• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Biaya Operasional Masih Tinggi , Harga Tiket Pesawat Susah Turun

by M Zulfikar Akbar
25 Januari 2019, 17:00
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
JADI PILIHAN: Libur natal dan tahun baru membuat harga tiket pesawat di setiap maskapai penerbangan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Termasuk penerbangan di Bandara APT Pranoto.(FOTO: DOK/METRO SAMARINDA)

JADI PILIHAN: Libur natal dan tahun baru membuat harga tiket pesawat di setiap maskapai penerbangan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Termasuk penerbangan di Bandara APT Pranoto.(FOTO: DOK/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Sepertinya tak mudah untuk mewujudkan harapan masyarakat yang menginginkan harga tiket pesawat kembali terjangkau. Sebab, menekan harga tiket ketika biaya operasional tidak turun sama saja membuat potensi rugi pelaku penerbangan semakin besar.

Ketua Penerbangan Berjadwal atau Indonesia National Air Carrier Association (INACA) Bayu Sutanto menyebutkan bahwa sejak 2016 belum ada kenaikan tarif batas atas maupun batas bawah. Padahal, pelaku maskapai telah menanggung cost operasional yang selalu naik setiap tahun. ’’Komponen biaya seperti avtur, kurs USD, biaya bandara, dan navigasi sudah naik cukup besar,’’ ujar Bayu kemarin (24/1).

Sebelumnya, Ketua Umum INACA Ari Askhara menjelaskan, harga avtur saat ini berada di USD 65–USD 70 per barel. Kondisi nilai tukar USD yang fluktuatif membuat maskapai semakin terbebani biaya fuel. Menurut Askhara, harga tiket penerbangan domestik bisa lebih fleksibel jika komponen biaya operasional diturunkan. Tentu saja hal tersebut perlu peran regulator untuk berdiskusi lebih intens dengan operator.

Baca Juga:  Untuk Turunkan Tarif Tiket Pesawat, Pemerintah Tekan Harga Avtur, Kaji Hapus PPN

’’Kalau masyarakat minta turun harga sedangkan harga komponen tidak turun, maskapainya rontok,’’ tuturnya Dirut PT Garuda Indonesia Tbk itu.

Di sejumlah aplikasi pemesanan tiket, harga penerbangan domestik memang masih tinggi. Tarifnya berada di atas beberapa waktu sebelumnya yang terbilang cukup terjangkau. Bahkan, di sejumlah rute domestik malah lebih murah tujuan internasional.

Di tengah mahalnya tarif tiket, di saat bersamaan sebagian maskapai merilis bagasi berbayar. Lion Air, Wings Air, dan Citilink memastikan penyesuaian tarif bagasi. Lion Air dan Wings Air memberlakukan bagasi berbayar pada Selasa lalu (22/1) setelah dua minggu sosialisasi. Citilink rencananya menerapkan tarif bagasi berbayar mulai akhir Januari 2019.

Pengamat penerbangan Alvin Lie menilai, penerapan bagasi berbayar membuat low-cost carrier (LCC) menjadi lebih mahal daripada full-service seperti Garuda dan Batik Air. Menurut Alvin, bukan tidak mungkin dengan harga LCC yang melambung tinggi, masyarakat melakukan perbandingan harga sehingga memilih menggunakan maskapai full-service. ’’Itu akan menjadi masalah bagi penurunan penumpang kelas ekonomi maskapai LCC di masa mendatang,’’ terangnya.

Baca Juga:  Tiket Pesawat Turun Mulai 11 Juli, Tapi Ada Syaratnya

VP Corporate Secretary PT Garuda Indonesia Tbk Ikhsan Rosan menyatakan, tiket yang dijual telah mengikuti aturan tarif batas atas dan bawah. ’’Kami menjual sesuai range yang diberikan regulator,’’ ungkapnya kemarin. Dia menepis adanya dugaan kartel dan monopoli pasar setelah mengambil alih operasional Sriwijaya Air. Sebab, kedua maskapai berada di segmen berbeda.

Garuda di segmen full-service dan Sriwijaya Air merupakan LCC. Menurut dia, LCC sebenarnya diperkenankan mengenakan tarif bagasi. ’’Bagasi tidak menjadi bagian dari layanan yang harus dikeluarkan LCC. Kalau full-service, memang layanannya termasuk bagasi,’’ urainya. Kemungkinan selama ini LCC memberikan promo dengan menggratiskan bagasi.

Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartati menuturkan, sebenarnya tidak masalah bagi maskapai untuk menerapkan tarif bagasi, asalkan tiket pesawat juga turut menyesuaikan atau lebih rendah. ’’Basis perhitungannya itu ada komponennya. Selama ini ketika bagasi tersebut ditagih lagi kepada konsumen, bukan berarti gratis. Tapi sudah di cost-kan ke biaya tiket. Jadi, ketika bagasi tidak dimasukkan lagi ke dalam biaya tiket, otomatis struktur biaya tiket berubah,’’ imbuhnya.

Baca Juga:  Mahalnya Harga Tiket, Tetap Pakai Pesawat

Meski begitu, maskapai tidak bisa semena-mena menetapkan tarif. Pemerintah selaku regulator harus memonitoring. ’’Karena sekarang struktur industri di penerbangan udara cenderung monopoli atau oligopoli,’’ ucapnya. Jadi, jika tidak ada pengaturan, akan cenderung terjadi penentuan harga sepihak dan membuat struktur pasar tidak sehat. (agf/vir/lyn/c22/oki/jpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: lccpesawat murahtiket pesawat
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Februari, Marc Marquez ke Indonesia

Next Post

Kata Menpan-RB, Pemda Harus Tanggung Gaji PPPK dari Honorer K2

Related Posts

Terkesan Setengah-Setengah, Penurunan Tiket Belum Berdampak
Nasional

KPPU Putuskan Tujuh Maskapai Melanggar Penetapan Harga Tiket

27 Juni 2020, 09:12
Maskapai Penerbangan Jawaposcom 640x446
Nasional

Alhamdulillah, Pemerintah Terbitkan Aturan Diskon Tiket Penerbangan

26 Februari 2020, 13:00
Ternyata Ini yang Jadi Biang Kerok Tiket Mahal
Nasional

Ternyata Ini yang Jadi Biang Kerok Tiket Mahal

27 Desember 2019, 16:00
Terkesan Setengah-Setengah, Penurunan Tiket Belum Berdampak
Kaltim

Terkesan Setengah-Setengah, Penurunan Tiket Belum Berdampak

21 Agustus 2019, 15:11
Masih Mahal, Lion Air Butuh Waktu Sesuaikan Tarif
Nasional

Masih Mahal, Lion Air Butuh Waktu Sesuaikan Tarif

14 Juli 2019, 14:10
Imbas Naiknya Harga Tiket Pesawat, Biaya Perjalanan Dinas Bengkak
Nasional

Tiket Pesawat Turun Mulai 11 Juli, Tapi Ada Syaratnya

10 Juli 2019, 09:38

Terpopuler

  • Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Bontang Gelar Mutasi Besok, Nama Pejabat Masih Dirahasiakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Bulan, Polisi Ringkus 24 Tersangka Narkoba, Kasus Terbanyak di Bontang Selatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.