BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang terpaksa menghentikan aktivitas penyeberangan ke Pulau Beras Basah. Pasalnya, terjadi badai disertai gelombang tinggi di laut. Kecepatan angin tercatat mencapai 10 knot, atau 18-20 kilometer per jam.
Angin deras disertai hujan lebat membuat jarak pandang semakin sempit. Ditambah gelombang tinggi sekitar 1 meter terpantau di Pulau Beras Basah sejak sekira pukul 08.00 Wita. Sebab itu, para petugas BPBD yang berada di obyek wisata itu siap siaga berdiri di beberapa titik, seperti di pelabuhan, jembatan, dan pantai memantau aktivitas sambil memperingatkan warga. Sedangkan petugas di darat berkunjung ke asosiasi kapal dan nelayan. Pantauan media ini, Kota Taman tengah didera hujan deras disertai angin kencang sejak pukul 08.00 Wita.
Kepala BPBD Bontang, Ahmad Yani mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan asosiasi kapal, untuk meminta menghentikan sementara waktu aktivitas penyeberangan. Lantaran kondisi cuaca yang memburuk. Tidak hanya kapal penyeberangan, pihaknya juga menghimbau agar nelayan dan masyarakat juga tidak melaut terlebih dahulu.
“Hal ini dilakukan untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Lanjut dia, pihaknya juga telah mengumumkan dan memperingatkan para pengunjung yang telah berada di obyek wisata pantai Beras Basah agar tidak melakukan aktivitas di laut terlebih dahulu karena kondisi tersebut.
“Sudah kami umumkan dan peringatkan,” tegasnya.
Diinformasikan, jumlah pengunjung di Pulau Beras Basah sudah mencapai 836 orang. Terdiri dari wisatawan asal Bontang sebanyak 640 orang, Samarinda sebanyak 104 orang, Balikpapan sebanyak 23 orang, Kutai Kartanegara sebanyak 27 orang, dan Kutai Timur sebanyak 42 orang.
“Tim BPBD ada sebanyak 10 orang, dengan armada speed boat 1 unit,” paparnya.
Tidak hanya di laut, pihaknya juga memantau aliran sungai di beberapa titik di tiga kecamatan Bontang dan wilayah Kutim. Dari pantauan itu, air sungai mengalami peningkatan dan deras baik itu di kilometer 5 jalan poros Bontang-Samarinda, sungai belakang Bank Dhanarta, Jalan Soekarno Hatta, serta di Kelurahan Guntung. Bahkan air sudah meluap ke jalan di Jalan Tari Enggang Kelurahan Guntung. Namun daerah lain masih terpantau aman, seperti kondisi air di Jembatan Imam Bonjol, debit air sekitar 1,5 meter. Untuk mengantisipasi, pihaknya telah menyiapkan alat evakuasi seperti perahu karet.

“Dengan kondisi ini, sangat enggak terjadi banjir kiriman. Namun ada beberapa titik dataran rendah yang biasanya tergenang karena seperti mangkok,” jelasnya.(zaenul)






