bontangpost.id – Percepatan penurunan stunting menjadi fokus program kesehatan saat ini. Untuk itu, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Bontang merencanakan program ibu asuh untuk balita stunting.
Ketua IBI Cabang Kota Bontang Hernawati menjelaskan program tersebut difokuskan untuk memberi pendampingan kepada balita stunting. Baik dalam hal asupan makanan, hingga edukasi kepada keluarga balita.
Diungkapkan Hernawati, mekanismenya tak jauh berbeda dengan program pemberian makanan tambahan (PMT) yang dilakukan puskesmas melalui kader posyandu. Yakni memberikan makanan bergizi seimbang dan memastikannya sampai ke balita.
“Saya mewajibkan untuk seluruh anggota, tanpa terkecuali,” katanya.
Program tersebut akan berjalan selama tiga bulan, menyasar 15 balita stunting yang berusia di bawah dua tahun. Sehingga diharapkan ada penurunan angka stunting di tahun-tahun berikutnya.
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting sebesar 21,6 persen. Sedangkan target stunting secara nasional ialah 14 persen.
“Harapannya angka stunting itu bisa menurun. Tentunya dengan peran aktif dari IBI bersama pemerintah,” sambungnya.
Soal anggaran, ia menerangkan akan membagi rata dengan seluruh anggota yang ada. Tercatat, dari 306 anggota IBI, kurang lebih ada 250 anggota yang aktif.
Pun jika anggaran mendukung dan memungkinkan, Hernawati menegaskan program tersebut bakal dilanjutkan.
“Dari perhitungan, 250 anggota IBI dibagi 15 anak. Satu orang setidaknya mengeluarkan Rp 72 ribu untuk tiga bulan. Jadi kami akan ikut dengan OPD terkait untuk merealisasikannya,” pungkasnya. (*)







