DKP3 Sebut Rutin Monitoring ke Petani dan Pasar
BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) memastikan Bontang aman dari isu cabai berformalin seperti yang terjadi di salah satu daerah di Indonesia. Dimana dalam penemuan tersebut, penyelewengan dilakukan oleh oknum pedagang tak bertanggung jawab yang melakukan praktek pencampuran cabe dengan formalin, bertujuan untuk mengeruk keuntung besar di tengah tingginya harga cabai.
Kasi Pertanian Pangan, Holtikultura dan Perkebunan DKP3, Debora Kristiani mengatakan, pihaknya selalu rutin melakukan pembinaan dan monitoring ke petani-petani cabai yang ada di Bontang. Kata dia, monitoringnya biasa dilaksanakan setiap dua kali seminggu. Dari hasil monitoringnya selama ini, belum pernah ada temuan ataupun laporan langsung dari para petani cabai terkait cabai berformalin tersebut.
“Biasanya yang dikeluhkan petani hanya karena banyak yang busuk akibat curah hujan tinggi atau memang terkena penyakit,” terangnya Sabtu (4/2) kemarin.
Debora melanjutkan, selain ke petani, pihaknya juga rutin melakukan monitoring ke pasar-pasar yang ada di Bontang. Selain memastikan ketersediaan cabai di lapangan, dalam monitoring terebut juga sekaligus mengecek kondisi cabai sehingga saat sampai ke tangan konsumen, layak untuk dikonsumsi.
“Tidak semua cabai yang ada di Bontang stoknya dari petani di Bontang. Ada juga yang dari luar daerah. Yang dari luar inilah yang juga kita pantau. Jangan sampai ada yang tidak layak,” jelasnya.
Debora pun menghimbau, agar masyarakat dapat menjadi konsumen yang cerdas dan teliti sebelum membeli. Apalagi jika salah pilih, justru akan membahayakan konsumen itu sendiri. (bbg)






