• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Hoaks atau Tidak?

Bikin Resah Pengguna Panci Aluminium

by M Zulfikar Akbar
13 November 2017, 06:00
in Hoaks atau Tidak?
Reading Time: 2 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

URUSAN dapur kerap menjadi bahan bagi para pembuat hoax untuk menyebar keresahan. Salah satu contohnya adalah peringatan bahaya penggunaan alat-alat dapur yang berbahan aluminium. Pesan seperti itu banyak tersebar di grup-grup WhatsApp dan media sosial.

”Suka sedih saja kalau lihat teman-teman memasak pakai piranti yang tidak sehat. Murah bukan satu-satunya alasan kita membeli alat-alat ini. Mari simak dan pelajari agar kita lebih paham memilih-milih bagi keluarga kita.” Begitu kalimat pembuka pesan hoax tersebut.

Menurut si pembuat hoax, partikel dari peralatan berbahan aluminium bisa larut dan terserap ke dalam makanan saat proses memasak. Makanan yang dimasak dengan aluminium akan menyebabkan partikel bebas bisa masuk ke aliran darah. ”Dan terakumulasi di dalam organ tubuh kita sehingga menyebabkan efek buruk pada kesehatan,” tulis pesan itu.

Baca Juga:  Soal UU Terorisme untuk Menjerat Penyebar Hoax, Wiranto: Itu Kan Wacana

Alat-alat masak berbahan aluminium juga disebut bisa menimbulkan reaksi yang tidak sehat jika bersentuhan dengan bahan pangan. ”Namun tahukah Anda, apa reaksinya pada masakan kita? Panci dan wajan aluminium ini dapat larut ke dalam makanan Anda. Ketika ditelan, dapat merusak ginjal dan hati, serta melemahkan tulang. Makin banyak peneliti yang menyatakan bahwa logam ini dapat menyebabkan alzheimer, bahkan kanker,” tulis pesan itu.

Pembuat pesan juga menyebutkan bahwa alat-alat masak berbahan aluminium bisa berpengaruh pada penderita autis. ”Jadi gampang tantrum. Tambahan informasi dari Indryesti Wukir Sari Kriswanto,” ujar pesan itu.

Berdasar penelusuran Jawa Pos, nama yang disebutkan itu memang beberapa kali mem-posting soal bahaya penggunaan alat masak. Tapi, dia juga sering berpromosi produk suplemen kesehatan brand Amerika Serikat.

Baca Juga:  Bingung Penampakan Matahari Kembar

Pembuat pesan juga menakut-nakuti pembaca dengan mengatakan bahwa peralatan masak berbahan aluminium berbahaya jika bersentuhan dengan bahan makanan mengandung asam dan garam. Padahal, banyak masakan yang tidak bisa menghindari bahan-bahan yang mengandung garam ataupun asam.

”Dengan tomat saja, logam aluminium ini sudah bereaksi. Jadi nggak kebayang kalau bikin saus tomat yang kita pikir sehat karena bikinan sendiri, pasti tanpa pengawet, pewarna dan perasa. Namun saus tomat ini kita rebus pakai panci, bahkan sutilnya juga aluminium. Hiiii……… seyem,” tulis pesan itu menakut-nakuti.

Jika Anda mendapatkan pesan seperti itu, jangan percaya. Apalagi sampai membuang peralatan dapur yang berbahan aluminium. Menurut Ketua Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Agus Haryono, pesan itu sungguh tidak benar.

Baca Juga:  Kola untuk Padamkan Api

Agus menjelaskan, mengonsumsi aluminium secara berlebihan memang berbahaya bagi kesehatan. Menurut WHO, manusia dewasa bisa menerima paparan oral maksimal 50 mg per hari. Sementara itu, partikel aluminium yang terkikis dan terkonsumsi ke manusia hanya 1–2 mg. ”Paparan oral dari aluminium cookware hanya dalam kisaran 1–2 mg sekali masak. Jadi, masih dalam rentang yang aman,” katanya.

Mengenai reaksi kimia alat masak berbahan aluminium dan asam serta garam, Agus menjelaskan, hal itu justru menyebabkan terbentuknya lapisan aluminium teranodisasi. ”Lapisan ini justru membantu mengurangi kikisan aluminium terhadap makanan,” terangnya. (wan/gun/eko/c10/fat)

 

Fakta

Paparan oral dari aluminium cookware hanya 1–2 mg sekali masak. Jadi, masih dalam rentang yang aman.

Tags: hoaxpanci aluminium
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Badak LNG Gelar Car Free Day

Next Post

Tahun Ini, Harap Dibayar Tepat Waktu

Related Posts

Soal UU Terorisme untuk Menjerat Penyebar Hoax, Wiranto: Itu Kan Wacana
Nasional

Soal UU Terorisme untuk Menjerat Penyebar Hoax, Wiranto: Itu Kan Wacana

27 Maret 2019, 14:00
AS Waspada Berita Palsu Rusia
Internasional

AS Waspada Berita Palsu Rusia

7 November 2018, 09:15
Petugas Damkar Dikerjai Hoaks
Bontang

Petugas Damkar Dikerjai Hoaks

21 Oktober 2018, 17:40
Hoaks Kabar Penculikan Anak 
Bontang

Hoaks Kabar Penculikan Anak 

19 Oktober 2018, 17:05
PDIP Laporkan Penyebar Hoaks 
Bontang

PDIP Laporkan Penyebar Hoaks 

14 Juni 2018, 11:53
Kabar Razia Pajak STNK, Kasat Lantas: Itu Hoax
Bontang

Kabar Razia Pajak STNK, Kasat Lantas: Itu Hoax

1 Maret 2018, 11:51

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.