modal. Melainkan masuk pada rekening barang dan jasa tetapi berdimensi belanja modal. Hal inilah yang lantas dibicarakan pemprov bersama badan anggaran DPRD Kaltim menanggapi evaluasi Kemendagri. Dalam rapat bersama tersebut, pemprov dan DPRD sepakat memberikan penjelasan kepada Kemendagri.

”Kami sudah sepakat dengan dewan akan memberikan penjelasan. Bahwa sebetulnya apa yang kami anggarkan sudah sesuai dengan apa yang kami rancang,” beber Bere.

Meski mendapat evaluasi, namun dia meyakinkan bahwa tidak ada dampak negatif yang timbul terhadap pelaksanaan APBD Perubahan. Karena apa yang disampaikan pemprov telah sesuai dengan yang seharusnya. Misalnya terkait dengan prognosis, yang dianggap sudah sangat sesuai dengan kondisi riil yang tengah dihadapi Kaltim.

Baca Juga:  Pengadaan Alat Berat Tak Masuk Usulan

“Jadi misalnya prognosis itu diminta spesifik sesuai kemampuan ekonomi daerah. Sesuai frame perkembangan daerah yang mungkin bisa dicapai. Dan bagi kami prognosis selama ini selalu tepat,” sebutnya.

Bere memaparkan, ada perubahan sedikit pada APBD Perubahan 2018. Yaitu adanya penambahan sekitar Rp 19 miliar. Penambahan ini berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang harus masuk dalam APBD. Serta berasal dari bantuan keuangan yang diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.

Adapun bantuan dari Pemkab Berau ini terkait peralihan wewenang pengelolaan SMP dan SMA dari daerah ke pemprov. Sesuai undang-undang, pengelolaan SMP dan SMA sekarang menjadi kewenangan provinsi. Hal ini menyebabkan pemkab tidak boleh menganggarkan. Misalnya anggaran untuk operasional atau untuk tambahan insentif guru dan sebagainya.

“Nah sesuai dengan aturan, mau tak mau mereka hibahkan dulu ke provinsi. Lalu nantinya dikeluarkan untuk tujuan sesuai yang mereka inginkan,” jelas mantan Kepala Dinas Sosial Kaltim ini.

Baca Juga:  Untuk Ikut Membangun Daerah, Pemuda Harus Masuk Sistem 

Menurutnya semua yang menjadi evaluasi selalu menjadi acuan dalam penganggaran dan penyusunan Rancangan APBD. Karena hal ini sudah rutin dilakukan setiap tahun. Maka apa yang menjadi hasil evaluasi akan selalu dijadikan pedoman dalam menyusun anggaran. Dalam hal ini, pemprov tidak boleh melampaui ketentuan-ketentuan yang lain.

“Misalnya ada ketentuan, ternyata kode rekening yang diminta itu ada yang di tempat lain yang juga bernuansa seperti yang dikehendaki. Nah disini pentingnya evaluasi penting. Karena evaluasi itu juga harus sinkron antara kebijakan pusat dan daerah,” urainya.

Bere menambahkan, tanggapan atas evaluasi ini akan dikirimkan ke Kemendagri dengan meminta nomor persetujuan. APBD Perubahan sendiri kini telah bisa dilaksanakan untuk membiayai kebutuhan-kebutuhan daerah. (luk)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: apbdkaltimMetro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Jaang Tiga Besar

Next Post

Panwaslu Masih Pakai Dana Pribadi

Related Posts

Kemnaker Rilis Biaya Hidup Layak di 38 Provinsi, Kaltim Rp5,7 Juta
Kaltim

Kemnaker Rilis Biaya Hidup Layak di 38 Provinsi, Kaltim Rp5,7 Juta

24 Desember 2025, 12:08
Kaltim Masuk 10 Besar Provinsi Paling Korup, Nilai Suap Capai Rp16,36 Miliar
Kaltim

Kaltim Masuk 10 Besar Provinsi Paling Korup, Nilai Suap Capai Rp16,36 Miliar

11 Oktober 2025, 08:00
Penduduk Kaltim Tembus Rp 4,05 Juta Jiwa, Pertumbuhan Tertinggi di PPU
Bontang

Penduduk Kaltim Tembus Rp 4,05 Juta Jiwa, Pertumbuhan Tertinggi di PPU

13 Maret 2024, 10:00
APBD Bontang 2024 Ditetapkan Rp 2,6 Triliun
Bontang

APBD Bontang 2024 Ditetapkan Rp 2,6 Triliun

29 November 2023, 13:37
Gubernur Isran Sebut Kaltim Kaya Tapi Penduduk Miskin Masih Tinggi
Bontang

Gubernur Isran Sebut Kaltim Kaya Tapi Penduduk Miskin Masih Tinggi

1 Agustus 2023, 20:51
Wali Kota Basri Masuk Bursa Calon Gubernur Kaltim dari PKB
Kaltim

Wali Kota Basri Masuk Bursa Calon Gubernur Kaltim dari PKB

17 September 2022, 19:00

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.