SAMARINDA – Kaltim tercatat sebagai salah satu daerah yang sangat luas wilayahnya. Namun sumber daya manusia (SDM) di daerah ini lebih sedikit ketimbang Pulau Jawa.
Pakar Ekonomi Indonesia, Rhenald Kasali mengungkapkan, sebagian besar penduduk Kaltim berasal dari luar daerah.
“Mereka datang untuk bekerja di Kaltim,” ungkapnya dalam kegiatan Kaltim Summit III di Convantion Hall Stadion Sempaja Samarinda, Kamis (15/2) ini.
Imigran yang beberapa tahun lalu bekerja di sejumlah perusahaan di Kaltim, kini sudah mulai menurun jumlahnya.
Hal itu terjadi karena perekonomian Kaltim mengalami penurunan yang sangat signifikan.
“Semakin baik ekonomi suatu daerah, maka akan semakin banyak pekerja yang datang dari luar daerah,” kata dia.
Itu lah yang terjadi pada Kaltim saat ini. Investasi menurun. Sejumlah perusaan kayu dan batu bara menurun omsetnya.
“Harus ada solusi komprehensif untuk memecahkan masalah ekonomi ini,” ucapnya.
Salah satu solusi yang harus diambil, kata Rhenald, pemerintah harus mulai beralih pada sistem perekonomian kreatif yang tidak bertumpu pada sumber daya alam yang tidak terbaharukan.
“Karena ekonomi yang bertumpu pada sumber daya alam tidak terbaharukan terbukti tidak memecahkan masalah ekonomi yang dihadapi Kaltim. Lebih mengkhawatirkan lagi, adanya kutukan sumber daya alam,” katanya. (*/um).







