bontangpost.id – Siswa SMPN 2 Pringsutat, Temanggung, berumur 14 tahun, menjadi pelaku pembakaran sekolahnya. Dia mengaku sakit hati karena sering dirundung atau di-bully oleh teman dan gurunya.
Tersangka mengaku namanya diganti dengan nama orangtua, dan guru tak menghargai karyanya. Tindakan itu yang memunculkan niat membakar sekolah.
“Karena kasus pem-bully-an. Teman-teman sama ada beberapa guru. Diejek (dipanggil) pakai nama orangtua, sama pernah dikeroyok,” ujarnya saat dihadirkan di Mapolres Temanggung.
“(Bullying guru) Ya kayak kreasi saya enggak dihargai, sama pernah disobek-sobek juga di depan saya. Enggak bilang apa-apa yang disobek,” sambung dia.
Dia membakar sekolah pada 26 Juni 2023, pukul 02.00 WIB. Api melalap gudang prakarya dan atap ruang kelas 9B dan 9C.
Dia mengaku ada orang yang mengajarinya membakar sekolah. “Belajar dari teman,” katanya.
Kapolres Temanggung AKBP Agus Puryadi menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan tersangka, yakni menyiapkan sebuah botol bekas minuman bervitamin, kemudian menggunakan cairan khusus yang sudah dicampur dengan bahan tertentu sehingga menimbulkan api yang besar, upaya tersangka ini cukup berhasil, sehingga sejumlah ruangan di sekolah tersebut terbakar.
“Dengan bahan bakar minyak dan isi korek gas digabungkan menjadi satu kemudian diramu dan dicoba. Uji coba pertama berhasil dilakukan di belakang rumahnya dan hasilnya cukup bagus,” katanya. (detik)





