• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Belum Banyak Digarap, Bisa Genjot Pertumbuhan PAD

by M Zulfikar Akbar
2 April 2018, 10:31
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
HERDI JAFFAR/SANGATTA POST
LEBIH TRANSPARAN: Dirwanta Firsta, pemateri dari KPw-BI Kaltim saat menyampaikan materi tentang fungsi dari BI

HERDI JAFFAR/SANGATTA POST LEBIH TRANSPARAN: Dirwanta Firsta, pemateri dari KPw-BI Kaltim saat menyampaikan materi tentang fungsi dari BI

Share on FacebookShare on Twitter

Program transaksi non tunai tak sekadar menjadikan sistem pembayaran menjadi lebih mudah. Sistem ini justru membuat transaksi lebih transparan dan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Manajer Tim Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Christian mengatakan,  dampak positif program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) memang sudah terasa. Salah satu contohnya di DKI Jakarta. Berkat penerapan transaksi non tunai secara masif di berbagai sektor fasilitas publik, PAD di provinsi tersebut melonjak 30 persen.

Dia menyebut, dampak serupa bisa didapat Kaltim. Bahkan lonjakan PAD bisa naik lebih dari 30 persen jika GNNT benar-benar diterapkan semua pihak.

“Karena di Kaltim, potensi lahan transaksi nontunai yang belum tergarap lebih besar. Ada banyak, seperti retribusi pasar, retribusi parkir, dan lainnya,” ungkapnya di sela-sela pelatihan wartawan ekonomi yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim di The Anvaya Beach Resort, Kuta, Bali, pekan lalu.

Potensi peningkatan pendapatan daerah itu, disebut Christian datang dari transparansi dari sistem pembayaran modern. Dengan informasi yang tercatat secara otomatis, peluang “bocornya” pendapatan daerah jauh lebih kecil.

Sebab, menurut dia, selama ini potensi pendapatan daerah di Kaltim lebih banyak masuk ke kantong-kantong para pihak dengan berkepentingan tertentu. Sebut saja area parkir di pusat-pusat keramaian, yang retribusinya justru dikelola kelompok tertentu, di luar sistem pemerintahan.

Christian juga menyebut, perlu ajakan secara masif kepada pelaku ekonomi di tingkat kecil dan menengah untuk terlibat secara berkelanjutan dengan program GNNT. Seperti para pedagang di pasar tradisional, yang saat ini belum akrab dengan pembayaran nontunai.

“Sebenarnya itu semua bisa dilakukan, karena ada otoritas dari pemerintah daerah. Kalau tegas dan serius mau diatur, potensi PAD itu bisa terserap lebih baik,” tuturnya.

Selain dampak secara langsung dari pungutan retribusi, GNNT memungkinkan perekaman transaksi yang lebih baik antara pebisnis dengan konsumen. Selanjutnya, juga akan berdampak pada pengawasan perpajakan yang lebih ketat.

“GNNT bisa membuat masyarakat lebih sadar pajak. Di Samarinda itu bisa diterapkan. Misalnya, di pusat perdagangan seperti Citra Niaga, yang kebetulan juga akan jadi kawasan smart city. Itu bisa. Karena kalau mau langsung dalam skala besar juga mungkin sulit. Tapi bisa dimulai dari beberapa titik,” ujarnya.

Christian mengatakan, jika transaksi elektronik bisa berjalan optimal di satu kawasan, hal serupa lebih mudah dikampanyekan di tempat lain. Potensi PAD pun dapat terserap lebih baik, ketimbang menanti kesadaran para pelaku transaksi tunai.

“Dengan GNNT, dana-dana yang biasanya tak terhitung, jadi jelas pemasukannya. Banyak yang belum terserap maksimal,” tutupnya.

Kegiatan pelatihan ini sendiri diikuti puluhan wartawan yang berasal dari berbagai daerah di Kaltim. Christian mengatakan, pelatihan ini digelar dalam rangka memberikan penyegaran pemahaman kepada jurnalis, mengenai tugas dan fungsi BI sebagai bank sentral negara.

“Sehingga tugas dan fungsi BI sebagai bank sentral bisa dipahami masyarakat,” katanya.

Materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut seputar fungsi kantor perwakilan BI, struktur organisasi, bank sentral, pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, hingga kebijakan gerakan nasional non tunai.

Dirwanta Firsta, pemateri dari KPw-BI Kaltim menuturkan, salah satu fungsi Kantor Perwakilan BI adalah memberikan masukan kepada pemerintah daerah, terkait kondisi perekonomian terkini, serta prediksi perekonomian ke depan.

“Misalnya Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) mau menyusun RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah), itu biasanya mereka meminta pendapat ke BI, mengenai prospek ekonomi tiga tahun ke depan,” ujar Dirwanta.

Dirwanta juga menjelaskan, tujuan Bank Indonesia hanya satu, yakni mencapai dan memelihara kestabilan rupiah. (hd)

 

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Wujudkan Pilkada Berkualitas, Damai, dan Sukses

Next Post

Ngasi Pengemis, Denda Rp 50 Juta

Related Posts

Polda Kaltim Ungkap 37 Kasus Karhutla, 33 Orang Jadi Tersangka
Kaltim

Polda Kaltim Ungkap 37 Kasus Karhutla, 33 Orang Jadi Tersangka

29 Oktober 2026, 19:14
Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup
Bontang

Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

29 Oktober 2026, 17:10
DPRD Bontang Desak Pemkot Selesaikan Sengketa Jalan Gotong Royong
Bontang

DPRD Bontang Desak Pemkot Selesaikan Sengketa Jalan Gotong Royong

29 Oktober 2026, 14:51
PKT BERSERI Tumbuhkan Potensi Desa dan Kemandirian Petani Bulutana
Pupuk Kaltim

PKT BERSERI Tumbuhkan Potensi Desa dan Kemandirian Petani Bulutana

29 Oktober 2026, 14:36
Jalan Gotong Royong Bontang Ditutup, Sengketa Lahan Diminta Diselesaikan di Pengadilan
Bontang

Jalan Gotong Royong Bontang Ditutup, Sengketa Lahan Diminta Diselesaikan di Pengadilan

29 Oktober 2026, 13:11
Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan
Bontang

Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

29 Oktober 2026, 12:14

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.