• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Bocah Meninggal Akibat Di-bully, Wagub Minta Damai, Sebut Hanya Candaan

by Redaksi Bontang Post
25 Juli 2022, 17:30
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id –  Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum menganggap candaan, seolah-olah bersetubuh dengan hewan merupakan hal yang biasa. Bahkan, semasa kecil orang nomor dua di Jabar itu pernah mendengar adanya candaan tersebut.

“Mohon maaf yah, saya juga dulu pernah lah melakukan hal semacam itu, sering saya denger kejadian seperti itu. Bahkan temen saya (seolah-olah bersetubuh) dengan kerbau dan tetangga saya dengan ayam, candaan biasa lah, mungkin karena ada medsos itu jadi viral,” papar Uu saat mengunjungi keluarga korban bully di Tasikmalaya, Sabtu (23/7) lalu.

Dia pun mengharapkan proses hukum terhadap pelaku bully bocah SD dipaksa menyetubuhi kucing di Tasikmalaya dihentikan. Kata Uu, permasalahan tersebut sebaiknya diakhiri dengan islah atau perdamaian antara keluarga korban dan pelaku.

“Mereka (keluarga korban) tidak punya niat yang berlebihan sehingga ada aksi selanjutnya, sampai ke meja hijau. Harapan kami ada islah dari kedua belah pihak,” ucap Uu seusai mengunjungi keluarga korban bully di Tasikmalaya, Sabtu (23/7). B

Lebih lanjut, Uu menyimpulkan, keluarga korban sudah menerima apa yang terjadi pada anaknya, meski berat. Hal itu diketahui Uu usai berbincang-bincang dengan keluarga korban bully. “Saya lihat keluarga korban sudah begitu tegar, emak nya sudah bisa tersenyum, cuma bapaknya agak tertunduk dan tidak seceria emaknya,” kata Uu.

Baca Juga:  Kasus Pelajar SD Gantung Diri karena Di-Bully, Begini Kata Pemerhati Anak Bontang

Uu menilai seharusnya yang dikejar Polisi bukan hanya pelaku bully saja. Namun, pengunggah video dengan narasi siswa SD dibully dipaksa menyetubuhi kucing juga harus diperiksa aparat penegak hukum.

“Jadi secara kasat mata di video tidak ada persetubuhan, kemudian juga yang saya lihat ada hal yang dimanfaatkan oleh orang lain. Menurut saya, yang harus dikejar itu adalah mereka yang membuat dan menyebarkan video,” kata Uu.

Pernyataan ini pun disesalkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rahayu Saraswati yang terkesan menyepelekan kasus perundungan anak SD yang berakhir dengan bunuh diri. Menurut Saraswati, perundungan dalam bentuk apapun bukanlah candaan seperti yang diutarakan Wagub Jabar.

“Perundungan dalam bentuk apapun bukanlah candaan! Apalagi kali ini berakibat sangat fatal, korban bunuh diri. Jadi bukan persoalan seburuk apa perundungannya tetapi bahwa perundungan itu betul terjadi,” kata Saraswati kepada wartawan, Senin (25/7).

Belakangan ini, viral berita mengenai anak 11 tahun yang bunuh diri usai di-bully dan diduga dipaksa memperkosa kucing sambil direkam menggunakan ponsel di Tasikmalaya, Jawa Barat. Rekaman tersebut tersebar dan mengakibatkan korban depresi. Hal ini membuat bocah malang itu tidak mau makan dan minum sebelum akhirnya meninggal.

Hingga saat ini, penyidikan kasus perundungan anak tersebut masih dilakukan. Namun, Saraswati mengaku aneh dengan usulan Wagub Jabar agar dilakukan upaya perdamaian antara para pihak dalam kasus tersebut.

Baca Juga:  Murid SMP Bakar Sekolah, Sakit Hati Sering Di-bully Teman dan Guru

“Pesan didamaikan di sini sangat tidak pas karena dampak akhir harus menjadi pertimbangan. Jika didorong untuk damai, pesan apa yang kita kirimkan ke para pelaku dan korban lainnya? Bahwa perundungan itu diperbolehkan dan tidak ada sanksinya?” ucap Saraswati.

