• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Berikut Sejumlah Proyek Bermasalah di Bontang Sepanjang 2024

by Jelita Nur Khasanah
10 Januari 2025, 20:13
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Beberapa proyek bermasalah di tahun anggaran 2024 (Nasrullah/bontangpost.id)

Beberapa proyek bermasalah di tahun anggaran 2024 (Nasrullah/bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Selama 2024, sejumlah proyek infrastruktur masif dilakukan. Meski begitu, tidak semua pengerjaan yang berlangsung berjalan mulus. Sekelumit persoalan sempat terjadi.

Salah satunya proyek jembatan beton di Balai Benih Ikan (BBI) Tanjung Laut Indah. Proyek sebesar Rp10,8 miliar yang dikerjakan CV Adi Raya ini diketahui sempat mengalami beberapa kali keterlambatan dan memperoleh surat peringatan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang. Meski begitu, proyek tidak rampung hingga kontrak berakhir. Kontraktor pun meminta penambahan waktu sekitar 50 hari.

Selain itu, proyek drainase dan trotoar Jalan Suryanata yang digarap PT Tuah Persada Perkasa, juga pernah mendapat surat teguran dari Dinas PUPRK Bontang. Proyek senilai Rp7 miliar ini menjadi sorotan lantaran beberapa kali mengalami keterlambatan progres. Setelah rampung, kualitas trotoar pun menuai sorotan dari Komisi DPRD Kota Bontang. Trotoar dinilai terlalu tinggi dan mendatangkan keluhan dari warga sekitar. Material trotoar pun mudah hancur saat digenggam.

Baca Juga:  Proyek Jalan Rp36 M di Kukar Diduga Gunakan Air Laut, DPRD Kaltim Desak Inspektorat Turun Tangan

Selanjutnya proyek drainase dan trotoar Jalan Ahmad Yani. Proyek yang digarap CV Yan’s Perdana itu seharusnya rampung pada Desember lalu ini molor. Kontraktor meminta tambahan waktu hingga 10 Januari 2025. Pada saat disidak dewan beberapa waktu lalu, proyek bernilai Rp11,2 miliar ini terkendala material beton yang langka mulai November hingga Januari, yang berimbas pada keterlambatan pengerjaan.

Kemudian proyek jembatan di depan SMPN 7 Bontang. Wali Kota Bontang Basri Rase pernah meninjau proyek yang dikerjakan CV Aldi Pratama ini. Kala itu progresnya minus, sehingga ia memberikan catatan dan mengevaluasi agar kontraktor menambah jam kerja dan man power. Kendati begitu, memasuki Januari 2025, proyek senilai Rp4,9 miliar ini belum tuntas. Kontraktor sempat menghadapi kendala berupa pasang surut air laut.

Dua tugu yang dibangun di wilayah Bontang juga mengalami sejumlah persoalan. Tugu PKK di simpang empat Tanjung Laut sudah rampung, tetapi hasilnya disorot DPRD Kota Bontang. Badan tugu yang sudah terbangun dinilai tidak rata. Ornamen Burung Kuntul Perak yang berada di atas tugu juga disebut-sebut kurang sesuai dengan desain. Proyek ini digarap CV Reci Gearta dengan nilai anggaran hampir Rp800 juta.

Baca Juga:  Legislator Minta Kontraktor yang Gunakan Air Laut untuk Proyek Turap di Marangkayu Masuk Daftar Hitam

Adapun tugu lain yang rencananya dibangun sebagai batas wilayah Bontang dan Kutai Timur tidak dapat dilanjutkan. Lantaran saat proses pengerjaan, pemilik lahan mengklaim keberatan sehingga disetop. Progres konstruksi bangunan yang berlokasi di Bukit Kusnodo dengan alokasi anggaran Rp839 juta ini terhenti di angka 40 persen.

Lebih lanjut, pembangunan Stadion Bessai Berinta yang dikerjakan CV Ikhsan Makmur Jaya juga masih memerlukan perbaikan. Renovasi yang menelan anggaran sekitar Rp10,5 miliar ini mendapat catatan dari Komisi B dan C DPRD Kota Bontang. Konstruksi pagar dinilai kurang presisi. Begitupun dengan pembangunan monumen bola. Pondasi tiang monumen, cat, hingga saluran air pembuangan di atas monumen sempat disoal.

Baca Juga:  Legislator Minta Kontraktor yang Gunakan Air Laut untuk Proyek Turap di Marangkayu Masuk Daftar Hitam

Kemudian pembangunan turap di RT 19 Kelurahan Gunung Telihan. Beberapa waktu, lokasi ini turut disidak Komisi C DPRD Kota Bontang. Lantaran masih ada sekitar empat meter bagian turap yang belum tertutup. Di lokasi tersebut, terdapat dua bagian turap. Satu bagian dibangun melalui dana bantuan keuangan (bankeu) Kaltim. Bagian lainnya dibangun dari kegiatan TNI, Korem 091/Aji Surya Natakesuma bersama PUPR Kaltim.

Selain itu, terdapat pembangunan proyek infrastruktur pendidikan yang molor. Yakni pembangunan ruang kelas baru (RKB) SDN 002 Bontang Barat. Mestinya proyek senilai Rp6,4 miliar yang dikerjakan CV Surya Jaya Konstruksi tersebut rampung Desember lalu. Namun saat ini progresnya masih menyentuh angka 92 persen. Perpanjangan waktupun diberikan selama 50 hari, dengan konsekuensi berupa denda. (*) 

Tags: Proyek bermasalah
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sengkarut di PT LBB, Manajemen Enggan Berkomentar Banyak

Next Post

Sidang Gugatan Hasil Pilbup Mahulu; Dugaan Penyalahgunaan Wewenang di Balik Kemenangan Paslon Nomor 3

Related Posts

Legislator Minta Kontraktor yang Gunakan Air Laut untuk Proyek Turap di Marangkayu Masuk Daftar Hitam
Bontang

Legislator Minta Kontraktor yang Gunakan Air Laut untuk Proyek Turap di Marangkayu Masuk Daftar Hitam

9 September 2025, 11:39
Proyek Jalan Rp36 M di Kukar Diduga Gunakan Air Laut, DPRD Kaltim Desak Inspektorat Turun Tangan
Kaltim

Proyek Jalan Rp36 M di Kukar Diduga Gunakan Air Laut, DPRD Kaltim Desak Inspektorat Turun Tangan

13 Agustus 2025, 16:49

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.