Terlepas dari betul atau tidak korban memiliki sejarah depresi dan ada tidaknya pemaksaan perkosaan terhadap seekor kucing, peristiwa perundungan itu nyata terjadi. Karena terdapat pihak-pihak yang menyebarkan video.

“Yang awal mula menyebarkannya jelas harus diproses secara serius,” tegas Saraswati.

Oleh karena itu, mantan Anggota DPR RI ini mengingatkan bahaya perundungan ini memiliki dampak kuat terhadap potensi kekerasan seksual. Data tahun 2022, menyatakan Jawa Barat memiliki tingkat kekerasan seksual anak dan perempuan tertinggi di Indonesia.

Hal ini mengindikasikan adanya ancaman serius akan potensi kekerasan seksual jika negara bersikap permisif, bahkan terhadap kasus perundungan.

“Kita harus memberikan pesan jelas bahwa segala perundungan tidak bisa ditolerir. Keluarga dan sekolah harus siap bertanggung jawab. Jika ada perundungan, evaluasi terhadap para pelaku, baik lingkungan di rumah maupun sistem pengawasan di sekolah, harus dilakukan,” ucap Saraswati.

Lebih lanjut, Saraswati mengatakan pemerintah melalui Kementerian Sosial telah menganggarkan biaya konseling bagi korban kekerasan. Namun, jumlahnya masih sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah kasus dan korban yang sebenarnya.

Baca Juga:  Bullying di Sekolah Bisa Diproses Hukum

“Bayangkan, yang dianggarkan untuk 70.000-an korban dan keluarga. Sedangkan kasus yang tercatat di Komnas Perempuan saja, kasusnya sudah lebih dari 400.000 per tahun. Mungkin untuk kasus yang selevel perundungan, pemprov dalam hal ini harus ikut bertanggung jawab dengan memfasilitasi anggaran serta tenaga konseling tersebut,” ungkap Saraswati.

Sebagai penyintas perundungan, Saraswati mengimbau kepada semua korban perundungan untuk mengetahui bahwa mereka tidak sendirian. Karena itu mencari sosok yang dapat dipercaya untuk menyampaikan apa yang mereka alami.

“Sosok yang paling pas seharusnya adalah Guru BP (Bimbingan dan Penyuluhan) karena hal ini masuk di dalam ranah tugas pokok dan fungsinya guru BP,” demikian Saraswati menandaskan.

Sebelumnya, Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum menganggap candaan seolah-olah bersetubuh dengan hewan merupakan hal yang biasa. Bahkan, semasa kecil orang nomor dua di Jabar itu pernah mendengar adanya candaan tersebut.

“Mohon maaf yah, saya juga dulu pernah lah melakukan hal semacam itu, sering saya denger kejadian seperti itu. Bahkan temen saya (seolah-olah bersetubuh) dengan kerbau dan tetangga saya dengan ayam, candaan biasa lah, mungkin karena ada medsos itu jadi viral,” papar Uu saat mengunjungi keluarga korban bully di Tasikmalaya, Sabtu (23/7). (jawapos)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Bullying
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tiga Kali Surat Teguran Dilayangkan, Bangunan Lama Pasar Citra Mas Bakal Dibongkar

Next Post

Polemik Pasar Citra Mas Loktuan, Pemkot dan DPRD Cari Solusi

Related Posts

Wali Kota Neni Minta Disdikbud Bontang Pasang CCTV di Sekolah untuk Tekan Kasus Perundungan
Bontang

Wali Kota Neni Minta Disdikbud Bontang Pasang CCTV di Sekolah untuk Tekan Kasus Perundungan

15 Agustus 2025, 11:33
Bullying di Sekolah Bisa Diproses Hukum
Nasional

Bullying di Sekolah Bisa Diproses Hukum

21 Juli 2025, 14:00
Murid SMP Bakar Sekolah, Sakit Hati Sering Di-bully Teman dan Guru
Kriminal

Murid SMP Bakar Sekolah, Sakit Hati Sering Di-bully Teman dan Guru

30 Juni 2023, 10:45
Kasus Pelajar SD Gantung Diri karena Di-Bully, Begini Kata Pemerhati Anak Bontang
Bontang

Kasus Pelajar SD Gantung Diri karena Di-Bully, Begini Kata Pemerhati Anak Bontang

4 Maret 2023, 19:17

Terpopuler

  • Pemprov Kaltim Setop Bayar Iuran BPJS Warga, Wali Kota Neni; Kami Siapkan Langkah Antisipasi

    Pemprov Kaltim Setop Bayar Iuran BPJS Warga, Wali Kota Neni; Kami Siapkan Langkah Antisipasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kurang Konsentrasi, Pengendara Motor Tabrak Median di Jalan Cipto Mangunkusumo Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelombang Demo 21 April di Kaltim, Ribuan Massa Desak Copot Gubernur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Ajakan Demo Kenaikan Tarif Air PDAM Bontang, Ini Kata Kapolres

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tabrakan Dua Motor di Muara Badak, Tiga Orang Tewas di Tempat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
No Result
View All Result

Komentar Terbaru

    Arsip

    • April 2026
    • Maret 2026
    • Februari 2026
    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    • Desember 2022
    • November 2022
    • Oktober 2022
    • September 2022
    • Agustus 2022
    • Juli 2022
    • Juni 2022
    • Mei 2022
    • April 2022
    • Maret 2022
    • Februari 2022
    • Januari 2022
    • Desember 2021
    • November 2021
    • Oktober 2021
    • September 2021
    • Agustus 2021
    • Juli 2021
    • Juni 2021
    • Mei 2021
    • April 2021
    • Maret 2021
    • Februari 2021
    • Januari 2021
    • Desember 2020
    • November 2020
    • Oktober 2020
    • September 2020
    • Agustus 2020
    • Juli 2020
    • Juni 2020
    • Mei 2020
    • April 2020
    • Maret 2020
    • Februari 2020
    • Januari 2020
    • Desember 2019
    • November 2019
    • Oktober 2019
    • September 2019
    • Agustus 2019
    • Juli 2019
    • Juni 2019
    • Mei 2019
    • April 2019
    • Maret 2019
    • Februari 2019
    • Januari 2019
    • Desember 2018
    • November 2018
    • Oktober 2018
    • September 2018
    • Agustus 2018
    • Juli 2018
    • Juni 2018
    • Mei 2018
    • April 2018
    • Maret 2018
    • Februari 2018
    • Januari 2018
    • Desember 2017
    • November 2017
    • Oktober 2017
    • September 2017
    • Agustus 2017
    • Juli 2017
    • Juni 2017
    • Mei 2017
    • April 2017
    • Maret 2017
    • Februari 2017
    • Januari 2017
    • Desember 2016

    Kategori

    • Advertorial
    • Bontang
    • Breaking News
    • Catatan
    • Celoteh Edwin
    • Cerpen
    • Dahlan Iskan
    • Dispopar
    • DPRD Bontang
    • ekonomi
    • Entertainment
    • Feature
    • Hikmah
    • Hoaks atau Tidak?
    • Infografis
    • Internasional
    • Kaltim
    • Kesehatan
    • Kolom Redaksi
    • Kriminal
    • Kriminal
    • Kuliner
    • Lensa
    • Lifestyle
    • Lingkungan
    • Loker Bontang
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Pemkot Bontang
    • Pendidikan
    • Pilihan Editor
    • Politik
    • Polling
    • PON 2021 Papua
    • Pupuk Kaltim
    • Ragam
    • Society

    Meta

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org
    • Indeks Berita
    • Redaksi
    • Mitra
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
    • Kontak

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Bontang
    • Kaltim
    • Nasional
    • Advertorial
      • Advertorial
      • Pemkot Bontang
      • DPRD Bontang
    • Ragam
      • Infografis
      • Internasional
      • Olahraga
      • Feature
      • Resep
      • Lensa
    • LIVE

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.